Persija Jakarta Tegaskan Sikap, Aparat Diminta Usut Tuntas Penyerangan Rombongan EPA Persib
Persija Jakarta menegaskan sikatnya terkait insiden penyerangan terhadap rombongan Eksekutif Pendukung Aktif (EPA) Persib Bandung saat akan menghadapi laga pekan ke-30 Liga 1 2022/2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (25/3/2023). Manajemen Macan Kemayoran menegarakan bahwa pihaknya akan mendukung penuh upaya aparat keamanan dalam mengusut tuntas kasus penyerangan yang menimpa pendukung tim asal Jawa Barat ini.
Insiden penyerangan terjadi saat rombongan EPA Persib sedang dalam perjalanan menuju SUGBK. Kelompok pendukung Persib yang didominasi oleh Bobotoh ini menjadi sasaran serangan dari sejumlah orang tak dikenal di sekitar Jalan Rasuna Said, Jakarta Pusat. Aparat keamanan yang berjaga di lokasi pun turun tangan untuk mengamankan para korban dan membubarkan para pelaku penyerangan.
Respon Manajemen Persija
Ketua Umum Persija Jakarta, Ferry Paulus, menegaskan bahwa klub tidak akan mengizinkan adanya aksi kekerasan dalam konteks persaingan sepak bola. Ia menyatakan kekecewaan atas insiden yang menimpa EPA Persib dan menegaskan sikap tegas klub dalam menolak segala bentuk kekerasan.
"Persija Jakarta mengecam tegas aksi kekerasan yang menimpa rombongan EPA Persib. Kita tidak akan mengizinkan hal seperti ini terulang dalam konteks sepak bola. Kita minta aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku," ujar Ferry Paulus dalam konferensi pers usai laga.
Ferry menambahkan bahwa Persija selalu mengedepankan sportivitas dan fair play dalam setiap pertandingan. Ia memastikan bahwa suporter Persija, yang dikenal dengan Jakmania, tidak akan melakukan tindakan yang merusak citra sepak bola Indonesia.
Permintaan Penyelidikan Tuntas
Manajemen Persija Jakarta secara resmi mengirimkan surat ke pihak kepolisian untuk meminta penyelidikan yang transparan dan tuntas terkait insiden penyerangan tersebut. Dalam surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Umum Persija, Yunus Nuryanto, klub meminta agar aparat keamanan dapat mengungkap motif di balik aksi penyerangan tersebut.
"Kita minta agar penyidik dapat mengungsi siapa pelakunya, apa motifnya, dan apakah ada keterlibatan pihak tertentu dalam insiden ini. Kita juga meminta agar korban dapat diberikan perlindungan yang memadai selama proses penyelidikan berlangsung," jelas Yunus.
Yunus menegaskan bahwa Persija tidak akan membiarkan kasus ini berakhir tanpa penyelesaian yang memuaskan. Ia menambahkan bahwa klub siap bekerja sama dengan pihak kepolisian dan juga manajemen Persib untuk mendorong tercapainya keadilan dalam kasus ini.
Reaksi dari EPA Persib
Sementara itu, Ketua Umum EPA Persib, Asep Suhendar, menyatakan kekecewaan dan prihatin atas insiden yang menimpa anggotanya. Ia mengaku bahwa rombongan EPA Persib menjadi sasaran serangan di tengah perjalanan menuju stadion.
"Kami sedang dalam perjalanan menuju stadion untuk mendukung tim kesayangan kami, tiba-tiba kami diserang oleh sejumlah orang. Kami tidak tahu siapa mereka dan apa motifnya. Beberapa anggota kami mengalami luka ringan dalam insiden ini," ujar Asep.
Asep menambahkan bahwa EPA Persib selalu mengedepankan sportivitas dan tidak pernah melakukan provokasi terhadap suporter tim lain. Ia meminta pihak kepolisian untuk segera menindak tegas para pelaku penyerangan agar tidak terulang kembali.
Langkah Pencegahan ke Depan
Untuk mencegah terulangnya insiden serupa, Persija Jakarta bersama dengan manajemen Persib sepakat untuk mengintensifkan komunikasi dan koordinasi menjelang pertandingan selanjutnya. Kedua klub juga akan bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk memastikan keamanan dan ketertiban terjaga selama pertandingan.
"Kita akan intensifkan komunikasi dengan Persib dan pihak kepolisian untuk memastikan tidak ada lagi insiden serupa yang terjadi. Kita harus menjaga citra sepak bola Indonesia agar tetap positif di mata masyarakat," pungkas Ferry Paulus.
Dengan insiden ini, harapan agar persaingan sepak bola di Indonesia dapat berlangsung dalam suasana sportif dan damai semakin mendesak. Keterlibatan pihak keamanan dalam mengusut tuntas kasus ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar sepak bola Indonesia benar-benar menjadi ajang persatuan dan kesatuan.
Komentar (0)