30, 2026
Ekonomi

Perkuat Pasokan Beras Premium ke Ritel, Mentan Beri Pesan Ini ke Bulog

Menteri Pertanian Amran Sulaiman minta Bulog tingkatkan penyaluran beras premium ke ritel. Stok beras aman, pemerintah optimis harga akan terkendali.]]>

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Perkuat Pasokan Beras Premium ke Ritel, Mentan Beri Pesan Ini ke Bulog

Perkuat Pasokan Beras Premium ke Ritel, Mentan Beri Pesan Ini ke Bulog

Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan arahan kepada Perusahaan Umum (Perum) Bulog untuk memperkuat pasokan beras premium ke sektor ritel. Arah ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam rapat koordinasi dengan pimpinan Bulog beberapa waktu lalu. Menurut Mentan, langkah ini bertujuan untuk menstabilkan harga beras di tingkat konsumen sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan menekankan pentingnya memastikan kelancaran pasokan beras berkualitas tinggi ke pasar modern seperti supermarket dan minimarket. "Bulog harus menjadi penyangga bagi petani dan konsumen. Untuk itu, fokuskan pada pasokan beras premium yang memenuhi standar kualitas tinggi," ujar Mentan.

Target Pasokan dan Kualitas Beras Premium

Berdasarkan arahan dari Mentan, Bulog diinstruksikan untuk menyiapkan pasokan beras premium minimal 1 juta ton per tahun. Beras premium ini harus memenuhi kriteria tertentu, antara lain kadar air maksimal 14%, kotoran maksimal 0,5%, dan tidak mengandung benda asing. Selain itu, beras premium juga harus memiliki daya tahan simpan minimal enam bulan untuk memastikan ketersediaan jelang musim panen.

Bulog telah merespon arahan ini dengan segera. Direktur Utama Bulog, Budi Waseso, menyatakan bahwa perusahaannya sedang mempersiapkan program khusus untuk memenuhi target tersebut. "Kita akan bekerja sama dengan Kementan untuk memastikan beras dari petani berkualitas langsung masuk ke gudang Bulog dan disalurkan ke ritel," ujar Budi.

Mekanisme Penyaluran ke Ritel

Mekanisme penyaluran beras premium ke ritel akan melibatkan beberapa pihak. Pertama, Bulog akan mengumpulkan beras dari petani melalui program penebangan padi (tumpah) dan pembelian langsung petani (Bulog Beli Padi Petani/BPP). Beras yang dikumpulkan akan melalui proses pengecekan kualitas di laboratorium milik Bulog sebelum disimpan di gudang.

Kedua, Bulog akan bekerja sama dengan retail modern untuk menyediakan beras premium di gerai-gerai mereka. Dalam kerjasama ini, Bulog menjamin ketersediaan beras premium dengan harga stabil. "Retail modern menjadi salah satu saluran penting untuk menjangkau konsumen langsung. Dengan beras premium yang tersedia di ritel, konsumen bisa mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau," jelas Budi.

Ketiga, Bulog akan menerapkan sistem e-procurement untuk memudahkan proses pembelian beras oleh retail modern. Melalui sistem ini, para mitra ritel dapat memesan beras secara online dan memantau ketersediaan stok secara real-time.

Dampak bagi Petani dan Konsumen

Program ini diharapkan memberikan dampak positif bagi dua pihak utama: petani dan konsumen. Bagi petani, mereka akan mendapatkan harga yang lebih baik untuk hasil panennya karena beras berkualitas tinggi akan dibeli Bulog dengan harga premium. Selain itu, petani juga akan mendapatkan akses pasar yang lebih luas melalui jaringan Bulog.

Sementara itu, bagi konsumen, tersedianya beras premium di ritel menjamin kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi. Konsumen juga dapat membandingkan harga dari berbagai merek beras premium yang disediakan oleh Bulog, sehingga mereka mendapatkan produk terbaik dengan harga yang kompetitif.

Tantangan yang Dihadapi

Meski demikian, implementasi program ini tidak tanpa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah memastikan kualitas beras yang konsisten dari berbagai daerah produksi. Bulog perlu memiliki sistem pengecekan kualitas yang ketat dan standarisasi yang jelas untuk memastikan semua beras yang disalurkan memenuhi kriteria premium.

Tantangan lain adalah infrastruktur logistik yang memadai untuk mengangkut beras dari daerah produksi ke gudang Bulog dan kemudian ke ritel. Keterbatasan transportasi dan akses jalan di beberapa daerah dapat menjadi hambalan dalam proses penyaluran.

Budi menegaskan bahwa Bulog siap menghadapi tantangan-tantangan tersebut. "Kita akan optimalkan sumber daya yang ada dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan program berjalan lancar. Tujuan kita adalah menciptakan win-win solution bagi petani, konsumen, dan Bulog," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter