Penyesalan Radja Nainggolan: Saya Bisa 15 Tahun Berseragam Skuad Garuda
Dunia sepak bola Indonesia dibuat heboh dengan pernyataan mengejutkan dari gelandang berbakat Radja Nainggolan. Pemain yang kini membela klub Serie A Italia, Cagliari, mengaku menyesali tidak pernah memperkuat tim nasional Indonesia. Dalam wawancara eksklusif, Nainggolan menyatakan jika dirinya bisa bermain untuk Skuad Garuda selama 15 tahun lamanya.
Nainggolan yang berusia 30 tahun ini mengungkap penyesalannya saat diwawancarai oleh media Italia. Ia mengaku jika selama ini ia merasa terhambat oleh aturan FIFA yang mengharuskan pemain untuk memiliki kewarganegaraan negara yang akan diwakilinya sebelum usia 21 tahun. "Saya merasa sangat menyesali. Saya bisa bermain untuk Indonesia selama 15 tahun lamanya, tetapi saya tidak diizinkan," ujar Nainggolan.
Asal Usul dan Potensi yang Terbuang
Radja Nainggolan lahir di Antwerp, Belgia pada 4 Mei 1988 dari ayah berdarah Indonesia dan ibu berdarah Belgia. Karena memiliki darah Indonesia dari ayahnya, Nainggolan memenuhi syarat untuk memperkuat tim nasional Indonesia. Sayangnya, ia memilih untuk membela Belgia sejak level junior hingga senior.
Karir internasional Nainggolan bersama Belgia cukup cemerlang. Ia telah tampil dalam berbagai turnamen internasional termasuk Piala Dunia 2018 dan Euro 2016. Namun, kini ia menyatakan penyesalan karena merasa bisa memberikan kontribusi lebih besar untuk Indonesia.
"Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Jika saya bisa bermain untuk Garuda, saya yakin kami bisa menjadi tim yang dihormati di Asia bahkan dunia," tambahnya.
Kendala Aturan FIFA
Menurut aturan FIFA, pemain yang ingin bermain untuk negara lain di level senior harus memenuhi beberapa syarat. Salah satunya adalah pemain harus memiliki kewarganegaraan negara yang akan diwakilinya sebelum mencapai usia 21 tahun, atau memiliki hubungan keluarga (orang tua atau kakek/nenek) yang lahir di negara tersebut.
Nainggolan memenuhi syarat kedua karena ayahnya lahir di Indonesia. Namun, karena ia sudah memilih untuk bermain untuk Belgia sebelum usia 21 tahun, ia tidak lagi diizinkan untuk berpindah ke tim nasional lain di level senior.
"Saya sudah mencoba untuk membawa masalah ini ke FIFA beberapa tahun lalu, tetapi jawabannya tetap sama. Saya sudah terlambat," tutur Nainggolan dengan nada sedih.
Reaksi dari Pihak Terkait
Pernyataan Nainggolan ini langsung mendapat respons dari berbagai pihak di Indonesia. PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) menyatakan bahwa mereka akan menyelidiki kembali kasus ini.
"Kami akan menghubungi FIFA untuk memastikan apakah masih ada peluang bagi Radja untuk memperkuat Indonesia. Kita tahu bahwa ada beberapa pemain lain yang berhasil mengubah afiliasi internasional mereka meski sudah bermain untuk negara lain di level junior," ujar sepetinggi PSSI yang tidak mau disebutkan namanya.
Sementara itu, mantan pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, Indonesia telah kehilangan potensi luar biasa dengan tidak adanya Nainggolan di skuad Garuda.
"Radja adalah pemain kelas dunia. Jika dia bisa memperkuat Indonesia, itu akan menjadi loncatan bagi sepak bola kita. Sayang sekali ini tidak terjadi," ujar Riedl.
Harapan untuk Pemain Muda
Meski penyesalannya terlambat, Nainggolan tetap memberikan harapan bagi para pemain muda Indonesia yang memiliki darah ganda. Ia menyarankan agar para pemain Indonesia di luar negeri memilih untuk memperkuat Indonesia sejak dini.
"Jangan buat kesalahan seperti saya. Jika kamu memiliki kesempatan untuk memperkuat Indonesia, ambillah. Negara ini butuhmu dan kamu bisa menjadi bagian dari sejarah sepak bola Indonesia," pesan Nainggolan.
Karir Nainggolan di level klub cukup cemerlang. Ia pernah membela klub-klub besar seperti Inter Milan dan AS Roma sebelum pindah ke Cagliari. Dengan kemampuan yang dimilikinya, banyak pihak berpendapat bahwa kehadirannya di timnas Indonesia akan meningkatkan kualitas skuad Garuda secara signifikan.
Saat ini, Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan kualitas tim nasionalnya. Berbagai program pengembangan pemain telah dilakukan, termasuk program untuk pemain yang berkarir di luar negeri. Keinginan Nainggolan untuk memperkuat Indonesia meski terlambat, diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para pemain muda Indonesia lainnya.
Komentar (0)