13, 2026
Nasional

Percepat Pembiayaan Koperasi di 2027, LPDB Siap Sistem Innovative Credit Scoring

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/12/6acd093fa1514-direktur-utama-lpdb-koperasi-krisdianto_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Percepat Pembiayaan Koperasi di 2027, LPDB Siap Sistem Innovative Credit Scoring

Lembaga Pembiayaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LPDB) menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat akses pembiayaan bagi koperasi di Indonesia. Melalui penerapan sistem Innovative Credit Scoring, LPDB bertujuan meningkatkan penetrasi pembiayaan hingga 50 persen pada tahun 2027. Kepala LPDB, Krisdianto, mengungkapkan bahwa inovasi ini akan menjadi solusi bagi tantangan yang selama ini dihadapi koperasi dalam memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan.

Dalam konferensi pers yang digunakan pada Rabu (12/10/2026), Krisdianto menjelaskan bahwa sistem Innovative Credit Scoring yang dikembangkan LPDB akan menggabungkan berbagai data transaksional perilaku koperasi. Sistem ini mampu mengevaluasi kelayakan pembiayaan dengan lebih akurat dan cepat, tanpa bergantung sepenuhnya pada jaminan fisik atau riwayat kredit formal yang seringkang menjadi kendala bagi koperasi.

Transformasi Akses Pembiayaan Koperasi

LPDB menyadari bahwa koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, akses pembiayaan masih menjadi tantangan utama yang menghambat pertumbuhan dan pengembangan koperasi. Krisdianto menyoroti bahwa kurangnya akses pembiayaan ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah ketidakmampuan koperasi dalam memenuhi persyaratan administratif yang kompleks dan kurangnya data keuangan yang transparan.

"Sistem Innovative Credit Scoring yang kami kembangkan akan menggunakan teknologi data analitik untuk mengevaluasi potensi koperasi. Kami tidak hanya melihat dari laporan keuangan formal, tetapi juga melihat pola transaksi, kepatuhan membayar, dan potensi pertumbuhan koperasi," jelas Krisdianto.

Dengan sistem ini, LPDB berharap dapat mengurangi rasio non-performing loan (NPL) sekaligus meningkatkan jumlah koperasi yang mendapatkan akses pembiayaan. Krisdianto menambahkan bahwa LPDB akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait, asosiasi koperasi, dan lembaga keuangan untuk mensukseskan implementasi sistem ini.

Teknologi Sebagai Pilar Utama

Inovasi ini menempatkan teknologi sebagai pilar utama dalam transformasi akses pembiayaan koperasi. Sistem Innovative Credit Scoring akan mengintegrasikan data dari berbagai sumber, termasuk data transaksi koperasi, data pemerintah, dan data perilaku digital. Dengan pendekatan ini, LPDB mampu memberikan penilaian kredit yang lebih komprehensif dan objektif.

"Kami mengandalkan teknologi big data dan artificial intelligence untuk menganalisis berbagai variabel yang mempengaruhi kelayakan pembiayaan. Sistem ini terus belajar dan berkembang seiring dengan semakin banyaknya data yang masuk," ujar Krisdianto.

LPDB juga menyadari bahwa implementasi sistem ini harus disertai dengan peningkatan literasi digital bagi koperasi. Oleh karena itu, LPDB akan menyelenggarakan program pelatihan dan pendampingan untuk membantu koperasi memahami dan memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan.

Target Pembiayaan 2027

Dengan sistem Innovative Credit Scoring ini, LPDB menargetkan dapat meningkatkan penetrasi pembiayaan bagi koperasi menjadi 50 persen pada tahun 2027. Saat ini, penetrasi pembiayaan koperasi baru mencapai sekitar 25 persen dari total kebutuhan modal kerja koperasi di Indonesia.

Krisdianto menegaskan bahwa target ini realistis mengingat potensi yang dimiliki koperasi di Indonesia. "Koperasi merupakan tulang punggung ekonomi rakyat. Dengan akses pembiayaan yang lebih baik, koperasi dapat berkembang lebih pesat, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional," katanya.

Untuk mencapai target ini, LPDB akan mengalokasikan dana sebesar Rp 1 triliun untuk program pembiayaan koperasi pada tahun 2027. Dana ini akan disalurkan melalui berbagai skema pembiayaan, mulai dari pembiayaan modal kerja, investasi, hingga pembiayaan untuk program digitalisasi koperasi.

Respons Positif dari Ekosistem Koperasi

Inisiatif LPDB ini mendapat respons positif dari berbagai pihak di ekosistem koperasi. Ketua Umum Asosiasi Koperasi Indonesia (AKI), Budi Waseso, menyambut baik langkah LPDB dalam mengembangkan sistem Innovative Credit Scoring. Menurutnya, inovasi ini akan menjadi solusi bagi koperasi yang kesulitan memenuhi persyaratan pembiayaan konvensional.

"Sistem ini akan membuka peluang lebih luas bagi koperasi untuk mengakses pembiayaan. Koperasi tidak lagi terbatas pada kriteria keuangan formal, tetapi dapat menunjukkan potensi dan kelayakan melalui berbagai indikator lain," ujar Budi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Penjaminan Kredit Koperasi (LPKK), Siti Aminah, menambahkan bahwa kolaborasi antara LPDB, LPKK, dan lembaga keuangan akan menjadi kunci keberhasilan implementasi sistem ini. "Kita perlu membangun ekosistem yang saling mendukung agar inovasi ini dapat memberikan dampak maksimal bagi koperasi," kata Siti.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, LPDB yakin bahwa target percepatan pembiayaan koperasi pada tahun 2027 dapat tercapai. Inovasi dalam sistem penilaian kredit diharapkan akan menjadi titik balik bagi perkembangan koperasi di Indonesia, mewujudkan visi koperasi sebagai motor penggerak perekonomian rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter