22, 2026
Teknologi

Pengakuan Michael Carrick usai MU Dihajar Klub Milik Orang Kaya Indonesia

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/14/6aa6e7b76fd09-pelatih-manchester-united-michael-carrick_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, mengakui bahwa timnya tampil jauh di bawah standar setelah dibantai klub milik orang kaya Indonesia, Como 1907, dalam laga yang berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Carrick tidak berusaha mencari pembenaran atas hasil buruk tersebut dan menyebut kekalahan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya sebagai pelatih.

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Carrick menyatakan bahwa Manchester United kalah dalam hampir semua aspek permainan. Menurutnya, anak asuhnya kesulitan menjaga penguasaan bola, terlalu mudah kehilangan bola di area tengah, dan gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan.

Pengakuan Carrick: Kekalahan Sepenuhnya Tanggung Jawab Pelatih

"Saya tidak akan mencari alasan. Kami kalah karena kami tidak bermain cukup baik, dan itu tanggung jawab saya," kata Carrick, seperti dilansir dari keterangan resmi klub. Ia menegaskan bahwa hasil ini tidak berkaitan dengan faktor kebugaran, jadwal padat, maupun kondisi lapangan, melainkan murni karena kualitas permainan yang ditampilkan timnya.

Carrick menilai para pemain Manchester United tampil tanpa keberanian mengambil keputusan di sepertiga akhir lapangan. Ia menyoroti banyaknya umpan yang terburu-buru serta minimnya pergerakan tanpa bola yang membuat lini serang mudah dibaca dan diantisipasi pertahanan lawan.

"Kami terlalu sering bermain mundur, terlalu sering memilih jalan aman. Ketika menghadapi tim yang bertahan dengan disiplin seperti Como, cara bermain seperti itu tidak akan cukup," ujarnya.

Lini Belakang Jadi Sorotan

Mantan gelandang Manchester United itu secara khusus menyoroti lemahnya organisasi pertahanan timnya. Ia menilai gol-gol yang bersarang ke gawang Manchester United lahir dari kesalahan sendiri, mulai dari kelengahan dalam menjaga ruang, keterlambatan dalam menutup pergerakan lawan, hingga kesalahan individu dalam mengantisipasi bola.

"Kami memberi mereka terlalu banyak ruang dan terlalu banyak waktu. Di level ini, kesalahan kecil akan langsung dihukum," kata Carrick.

Meski demikian, Carrick menolak menyalahkan satu atau dua pemain secara personal. Ia menekankan bahwa sepak bola adalah permainan kolektif sehingga buruknya performa tim tidak bisa dibebankan kepada individu tertentu.

Apresiasi untuk Como 1907

Carrick juga memberikan penghormatan kepada Como 1907. Menurutnya, klub yang bermarkas di kawasan Danau Como tersebut tampil dengan rencana permainan yang jelas, disiplin, dan efisien dalam memanfaatkan peluang.

"Kredit untuk mereka. Mereka tahu apa yang ingin mereka lakukan dan mereka melakukannya dengan sangat baik. Kami harus mengakui itu," tuturnya.

Como 1907 diketahui berada dalam kendali kelompok usaha milik keluarga Hartono, konglomerat asal Indonesia yang juga memiliki jaringan bisnis di sektor rokok dan perbankan melalui Djarum Group. Sejak mengambil alih kepemilikan klub, Como tercatat melakukan sejumlah investasi besar, baik untuk infrastruktur maupun skuad, sehingga perlahan menempatkan diri sebagai kekuatan baru di sepak bola Italia.

Tekanan Mulai Meningkat di Manchester United

Kekalahan ini menambah tekanan terhadap Carrick, yang ditunjuk menangani Manchester United dengan harapan mampu membawa kembali identitas permainan klub. Sejumlah pengamat mulai mempertanyakan konsistensi performa tim, terutama ketika menghadapi lawan yang bermain dengan intensitas tinggi dan bertahan secara terorganisasi.

Carrick mengaku menyadari besarnya tuntutan yang menyertai posisinya. Namun ia menegaskan tidak akan menghindar dari kritik dan memilih fokus pada perbaikan.

"Saya tahu standar di klub ini. Saya tahu apa yang diharapkan dari tim ini. Kritik adalah bagian dari pekerjaan ini, dan saya menerimanya," ujarnya.

Fokus pada Perbaikan Internal

Pelatih berusia 44 tahun itu menyebut timnya akan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari rekaman pertandingan hingga sesi latihan. Ia menekankan pentingnya memperbaiki struktur permainan, terutama dalam transisi bertahan dan ketenangan saat menguasai bola.

"Kami harus kembali ke dasar. Bekerja lebih keras, lebih disiplin, dan lebih berani. Tidak ada jalan pintas," kata Carrick.

Ia juga berharap para pemain senior mengambil peran lebih besar di ruang ganti. Menurutnya, kepemimpinan di dalam tim sangat dibutuhkan ketika hasil buruk mulai menekan mental para pemain muda.

Dukungan Manajemen dan Agenda Berikutnya

Meski hasil ini menuai kritik, Carrick menyatakan belum ada pembicaraan khusus dengan manajemen mengenai posisinya. Ia mengaku tetap mendapat dukungan untuk melanjutkan pekerjaan dan memperbaiki performa tim.

"Saya berbicara dengan mereka seperti biasa. Fokus kami sekarang adalah pertandingan berikutnya," ujarnya.

Manchester United dijadwalkan kembali berlaga dalam waktu dekat. Carrick menegaskan tidak ada pilihan lain bagi timnya selain merespons kekalahan ini dengan kemenangan agar tekanan tidak semakin membesar.

"Kami tidak punya waktu untuk meratapi hasil ini terlalu lama. Kami harus bangkit, dan cara satu-satunya adalah dengan bekerja," kata Carrick.

Bagi Manchester United, kekalahan dari klub milik pengusaha Indonesia itu menjadi peringatan serius bahwa reputasi besar tidak cukup untuk meraih hasil di lapangan. Carrick pun mengakui bahwa timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah sebelum bisa kembali bersaing di level yang diharapkan publik Old Trafford.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter