Banjir Bandang Hantam Padang, Warga Panik dan Evakuasi Berlangsung Dramatis
Banjir bandang melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatra Barat, pada Kamis (6/2/2025) dini hari. Air bercampur lumpur dan material kayu datang tiba-tiba dari arah hulu sungai setelah hujan deras mengguyur sejak Rabu malam. Peristiwa ini memicu kepanikan warga yang sebagian besar sedang tertidur. Evakuasi berlangsung dramatis ketika petugas gabungan harus menembus arus deras untuk mencapai permukiman yang terisolasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir paling parah terjadi di Kecamatan Padang Selatan, Padang Timur, dan Lubuk Begalung. Ketinggian air dilaporkan mencapai satu hingga dua meter di beberapa titik, terutama di kawasan yang berada dekat bantaran sungai. Warga yang rumahnya terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, sementara sebagian lainnya terjebak di lantai dua bangunan.
Kronologi Kejadian
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan hulu Sungai Batang Arau dan Batang Kuranji sejak pukul 22.00 WIB. Sekitar pukul 01.30 WIB, air mulai meluap ke permukiman warga. Debit air yang meningkat cepat disertai material lumpur, batu, dan batang pohon membuat situasi semakin berbahaya. Warga yang menyadari datangnya banjir berusaha menyelamatkan diri dengan membawa barang berharga seadanya.
"Air naik sangat cepat. Dalam hitungan menit, rumah kami sudah terendam sampai dada orang dewasa," ujar Rina Marlina, warga Kelurahan Seberang Padang, saat ditemui di lokasi pengungsian. Ia mengaku hanya sempat menyelamatkan anak-anaknya tanpa membawa dokumen penting.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sedikitnya 450 kepala keluarga terdampak dan ratusan rumah rusak ringan hingga berat. Sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah, masjid, dan jembatan penghubung antarkelurahan, juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Evakuasi Dramatis di Tengah Arus Deras
Proses evakuasi menjadi momen paling menegangkan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan harus menggunakan perahu karet untuk menjangkau warga yang terisolasi. Di beberapa lokasi, arus air yang deras membuat perahu sulit dikendalikan. Petugas terpaksa menambatkan tali ke tiang rumah untuk menarik perahu mendekati korban.
Salah satu momen dramatis terjadi di Kelurahan Koto Lalang. Seorang ibu lanjut usia yang sakit tidak bisa berjalan harus digendong petugas melewati genangan air setinggi pinggang. Proses evakuasi berlangsung hampir satu jam karena medan yang licin dan minim penerangan. Warga sekitar yang masih bertahan di atap rumah ikut membantu dengan memberikan penerangan menggunakan lampu senter.
Selain evakuasi manusia, petugas juga melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal. Hingga Kamis siang, tim gabungan masih melakukan pendataan di lokasi-lokasi yang sebelumnya terisolasi.
Kerusakan dan Dampak
Banjir bandang ini menyebabkan sejumlah ruas jalan utama tertutup lumpur dan material kayu. Akses menuju kawasan Padang Selatan sempat lumpuh total selama beberapa jam. Kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa melintas karena jalan tertimbun lumpur setebal 30 sentimeter di beberapa titik.
Aliran listrik di beberapa kelurahan juga padam sejak dini hari. PT PLN menyatakan pemadaman dilakukan untuk mencegah korsleting dan bahaya tersengat listrik. Pasokan air bersih ikut terganggu karena sejumlah instalasi PDAM mengalami kerusakan.
Dari sisi korban jiwa, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban meninggal. Namun, tim medis dilaporkan menangani sejumlah warga yang mengalami luka ringan, hipotermia, dan gangguan pernapasan akibat menghirup udara dingin saat mengungsi.
Respons Pemerintah dan Langkah Darurat
Wali Kota Padang menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari ke depan. Posko pengungsian didirikan di beberapa titik, seperti kantor kelurahan, sekolah, dan masjid. Dapur umum juga didirikan untuk menyediakan makanan bagi para pengungsi.
"Prioritas kami adalah evakuasi, penyediaan kebutuhan dasar, dan pemulihan akses. Kami mengimbau warga tetap waspada karena potensi hujan susulan masih tinggi," ujar Wali Kota dalam keterangan resminya.
Bantuan logistik mulai berdatangan dari pemerintah provinsi dan lembaga kemanusiaan. Tenda pengungsian, selimut, makanan siap saji, dan air bersih didistribusikan ke lokasi terdampak. Pemerintah juga mengerahkan alat berat untuk membersihkan lumpur dan material yang menutup jalan.
Peringatan Dini dan Antisipasi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan.
Pengamat lingkungan menilai banjir bandang ini tidak lepas dari perubahan tata guna lahan di kawasan hulu. Alih fungsi lahan dan berkurangnya daerah resapan air mempercepat aliran permukaan saat hujan deras. Mereka mendesak pemerintah untuk memperkuat mitigasi bencana dan menertibkan pembangunan di kawasan hulu sungai.
Hingga Kamis malam, proses evakuasi dan pembersihan masih berlangsung. Warga yang mengungsi berharap bantuan terus mengalir dan pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak. Banjir bandang ini menjadi pengingat bahwa Kota Padang masih menghadapi ancaman serius dari bencana hidrometeorologi.
Komentar (0)