30, 2026
Nasional

Penyelam Tembus KM Virgo, Banyak Korban Terjebak di Kamar

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Operasi Penyelamatan KM Virgo: Penyelam Tembus Badan Kapal, Korban Diduga Terjebak di Kamar

Tim penyelam gabungan berhasil menembus badan Kapal Motor (KM) Virgo yang tenggelam di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sejumlah korban diduga masih terjebak di dalam kamar-kamar kapal yang berada di dek bawah. Kondisi arus laut serta visibilitas bawah air yang terbatas menjadi tantangan utama dalam upaya evakuasi.

KM Virgo dilaporkan mengalami kebocoran di bagian lambung saat melintas di sekitar perairan utara Jakarta. Kapal yang mengangkut penumpang dan barang tersebut tenggelam dengan posisi sebagian badan kapal masih berada di bawah permukaan air laut. Sejumlah penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan pelampung dan perahu nelayan yang melintas di sekitar lokasi. Namun, tidak sedikit yang belum ditemukan hingga operasi pencarian memasuki hari berikutnya.

Penyelam Menembus Lambung Kapal

Komandan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) menyatakan bahwa tim penyelam harus menembus bagian lambung kapal untuk bisa masuk ke dalam ruang akomodasi. Penembusan dilakukan dengan alat pemotong khusus karena akses pintu utama tertutup oleh puing dan arus bawah air yang cukup kuat. Menurut keterangan petugas di lapangan, langkah tersebut diambil setelah sonar mendeteksi keberadaan objek yang diduga kuat merupakan tubuh manusia di dalam beberapa kamar penumpang.

"Kami harus menembus bagian sisi kapal karena akses utama tidak memungkinkan. Di dalam, kondisi ruangan sempit dan gelap. Banyak korban diduga masih terjebak di kamar-kamar," ujar salah satu petugas penyelam di lokasi, seperti dikutip dari keterangan resmi tim gabungan.

Operasi penyelaman dilakukan secara bergantian dengan durasi terbatas, mengingat kedalaman lokasi dan tekanan air yang membahayakan keselamatan penyelam. Setiap penyelam dibekali tabung oksigen tambahan serta peralatan komunikasi bawah air untuk berkoordinasi dengan tim di permukaan.

Kendala Cuaca dan Arus Laut

Faktor cuaca menjadi penghambat serius dalam proses evakuasi. Gelombang tinggi serta arus bawah laut yang deras membuat tim penyelam sulit mempertahankan posisi saat memasuki badan kapal. Kondisi ini juga memperlambat proses pengangkatan korban ke permukaan. Tim medis dan petugas SAR telah disiagakan di atas kapal penyelamat untuk langsung menangani korban begitu berhasil dievakuasi.

Selain penyelam, operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, termasuk Basarnas, TNI Angkatan Laut, polisi perairan, serta relawan nelayan setempat. Mereka menyisir area sekitar lokasi tenggelamnya kapal dengan menggunakan perahu karet dan kapal patroli. Pemindaian bawah air juga dilakukan untuk memastikan tidak ada kantong-kantong korban lain yang belum terdeteksi.

Daftar Korban dan Identifikasi

Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban selamat dan korban meninggal masih dalam proses pendataan. Pihak berwenang belum merilis secara resmi jumlah penumpang yang berada di dalam kapal saat kejadian. Sejumlah keluarga korban berkumpul di dermaga menunggu informasi mengenai nasib anggota keluarga mereka.

Proses identifikasi korban dilakukan di rumah sakit terdekat dengan melibatkan tim forensik. Data ante mortem dikumpulkan dari keluarga untuk mempercepat pencocokan identitas. Sejumlah jenazah yang berhasil dievakuasi telah dibawa ke instalasi kedokteran forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penyelidikan Penyebab Tenggelamnya Kapal

Otoritas pelabuhan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menyelidiki penyebab pasti tenggelamnya KM Virgo. Dugaan awal mengarah pada kebocoran lambung yang disebabkan oleh cuaca buruk dan kelebihan muatan. Pemeriksaan akan mencakup kelayakan kapal, jumlah penumpang, serta prosedur keselamatan yang dijalankan sebelum keberangkatan.

Pengamat transportasi laut menilai insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kapal penumpang, terutama yang beroperasi di perairan padat lalu lintas seperti Kepulauan Seribu. Mereka mendesak agar standar keselamatan, termasuk ketersediaan pelampung dan jalur evakuasi, dipastikan berfungsi dengan baik sebelum kapal berlayar.

Tim gabungan menyatakan operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan. Fokus utama saat ini adalah evakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam kamar-kamar kapal, seiring dengan membaiknya kondisi cuaca di lokasi kejadian.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter