12, 2026
Nasional

Persija dan The Jakmania Kecam Insiden Pelemparan Bus EPA Persib

Persija Jakarta dan The Jakmania mengecam insiden pelemparan terhadap bus tim Elite Pro Academy (EPA) Persib. Insiden terjadi di Batang, Jawa Tengah.]]>

Putri Gunawan
Putri Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Persija dan The Jakmania Kecam Insiden Pelemparan Bus EPA Persib

Persija dan The Jakmania Kecam Insiden Pelemparan Bus EPA Persib

Insiden pelemparan bus tim sepak bola Persib Bandung oleh suporter Persija Jakarta, The Jakmania, mendapat kecaman keras dari manajemen klub maupun kelompok suporter itu sendiri. Peristiwa yang terjadi jelang laga persahabatan antara Persija dan Persib pada Sabtu (15/7/2023) ini memicu kemaruan luas di dunia sepak bola Indonesia.

Menurut informasi yang dihimpun, bus yang membawa tim Persib dibakar dan dilempari batu oleh sekelompok orang yang diduga sebagai anggota The Jakmania saat akan tiba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Insiden ini terjadi meski laga persahabatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi antar dua tim beserta suporter.

Kedua Pihak Menyesalkan Peristiwa

Manajemen Persija Jakarta segera mengeluarkan pernyataan resmi mengecam keras tindakan sekelompok oknum yang diduga anggota The Jakmania. "Kami mengecam tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tindakan ini tidak mencerminkan nilai-nilai positif yang selama kami tanamkan bersama The Jakmania," tulis pernyataan resmi klub yang ditandatangani oleh CEO Persija, Ferry Paulus.

Di sisi lain, The Jakmania sebagai kelompok suporter resmi Persija juga mengeluarkan pernyataan serupa. "Kami menyesalkan terjadinya insiden yang tidak diinginkan ini. Tindakan pelemparan bus dan pembakaran tidak representatif bagi kami sebagai suporter Persija. Kami mengecam keras aksi yang merusak citra baik Persija dan The Jakmania," kata Ketua Umum The Jakmania, Ade Yudistira.

Dampak pada Hubungan Dua Tim Besar

Insiden ini berdampak signifikan pada hubungan antara dua tim besar di Indonesia tersebut. Persib Bandung, melalui manajemen mereka, menyatakan kecewa dengan perlakuan yang diterima tim mereka. "Kami datang dengan tujuan baik, mempererat persahabatan, tapi malah menerima perlakuan yang tidak pantas. Kami menuntut penjelasan dan permintaan maaf yang jelas," ujar Manajer Umum Persib, Umuh Muchtar.

Hubungan antara Persija dan Persib sebelumnya sudah cukup harmonis, terutama dalam konteks persaingan sportif di Liga 1. Namun, insiden ini berpotensi merusak citra positif yang telah dibangun selama ini. Kedua klub memiliki basis suporter yang besar dan fanatik, sehingga tindakan oknum dapat memicu ketegangan lebih luas.

Respon dari Pihak Terkait

Polda Metro Jaya telah mengirimkan tim investigasi untuk menyelidiki insiden tersebut. "Kami sudah mengamankan beberapa saksi dan sedang mencari identitas pelaku. Tindakan ini melanggar hukpid dan akan ditindak tegas sesuai undang-undang yang berlaku," kata Kepala Bagian Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus.

Menko Polhukam Mahfud MD juga turun tangan memberikan arahan. "Insiden ini tidak boleh terulang. Kita harus menjaga sportivitas dan persahabatan dalam sepak bola. Pihak berwajib harus segera menindak tegas pelaku agar tidak menjadi contoh buruk," ujarnya.

Langkah Pencegahan dan Tindakan Lanjutan

PT LIB (Liga Indonesia Baru) sebagai operator Liga 1 Indonesia mengaku prihatin dengan insiden ini. "Kami akan segera mengadakan rapat dengan kedua klub dan kelompok suporter untuk mengevaluasi kejadian ini. Kita perlu memastikan bahwa insiden serupa tidak akan terulang di masa depan," kata Direktur Utama LIB, Akhmad Hadian Lukita.

Untuk mencegah terulangnya insiden serupa, pihak manajemen Persija dan The Jakmania berjanji akan mengambil langkah tegas terhadap oknum yang terlibat. "Kami akan melakukan penyelidikan internal dan tidak segan untuk memberikan sanksi berat bagi anggota The Jakmania yang terbukti terlibat dalam aksi tidak terpuji ini," kata Ade Yudistira.

Sementara itu, Persib Bandung menyatakan akan mempertimbangkan kembali kebijakan mengikuti laga persahabatan atau pertandingan di Jakarta di masa depan. "Kami butuh jaminan keamanan yang lebih baik untuk tim dan suporter kami," ujar Umuh Muchtar.

Kesimpulan

Insiden pelemparan bus EPA Persib oleh sekelompok oknum yang diduga anggota The Jakmania menjadi sorotan serius di dunia sepak bola Indonesia. Kedua pihak, baik manajemen klub maupun kelompok suporter, telah menyatakan kecaman dan menyesalkan terjadinya peristiwa ini. Pihak berwajib sedang melakukan investigasi untuk mengungkap identitas pelaku dan menindak tegas sesuai hukum. Insiden ini menunjukkan pentingnya menjaga sportivitas dan menghindari aksi kekerasan dalam konten sepak bola, yang seharusnya menjadi sarana mempererat persahabatan dan silaturahmi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Gunawan

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter