12, 2026
Teknologi

Perkuat Mitigasi Banjir dari Hulu Aceh, Progres Sabo Dam Papelah Capai 50%

Pembangunan Sabo Dam Pepelah di Gayo Lues, Aceh, mencapai 50% untuk mengendalikan sedimentasi dan mengurangi risiko bencana di DAS Lesten.]]>

Rizal Fahmi
Rizal Fahmi Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Perkuat Mitigasi Banjir dari Hulu Aceh, Progres Sabo Dam Papelah Capai 50%

Perkuat Mitigasi Banjir dari Hulu Aceh, Progres Sabo Dam Papelah Capai 50%

Pemerintah Aceh terus menggenjot pembangunan Sabo Dam Papelah sebagai bagian dari strategi mitigasi banjir di hulu sungai Aceh. Proyek yang menjadi bagian dari upaya penanggulangan banjir di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ini telah mencapai progres 50 persen hingga akhir tahun 2023. Sabo Dam yang dibangun di aliran Sungai Aceh ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir yang sering terjadi di wilayah pesisir Aceh, khususnya di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Tujuan dan Pentingnya Sabo Dam Papelah

Sabo Dam Papelah merupakan proyek strategis yang dibangun untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah pesisir Aceh. Banjir yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dan aliran air dari hulu sungai Aceh telah menyebabkan kerugian materiil dan korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir. Proyek ini bertujuan untuk menahan aliran air guna mengurangi volume air yang mengalir ke hilir, terutama saat musim hujan tiba.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, Ir. M. Thalib, Sabo Dam Papelah dirancang dengan kapasitas 1,5 juta meter kubik air. "Dengan kapasitas tersebut, sabo dam ini diharapkan dapat menahan air hujan dari hulu sehingga tidak langsung mengalir ke hilir dan menyebabkan banjir," ujarnya saat ditemui di lokasi proyek.

Pembangunan sabo dam ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah Aceh dalam mengatasi masalah banjir. Selain Sabo Dam Papelah, pemerintah juga merencanakan pembangunan sabo dam lainnya di beberapa titik aliran sungai di Aceh. Upaya ini dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah yang rawan banjir.

Progres Pembangunan dan Tantangan yang Dihadapi

Progres pembangunan Sabo Dam Papelah saat ini telah mencapai 50 persen sejak proyek dimulai pada tahun 2021. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 300 miliar ini dikerjakan oleh konsorsium beberapa kontraktor nasional dengan pengawasan ketat dari pemerintah daerah dan pusat.

"Kami sudah menyelesaikan pekerjaan konstruksi bendungan, sistem pengendali air, dan sebagian besar pekerjaan pendukung lainnya. Saat ini kami fokus pada pengerjaan saluran pembuang dan sistem pengendali kualitas air," jelas Kepala Proyek Sabo Dam Papelah, Ir. Hasanuddin.

Meski progresnya terus meningkat, pembangunan sabo dam ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah kondisi geografis yang berbatu dan curam di lokasi pembangunan. Selain itu, cuaca Aceh yang sering hujan juga sering mengganggu jalannya pekerjaan.

"Kita juga menghadapi tantangan dalam hal pengurusan lahan. Beberapa bagian lahan yang dibutuhkan masih milik masyarakat lokal sehingga perlu proses tukar menukar lahan yang membutuhkan waktu dan negosiasi yang matang," tambah Hasanuddin.

Dampak Positif bagi Masyarakat Aceh

Selesai dibangun, Sabo Dam Papelah diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh, terutama dalam mengurangi risiko banjir. Banjir yang sering terjadi di Banda Aceh dan sekitarnya telah mengakibatkan kerugian materiil yang sangat besar selama ini.

Selain itu, sabo dam ini juga diharapkan dapat mengatur aliran air guna keperluan irigasi pertanian di sekitar wilayah hulu. Dengan adanya pengaturan aliran air, produktivitas pertanian di Aceh dapat meningkat.

Pemerintah juga berencana mengembangkan kawasan sekitar sabo dam sebagai objek wisata edukasi dan rekreasi. "Kami akan membangun taman wisata edukasi di sekitar sabo dam untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi air dan lingkungan," jelas Thalib.

Target Penyelesaian dan Rencana Lanjutan

Berdasarkan rencana, Sabo Dam Papelah rencananya akan selesai pada tahun 2024. Setelah selesai, sabo dam ini akan dioperasikan secara maksimal untuk mengurangi risiko banjir di wilayah pesisir Aceh.

Pemerintah Aceh juga telah merencanakan pembangunan sabo dam lainnya di beberapa titik aliran sungai di provinsi tersebut. Proyek-proyek tersebut akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan anggaran yang tersedia dan prioritas wilayah.

"Setelah Sabo Dam Papelah selesai, kami akan fokus pada pembangunan sabo dam di hulu Alas dan Kuala Langsa. Tujuannya sama, untuk mengurangi risiko banjir dan mengatur aliran air di Aceh," pungkas Thalib.

Artikel Selanjutnya →

Surplus Energi adalah Strategic Asset

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizal Fahmi

Menulis review produk kesehatan, suplemen, dan teknologi wearables.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter