Keluarga Ungkap Momen Terakhir Seniman Den Baguse Ngarso Sebelum Wafat
Seniman senior Den Baguse Ngarso meninggal dunia pada Rabu (21/2/2024) di usia 76 tahun. Kehilangan ini diterima keluarga dengan duka yang mendalam. Dalam konferensi pers singkat, keluarga seniman tersebut mengungkap momen terakhir yang dijalani oleh Baguse sebelum akhirnya wafat.
Menurut anak sulung Baguse, Iwan Baguse, sang ayah sempat mengalami penurunan kesehatan beberapa hari sebelum wafat. "Ayah mengalami sesak napas sejak Seni sore (19/2) lalu. Kami langsung membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis," ujar Iwan saat ditemui di kediaman keluarga di Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2024).
Perjuangan Terakhir
Iwan menjelaskan bahwa ayahnya sempat dirawat intensif selama dua hari di ruang perawatan. "Tim medis sudah melakukan segala upaya untuk menyelamatkan ayah. Namun kondisi tubuhnya yang sudah lemah membuatnya sulit untuk bertahan," tuturnya sambil menahan air mata.
Momen terakhir yang dijalani Baguse bersama keluarga, lanjut Iwan, adalah ketika ia masih bisa berkomunikasi dengan anggota keluarga. "Senin malam sebelum menjalani perawatan intensif, ayah masih bisa berbicara dengan kami. Ia meminta kami untuk tetap kuat dan terus mengembarkan karya-karyanya," cerita Iwan.
Iwan mengungkapkan bahwa ayahnya sempat menyebutkan keinginannya untuk terus berkarya meskipun sudah lanjut usia. "Ayah bilang, 'Seni itu harus terus hidup meskipun senimannya sudah pergi'. Itu adalah pesan terakhirnya untuk kami," ucapnya.
Karya Abadi
Dalam perjalanan karirnya yang mencapai lebih dari lima dekade, Baguse telah meninggalkan banyak karya yang menjadi waraba bangsa. Seniman yang akrab disapa Baguse ini dikenal sebagai maestro seni lukis kontemporer Indonesia yang menggabungkan elemen tradisional dan modern dalam setiap karyanya.
Beberapa karya terbesarnya telah dipamerkan di berbagai museum dan galeri seni ternama baik di dalam maupun luar negeri. Karya-karyanya sering kali mengangkat tema-ema sosial dan budaya Indonesia yang diolah secara estetis dan puitis.
Putra Baguse yang lain, Budi Baguse, menambahkan bahwa ayahnya selalu mengajarkan pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia melalui seni. "Ayah mengatakan bahwa seni adalah jantung kebudayaan. Melalui karya, kita bisa menyampaikan pesan dan nilai-nilai luhur bangsa," ujar Budi.
Penghargaan Terakhir
Pada tahun 2023 lalu, Baguse menerima penghargaan sebagai Tokoh Seni Indonesia dari Pemerintah. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasinya yang luar biasa dalam memajukan seni lukis Indonesia di panggung internasional.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, dalam keterangannya menyatakan kekagumannya terhadap dedikasi Baguse. "Pak Baguse adalah sosok yang benar-benar mengabdikan hidupnya untuk seni dan pendidikan seni di Indonesia. Karyanya akan terus menginspirasi generasi muda," ucap Nadiem.
Keluarga Baguse berencana akan menggelar pameran kenang-kenangan yang akan menampilkan karya-karya terpilih dari arsip pribadi Baguse. "Kami ingin publik bisa melihat dan menikmati karya-karya ayahnya. Itu adalah bentuk penghargaan terakhir kami untuknya," jelas Iwan.
Upacara pemakaman akan dilaksanakan pada Jumat (23/2/2024) di Pemakaran Umah Sukmajaya, Jakarta Timur. Keluarga meminta agar para penggemar dan rekan seniman dapat hadir untuk memberi penghormatan terakhir bagi maestro seni Indonesia ini.
Komentar (0)