Pelatih Persijap Ogah Cari-Cari Alasan seusai Dibekuk Persib: Kesalahan Fatal Bikin Bertekuk Lutut
Persijap Jepara harus menelan kekalahan telak dari Persib Bandung dengan skor 0-3 dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (19/8/2023). Kekalahan ini membuat Persijap tertinggal jauh dari zona aman di klasemen sementara Liga 1. Pelatih Persijap, Widodo Cahyono Putro, mengakui timnya tidak bermain maksimal dan menolak mencari alasan atas kekalahan tersebut.
Dalam konferensi pers seusai laga, Widodo mengaku tidak ingin mencari alasan untuk kekalahan telak yang dialami timnya. Ia mengakui performa timnya sangat buruk dan tidak memenuhi ekspektasi. "Kami tidak bermain maksimal hari ini. Saya tidak ingin mencari alasan. Kesalahan fatal dari pemain kami menjadi pemicu kekalahan ini," ujar Widodo.
Kekalahan yang Tak Terhindarkan
Delapan menit pertama babak pertama, Persib sudah unjuk gigi melalui gol yang dicetak oleh Ezechiel N'Douassel. Gol ini menjadi penanda buruk bagi Persijap yang kesulitan membangun serangan. Pada menit ke-31, Persib memperkecil jarak lewat gol yang diciptakan oleh Victor Igbonefo. Skor 0-2 bertahan hingga turun minum.
Babak kedii berjalan tanpa gol tambahan hingga menit ke-78, ketika Beckham Putra Putra mencatatkan namanya di papan skor. Gol ini mengakhil harapan Persijap untuk bisa membalikkan keadaan. Skor 0-3 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Performa Persijap yang buruk terlihat sejak awal laga. Tim yang diasuh Widodo Cahyono Putro kesulitan mengatur tempo permainan dan terlalu banyak memberikan ruang bagi pemain Persib berkembang. Terutama di lini pertahanan, Persijap kerap kecolongan yang dimanfaatkan oleh skuat Maung Bandung.
Kesalahan Fatal yang Menentukan
Widodo menyoroti beberapa kesalahan fatal yang dilakukan oleh para pemainnya sebagai penyebab utama kekalahan. "Kesalahan individual yang dilakukan pemain kami sangat fatal. Terutama di lini pertahanan, kita memberikan terlalu banyak ruang bagi lawan," jelasnya.
Ia mencontohkan kesalahan yang dilakukan oleh bek kiri Persijap yang gagal menahan serangan sayap Persib. "Bek kiri kita terlalu sering maju meninggalkan posisi. Akibatnya, kita kecolongan secara beruntun. Itu tidak boleh terjadi di level kompetisi seperti Liga 1," tambahnya.
Selain di lini pertahanan, Widodo juga mengkritisi performa lini tengah yang tidak mampu mengontrol jalannya permainan. "Lini tengah kita tidak mampu mengatur tempo permainan. Kita terlalu pasif dan tidak bisa mendominasi pertandingan. Itu membuat serangan kita terasa terputus-putus," ujarnya.
Reaksi dari Pemain
Beberapa pemain Persijap mengakui kekalahan ini adalah hasil dari performa tim yang turun drastis. Kapten tim, Ahmad Jufriyanto, menyesalkan kekalahan yang dialami timnya.
"Kami memang tidak bermain seperti biasanya. Banyak kesalahan yang tidak seharusnya terjadi. Kita harus introspeksi dan memperbaiki segalanya untuk laga selanjutnya," ucap Jufriyanto.
Sementara itu, gelandang Persijap, Fachruddin Aryanto, menambahkan bahwa timnya kebobolan terlalu cepat setelah kick-off. "Kita kebobolan di menit awal, membuat mental tim terganggu. Padahal kita sudah berusaha bangkit tapi sepertinya tidak ada lagi daya tahan," paparnya.
Langkah ke Depan
Dengan kekalahan ini, Persijap semakin jauh dari zona aman. Saat ini, mereka berada di posisi ke-17 dengan hanya mengoleksi 15 poin dari 20 laga. Widodo mengakui situasi yang dihadapi timnya sangat sulit.
"Kami harus bangkit secepat mungkin. Tidak ada lagi waktu untuk berlama-lama. Kita harus fokus pada laga selanjutnya dan berusaha maksimal untuk meraih poin penuh," tegasnya.
Untuk laga selanjutnya, Persijap akan menjamu Persikabo 1973 di Stadion BPD Jepara pada Rabu (23/8/2023). Widodo berharap timnya bisa bangkit dan memberikan penampilan yang lebih baik.
"Kita harus belajar dari kekalahan ini. Semua kesalahan harus diperbaiki. Saya yakin jika kita bisa fokus dan bekerja keras, kita bisa meraih hasil yang lebih baik di laga selanjutnya," pungkasnya.
Komentar (0)