Pertamina Dorong Peningkatan Kualitas Homestay di Sirkuit Mandalika
Pertamina, sebagai perusahaan energi nasional, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan destinasi wisata Indonesia, khususnya di Mandalika, Lombok. Salah satu program andalan yang sedang digerakkan adalah program peningkatan kualitas homestay jelang penyelenggaraan balapan MotoGP. Program ini bertujuan untuk meningkatkan standar akomodasi lokal serta memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan internasional yang akan datang.
Program Peningkatan Infrastruktur dan Layanan
Program peningkatan homestay yang digulirkan oleh Pertamina ini tidak hanya sekadar renovasi fisik bangunan. Perusahaan tersebut memberikan pendekatan holistik yang mencakup pembangunan infrastruktur, pelatihan keterampilan, dan peningkatan standar pelayanan kepada para pemilik homestay. Melalui program ini, diharapkan para pemilik homestay dapat menyediakan akomodasi yang memenuhi standar internasional tanpa menghilangkan keaslian budaya lokal.
Salah satu fokus utama program ini adalah peningkatan kualitas fasilitas kamar mandi dan sanitasi. Fasilitas ini menjadi prioritas karena menjadi salah satu hal yang paling diharapkan oleh wisatawan internasional. Selain itu, peningkatan kualitas tidur, seperti penggantian kasur dan peralatan tidur yang nyaman, juga menjadi bagian penting dari program ini.
Dukungan Terhadap UMKM Lokal
Pertamina melihat program ini sebagai bagian dari dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan Mandalika. Dengan meningkatnya kualitas homestay, diharapkan para pelaku UMKM dapat meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan seiring dengan datangnya gelaran internasional seperti MotoGP.
"Kami percaya bahwa dengan meningkatnya kualitas akomodasi, wisatawan akan lebih lama tinggal di Mandalika dan mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk lokal," ujar salah sepejabat Pertamina yang terlibat dalam program ini. "Ini bukan hanya soal menyediakan tempat menginap, tetapi menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat."
Peningkatan Kapasitas Pemilik Homestay
Selain peningkatan fisik, Pertamina juga memberikan pelatihan intensif kepada para pemilik homestay. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek manajemen homestay, mulai dari pemasaran digital, manajemen reservasi, hingga komunikasi lintas budaya. Para pemilik homestay juga diajarkan cara menyajikan layanan yang ramah dan profesional untuk memastikan kepuasan wisatawan.
"Sebelumnya, banyak dari kami yang hanya mengandalkan tamu datang secara langsung tanpa memiliki sistem pemesanan yang terstruktur," kata salah seorang pemilik homestay yang ikut program ini. "Sekarang, kami diajarkan cara menggunakan platform online dan cara berinteraksi dengan tamu asing. Ini sangat membantu bagi usaha kami."
Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Program ini tidak berjalan sendiri, melainkan melibatkan sinergi yang erat antara Pertamina dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait. Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan dukungan regulasi dan koordinasi, sementara asosiasi pariwisata setempak menjadi mitra dalam pelaksanaan pelatihan dan monitoring kualitas.
Kepala Dinas Pariwisata NTB mengapresiasi langkah Pertamina ini. "Sinergi antara swasta dan pemerintah sangat krusial dalam menghadapi tantangan penyelenggaraan event skala internasional seperti MotoGP. Program ini membantu kita mempersiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur pariwisata yang memadai," ujarnya.
Persiapan Menuju Event Internasional
Dengan semakin dekatnya jadwal penyelenggaraan MotoGP, persiapan semakin intensif. Puluhan homestay di sekitar sirkuit Mandalika telah dan sedang menjalani peningkatan sesuai program yang digulirkan Pertamina. Targetnya adalah sebelum gelaran digelar, seluruh homestay yang terlibat telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pariwisata di Indonesia, khususnya di kawasan Mandalika. Melalui program ini, perusahaan berharap dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat sekaligus menunjukkan kekayaan destinasi Indonesia kepada dunia internasional.
Komentar (0)