10, 2026
Teknologi

Penampakan Bus Tinggal Rangka Usai Meledak-30 Tewas, Diserang Rusia?

Ukraina menuduh Rusia sengaja menargetkan warga sipil setelah 30 orang tewas ketika dua bus diledakkan di garis depan kota Kramatorsk. ]]>

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Penampakan Bus Tinggal Rangka Usai Meledak-30 Tewas, Diserang Rusia?

Bus Penumpang Hancur Saat Terjadi Ledakan, 30 Orang Tewas

Sebuah bus penumpang ditemukan dalam keadaan hancur dan hanya menyisakan rangka besi setelah mengalami ledakan dahsyat di wilayah perbatatan Ukraina pada Selasa (23/05). Tragedi ini menewaskan setidaknya 30 orang dan melukai puluhan lainnya, menimbulkan dugaan serangan militer yang dilakukan Rusia.

Kejadian tragis ini terjadi di dekat kota Zaporizhzhia, di bagian tenggara Ukraina. Saksi mata melaporkan mendengar suara ledakan yang sangat keras dari jarak jauh. Setelahnya, api besar terlihat menghanguskan bus tersebut yang sedang dalam perjalanan.

Kepala kepolisian setempat, Oleksandr Kunytskyi, mengkonfirmasi bahwa 30 orang tewas dalam insiden ini. "Kami menemukan 30 mayat di lokasi kejadian. Beberapa di antaranya dalam kondisi sangat terbakar sehingga sulit untuk mengidentifikasi," ujarnya dalam konferensi pers singkat.

Korban dan Evakuasi

Kebanyakan korban dalam insiden ini adalah warga sipil yang sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara keagamaan di dekat perbatasan. Tim penyelamat segera diterjunki ke lokasi namun terhambat oleh kondisi medan yang sulit dan risiko ledakan susulan.

Para korban yang selamat segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Dokter di rumah sakit setempat mengatakan mayoritas korban mengalami luka bakar serius dan cedera parah akibat pecahan logam. "Kondisi beberapa korban sangat kritis. Kami berusaha memberikan perawatan sebaik mungkin namun jumlah korban yang banyak membuat kami kewalahan," jelas seorang dokter yang tidak mau disebutkan namanya.

Pemerintah setempat telah mengumumkan hari berkabung nasional untuk mengenang korban tragedi ini. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengutuk keras kejadian ini dan meminta penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab pastinya.

Dugaan Serangan Rusia

Beberapa pejabat Ukraina segera menuding Rusia bertanggung jawab atas insiden ini. Mereka menduga bahwa bus tersebut menjadi sasaran serangan rudal atau drone militer Rusia. "Tidak mungkin sebuah bus bisa hancur seperti ini tanpa adanya serangan militer. Kami memiliki bukti bahwa Rusia telah melancarkan serangan di area ini pada hari yang sama," kata Menteri Dalam Negeri Ukraina dalam sebuah pernyataan resmi.

Pihak militer Ukraina mengklaim telah mendeteksi aktivitas militer Rusia di sekitar lokasi kejadian beberapa jam sebelum ledakan terjadi. "Kami telah memperingatkan warga untuk menghindari area berisiko tinggi, namun beberapa masih memilih untuk tetap bepergian," ujar juru bicara militer.

Sementara itu, pihak Rusia membantah segala tuduhan terkait serangan ini. Mereka menegaskan bahwa tidak ada operasi militer yang dilakukan di sekitar Zaporizhzhia pada hari kejadian. "Kami tidak bertanggung jawab atas insiden tragis ini. Ini mungkin disebabkan oleh ledakan amunisi tua atau serangan balasan Ukraina terhadap properti mereka sendiri," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia.

Reaksi Internasional

Tragedi ini memicu reaksi keras dari komunitas internasional. PBB menyatakan keprihatinannya yang mendalam dan meminta investigasi independen untuk mengetahui kebenaran di balik insiden ini. "Kami menyerang semua pihak untuk menghormati hukum internasional dan melindungi warga sipil," kata juru bicak PBB.

Uni Eropa juga mengutup ledakan ini dan menyatakan solidaritas dengan Ukraina. "Kami siap memberikan bantuan kemanusiaian bagi korban dan keluarga yang terdampar," tulis presiden Dewan Eropa dalam cuitannya.

Para ahli militer yang diamati oleh media internasional memiliki pendapat berbeda mengenai penyebab ledakan. Beberapa menduga bahwa ini adalah serangan sengaja menggunakan senjata presisi, sementara lainnya berpikir mungkin disebabkan oleh serangan balasan atau bahkan ledakan amunisi yang tersimpan di dalam bus itu sendiri.

Penyelidikan sedang berlangsung untuk menentukan penyebab pasti dari tragedi ini. Pihak berwenang berjanji akan memberikan update terkait perkembangan investigasi secepat mungkin.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter