05, 2026
Nasional

Pesan Prabowo di HUT ke-81 TNI: Jangan Pernah Jauh dari Rakyat

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Subianto Tegaskan Prajurit TNI Harus Selalu Dekat dengan Rakyat

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam peringatan HUT ke-81 TNI. Dalam amanatnya, Kepala Negara menekankan bahwa prajurit TNI tidak boleh pernah menjauh dari rakyat. Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat bahwa eksistensi TNI bersumber dari rakyat dan untuk rakyat.

Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momen refleksi bagi institusi pertahanan negara tersebut. Prabowo, yang juga merupakan mantan perwira TNI, menegaskan bahwa kedekatan dengan rakyat adalah fondasi utama kekuatan TNI. Menurutnya, tanpa dukungan rakyat, kekuatan militer sebesar apa pun tidak akan berarti bagi kedaulatan bangsa.

Kedekatan dengan Rakyat sebagai Fondasi Kekuatan TNI

Dalam amanatnya, Prabowo menyatakan bahwa TNI lahir dari perjuangan rakyat. Sejarah mencatat bahwa badan perjuangan rakyat menjadi cikal bakal terbentuknya kekuatan bersenjata Indonesia. Oleh karena itu, prajurit TNI tidak boleh melupakan akar historis tersebut. Pesan ini dinilai relevan di tengah berbagai dinamika sosial, politik, dan keamanan yang dihadapi bangsa saat ini.

Prabowo menegaskan bahwa TNI harus hadir di tengah kesulitan rakyat. Kehadiran itu tidak hanya dalam bentuk operasi militer, tetapi juga dalam upaya membantu mengatasi persoalan kesejahteraan, bencana, dan pembangunan di daerah terpencil. Dengan demikian, TNI tidak hanya menjadi alat pertahanan, tetapi juga mitra rakyat dalam menghadapi tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa kepercayaan rakyat adalah aset paling berharga bagi TNI. Kepercayaan itu harus dijaga dengan disiplin, integritas, dan profesionalisme. Ia meminta seluruh prajurit untuk menghindari tindakan yang dapat mencoreng citra institusi, termasuk penyalahgunaan wewenang dan perilaku yang merugikan masyarakat.

Profesionalisme dan Loyalitas kepada Rakyat

Dalam konteks profesionalisme, Prabowo mendorong TNI untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks. Ancaman tidak lagi hanya bersifat konvensional, tetapi juga mencakup tantangan di ranah siber, ideologi, dan ekonomi. Namun, ia menekankan bahwa modernisasi alutsista dan peningkatan kemampuan harus tetap berpijak pada kepentingan rakyat.

Loyalitas TNI, menurut Presiden, tidak ditujukan kepada kekuasaan semata, melainkan kepada rakyat dan konstitusi. Hal ini sejalan dengan sumpah prajurit yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Prajurit Sapta Marga dan Sumpah Prajurit menjadi pedoman yang harus dipegang teguh dalam setiap tindakan.

Pesan Prabowo tentang kedekatan dengan rakyat juga dimaknai sebagai bentuk pengingat akan netralitas TNI. Institusi ini harus berdiri di atas semua kepentingan politik praktis dan tetap setia pada tugas pokoknya, yaitu menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. Netralitas bukan berarti menjauh dari rakyat, melainkan justru memastikan bahwa TNI hadir untuk melayani seluruh rakyat tanpa membeda-bedakan latar belakang.

HUT ke-81 TNI sebagai Momentum Refleksi

Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung semangat pengabdian yang terus diperbaharui. Prabowo mengajak seluruh prajurit menjadikan momentum tersebut sebagai titik tolak untuk memperkuat komitmen kepada rakyat. Ia menekankan bahwa pengabdian TNI tidak boleh bersifat seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan, Prabowo juga menyoroti pentingnya kesejahteraan prajurit. Menurutnya, prajurit yang sejahtera akan lebih mampu mengemban tugas dengan baik. Oleh karena itu, peningkatan kesejahteraan menjadi perhatian pemerintah, sejalan dengan upaya memperkuat kapasitas pertahanan nasional secara menyeluruh.

Pesan Presiden kepada TNI yang menekankan kedekatan dengan rakyat mencerminkan visi pertahanan yang berorientasi pada kepentingan nasional. Pertahanan tidak hanya dilihat sebagai kekuatan militer semata, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun bangsa yang kuat dan bersatu. Dalam kerangka itu, TNI dan rakyat menjadi dua elemen yang tidak terpisahkan.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Ke depan, TNI menghadapi tantangan yang tidak ringan. Dinamika geopolitik global, perubahan iklim, serta perkembangan teknologi menuntut adaptasi yang cepat dan tepat. Prabowo berharap TNI mampu menjawab tantangan tersebut tanpa kehilangan jati dirinya sebagai tentara rakyat. Dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kedekatan dengan rakyat, TNI diyakini mampu menjaga kepercayaan publik dan memperkokoh pertahanan nasional.

Pesan Prabowo Subianto dalam HUT ke-81 TNI menjadi penegasan bahwa kekuatan sejati sebuah bangsa tidak hanya terletak pada alutsista, tetapi pada hubungan erat antara tentara dan rakyat yang dilayaninya. Jangan pernah jauh dari rakyat adalah amanat yang harus dihayati dan dilaksanakan oleh setiap prajurit TNI di seluruh penjuru tanah air.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter