30, 2026
Nasional

Pengakuan Pemeran A Day in My Life, Alasan Mereka Buat Puluhan Video Porno Gay

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/21/6ab14fed6cd29-polisi-tangkap-pria-kanan-pemeran-konten-asusila-sesama-jenis-gay-bertajuk-a-day-in-my-life_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pengakuan Pemeran "A Day in My Life", Alasan Mereka Buat Puluhan Video Porno Gay

Sebuah kasus penyebaran konten porno sesama jenis bertajuk "A Day in My Life" menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Polisi telah berhasil membongkar jaringan produksi video porno yang diduga melibatkan puluhan pria dengan berbagai profesi. Dalam pengakuannya, para pemeran mengungkap alasan mereka terjun ke dunia produksi video porno meski tahu bahwa aksi tersebut melanggar hukum.

Kasus ini terbongkar saat polisi menangkap seorang pria berinisial R (28) yang diduga sebagai otak pembuat konten porno tersebut. Dari pengungkapannya, polisi menemukan puluhan video dengan judul "A Day in My Life" yang menampilkan aksi tidak senonoh antara pria dengan pria. Video-video tersebut diduga telah disebarluaskan melalui platform media sosial dan aplikasi pesan.

Motivasi Terjun ke Dunia Porno

Dalam pengakuannya, R mengakui bahwa dirinya bersama para pemeran lain terjun ke dunia produksi video porno karena alasan finansial. "Kondisi ekonomi sulit membuat kami mencari cara cepat untuk menghasilkan uang," ujar R saat diperiksa polisi.

Para pemeran dalam video tersebut mengaku mendapatkan imbalan antara Rp5 juta hingga Rp15 juta per video, tergantung durasi dan adegan yang ditampilkan. "Uang yang ditawarkan sangat menggiurkan, jadi kami setuju untuk bermain dalam video tersebut meski tahu itu salah," kata salah seorang pemeran yang ingin menyembunyikan identitasnya.

R juga mengungkapkan bahwa para pemeran tersebut bukanlah orang yang secara terang-terangan menunjukkan orientasi seksualnya sebagai gay. "Sebagian dari mereka adalah orang biasa yang berprofesi sebagai karyawan swasta, pekerja lepas, dan mahasiswa. Mereka hanya melakukannya karena uang," jelasnya.

Modus Operandi Produksi dan Penyebaran

Menurut pengakuan R, produksi video "A Day in My Life" dilakukan secara rahasia di berbagai lokasi, mulai dari apartemen, hotel, hingga rumah kosong. "Kami biasa syuting di malam hari agar tidak terlihat oleh orang lain. Lokasinya sering berganti agar tidak dicurigai," ungkapnya.

Video-video tersebut kemudian diedit dan diunggah ke platform berbagi video dengan akses terbatas. Untuk mendapatkan akses lengkap, para penonton harus membayar biaya langganan atau transfer tertentu. "Sistemnya seperti langganan streaming, tapi isinya porno," jelas R.

Polisi juga menemukan bahwa jaringan ini telah beroperasi selama sekitar satu tahun dengan total produksi mencapai puluhan video. "Target kami adalah memproduksi minimal empat video setiap bulan agar pendapatannya stabil," kata R.

Tanggapan Polisi dan Dampak Sosial

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisar Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan bahwa penangkapan ini dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat. "Kami mendapat laporan adanya konten porno yang menyebar luas di media sosial. Setelah penyelidikan, kami berhasil mengidentifikasi pelaku dan jaringannya," jelas Argo.

Argo menegaskan bahwa penyebaran konten porno merupakan tindak pidana yang diancam dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Kami akan terus mengusut tuntas kasus ini dan tidak akan mengenal istilah ampun bagi pelaku kejahatan seperti ini," tegasnya.

Dampak sosial dari penyebaran konten ini dinilai sangat berbahaya. Psikolog klinis Dr. Siti Aminah mengatakan bahwa konten porno dapat memberikan dampak negatif terutama bagi remaja yang masih dalam tahap perkembangan. "Konten seperti ini dapat merusak persepsi tentang hubungan seks sehat dan normal. Ini juga dapat memicu perilaku seksual yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku," kata Siti.

Sementara itu, para pemeran yang terlibat dalam produksi video tersebut kini akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Mereka akan kita periksa sebagai saksi maupun tersangka tergantung peran dalam produksi ini," kata Argo menutup perbincangan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter