12, 2026
Nasional

Gempa M 5,7 Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa magnitudo (M) 5,7 mengguncang Pohuwato, Gorontalo. Pusat gempa berada di 29 Km barat laut Pohuwato.]]>

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gempa M 5,7 Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M 5,7 Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,7 mengguncang Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada Rabu (26/7/2023) siang. Gempa yang terjadi sekitar pukul 12:58 WITA ini berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami namun warga di sekitar lokasi digunakan untuk bergerak keluar rumah sebagai antisipasi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (PDIKK) BMKG Abdul Muhari mengatakan gempa bumi ini terjadi akibat aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. "Gempa bumi terjadi akibikan adanya aktivitas sesar aktif dengan mekanisme geser (strike-slip). Gempa dirasakan cukup kuat hingga dirasakan di beberapa wilayah sekitarnya," jelas Muhari dalam keterangannya.

Menurut informasi dari BMKG, gempa bumi ini berpusat di koordinat 0.45 derajat Lintang Utara (LU) dan 122.85 derajat Bujur Timur (BT). Titik pusat gempa terletak di darat dengan kedalmaan 10 kilometer. Gempa ini dirasakan dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity) III-IV di Pohuwato dan sekitarnya.

Dampak Gempa di Lokasi

Dampak gempa terasa cukup signifikan di beberapa wilayah di Kabupaten Pohuwato. Warga dilaporkan panik dan segera mengungsi keluar rumah. Beberapa bangunan di wilayah terdampak mengalami kerusakan ringan seperti retak-retak pada dinding dan atap rumah warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gorontalo, Muhammad Faisal, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data lengkap mengenai dampak gempa. "Saat ini tim kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan di beberapa titik yang dilaporkan mengalami dampak. Saat ini belum ada laporan korban jiwa namun ada beberapa laporan kerusakan bangunan," ujar Faisal.

Faisal menambahkan bahwa pihaknya telah mengaktifkan posko darurat untuk mengkoordinasi penanganan dampak gempa. "Kami sudah membuka posko darurat di Kantor BPBD Gorontalo dan di Pohuwato. Pihaknya juga sudah mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak benar," jelasnya.

Tanggapan Pemerintah Daerah

Gubernur Gorontalo, Rusli Pagih, segera memimpin rapat koordinasi penanganan dampak gempa di ruang kerjanya. Dalam rapat tersebut, Rusli meminta seluruh instansi terkait untuk segera turun ke lapangan.

"Saya meminta BPBD, Dinas Kesehatan, dan TNI/Polri untuk segera melakukan pengecekan di wilayah terdampak. Jangan sampai ada warga yang terlantar akibat gempa ini. Untuk sementara, fokus kita adalah evakuasi warga jika memang diperlukan dan pengecekan kerusakan bangunan," ucap Rusli.

Gubernur juga meminta masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan. "BMKG menyatakan ada potensi gempa susulan. Saya minta masyarakat tetap waspada dan siap-siap mengungsi jika ada gempa yang terjadi kembali," pesan Rusli.

Kondisi Geografis dan Sejarah Gempa di Gorontalo

Kabupaten Pohuwato merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Gorontalo yang berbatasan dengan Teluk Tomini. Wilayah ini memiliki kondisi geografis yang cukup kompleks karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik. Aktivitas tektonik di wilayah ini cukup tinggi sehingga sering mengalami gempa bumi.

Sejarah menunjukkan bahwa Gorontalo termasuk wilayah rawan gempa. Pada tahun 2018, gempa bumi berkekuatan M 6,4 mengguncang Gorontalo dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan parah pada sejumlah bangunan. Gempa tersebut juga menyebabkan longsor di beberapa titik.

Kepala Bidang Geofisika BMKG Wilayah Gorontalo, Joko Santoso, menjelaskan bahwa aktivitas gempa di Gorontalo dipengaruhi oleh beberapa faktor. "Gorontalo terletak di pertemuan beberapa lempeng tektonik. Selain itu, wilayah ini juga dilintasi oleh beberapa patahan aktif seperti patahan Gorontalo dan patahan Balantak," ujar Joko.

Menanggapi potensi bencana gempa yang tinggi di wilayahnya, pemerintah daerah Gorontalo telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan mitigasi. Salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi pengetahuan tentang gempa dan tsunami kepada masyarakat.

"Kami sering mengadakan simulasi gempa di sekolah-sekolah dan perkantoran. Tujuannya adalah agar masyarakat mengetahui bagaimana cara bertindak saat terjadi gempa. Kami juga membangun beberapa posko penanggulangan bencana di setiap kecamatan," jelas Kepala BPBD Gorontalo.

Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan bimbingan teknis dalam pembangunan bangunan tahan gempa. "Kami bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memberikan arahan dalam pembangunan rumah dan gedung agar memenuhi standar keamanan dari gempa," tambahnya.

Dengan gempa terkini yang terjadi, pemerintah daerah Gorontalo kembali mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat akan potensi bencana. Upaya mitigasi bencana perlu terus dilakukan untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul saat gempa bumi terjadi di wilayah ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter