12, 2026
Nasional

Puan Minta Penanganan Darurat Banjir Padang Dioptimalkan

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Puan Minta Penanganan Darurat Banjir Padang Dioptimalkan

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, atau yang akrab disapa Puan, menegaskan perlunya optimalisasi penanganan darurat banjir yang melanda beberapa wilayah di Kota Padang. Puan menyatakan hal tersebut usai memimpin rapat koordinasi penanganan bencana banjir di ruang kerjanya, Rabu (15/11).

Berdasarkan data yang diperoleh, banjir yang terjadi beberapa hari terakhir ini telah mengakibatkan dampak signifikan bagi warga di sejumlah kecamatan. Sejumlah permukiman warga, fasilitas umum, serta infrastruktur jalan terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter.

"Kita sudah mengaktifkan posko darurat di titik-titik rawan banjir. Tim kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi warga yang terdampak dan membantu penyelamatan barang-barang berharga," jelas Puan saat dikonfirmasi usai rapat koordinasi.

Wilayah Terdampak Banjir

Berdasarkan laporan dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Padang, banjir terparah terjadi di Kecamatan Koto Tangah, Lubuk Kilangan, dan Koto Teluk. Di Kecamatan Koto Tangah saja, lebih dari 500 rumah warga terendam air, dengan tinggi air mencapai 80-100 sentimeter di beberapa lokasi.

"Kondisi saat ini masih darurat. Air mulai surut di beberapa titik, tetapi masih ada beberapa wilayah yang terendam. Kami terus pantau perkembangan dan siap melakukan evakuasi jika diperlukan," ujar Kepala DPKP Kota Padang, Ahmad Fauzi.

Di samping permukiman warga, banjir juga mengakibatkan beberapa akses transportasi terputus. Jalan lintas sumatera (JLS) yang menghubungkan Padang dengan Pariaman tergenang air di Kecamatan Lubuk Kilangan, sehingga arus lalu lintas terhambat. Pihak berwenang sudah mengalihkan jalur transportasi melalui jalan alternatif untuk mengantisipasi kemacetan.

Tindakan Darurat Yang Dilakukan

Pemerintah Kota Padang telah mengaktifkan posko darurat di 5 titik, yaitu di Kecamatan Koto Tangah, Lubuk Kilangan, Koto Teluk, Bungus Teluk Kabung, dan Koto Malalak. Di setiap posko, tim penyelamat terdiri dari personel DPKP, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan.

"Selain evakuasi, kami juga menyediakan bantuan berupa makanan, minum, selimut, dan tenda untuk warga terdampak. Bantuan tersebut disalurkan melalui posko darurat dan juga diantar langsung ke lokasi yang terisolasi," jelas Kepala BPBD Kota Padang, Riza Falevi.

Pemerintah juga telah melakukan pembersihan saluran air yang tersumbat oleh sampah dan puing-puing bangunan. Menurut Puan, penyumbatan saluran air menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir di beberapa wilayah.

"Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk mencegah banjir," tambahnya.

Kesiapan Musim Hujan

Puan mengakui bahwa banjir yang terjadi saat ini merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah kota. Menurutnya, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sejak awal musim hujan tiba, namun intensitas hujan yang tinggi dalam waktu singkat membuat sistem drainase kewalahan.

"Kita sudah melakukan pembersihan dan perbaikan saluran air di 30 titik rawan banjir. Selain itu, kita juga telah membangun beberapa kolam retensi di beberapa lokasi untuk menampung air hujan," jelas Puan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah kota akan mengevaluasi kembali sistem penanganan bencana banjir, terutama dalam hal responsivitas dan koordinasi antar instansi.

"Kita akan mempelajari dari kejadian ini untuk membuat sistem yang lebih baik di masa depan. Kita tidak ingin warga terus menerus mengalami dampak negatif dari banjir," pungkasnya.

Sementara itu, warga yang terdampak banjir mengungkapkan berbagai macam keluhan. Sebagian warga mengeluhkan lambatnya bantuan yang disalurkan, sementara sebagian lainnya khawatir dengan kondisi rumahnya yang masih terendam air.

"Kami berharap bantuan bisa segera tiba, terutama untuk warga yang masih terdampak. Rumah saya masih setinggi lutut air dan kami tidak bisa kembali ke rumah sekarang," ujar salah seorang warga di Kecamatan Koto Tangah, Syahrul.

Pemerintah kota berjanji akan terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat hingga situasi benar-benar normal. Selain itu, pemerintah juga akan mempersiapkan rekonstruksi dan rehabilitasi untuk wilayah yang terdampak banjir.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter