Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Posisi orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu kini diisi oleh Jenderal Polisi Ahmad Dofiri, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Serah terima jabatan tersebut menandai babak baru dalam kepemimpinan institusi kepolisian nasional.
Dalam momen perpisahan yang berlangsung secara tertutup dan penuh haru, Listyo Sigit menyampaikan pesan singkat kepada seluruh jajaran personel Polri. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diembannya selama ini merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sekadar simbol kekuasaan. Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk refleksi sekaligus harapan agar institusi Polri tetap solid dan terus mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Pesan Perpisahan yang Menekankan Integritas
Jenderal Listyo Sigit Prabowo dikenal sebagai perwira tinggi yang meniti karier dari bawah. Ia pernah menjabat sebagai Kapolda Banten, Kabareskrim Polri, hingga akhirnya dipercaya memimpin Polri. Sepanjang kepemimpinannya, ia menekankan pentingnya transformasi menuju Polri yang presisi, prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.
Dalam pesan perpisahannya, Listyo mengingatkan seluruh personel agar tidak pernah melupakan sumpah Tri Brata dan Catur Prasetya sebagai pedoman dalam bertugas. Ia menekankan bahwa integritas adalah harga mati bagi seorang anggota Polri. Menurutnya, kepercayaan publik hanya bisa diraih jika setiap anggota mampu menunjukkan sikap profesional, bersih, dan melayani dengan sepenuh hati.
“Jabatan ini adalah amanah. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja keras, baik yang bertugas di lapangan maupun di belakang meja,” ujar Listyo dalam pesan yang dibacakan di hadapan sejumlah perwira tinggi Polri. Meski pesan tersebut singkat, maknanya mendalam bagi banyak pihak, terutama generasi muda Polri yang sedang meniti karier.
Penghargaan dan Refleksi Kepemimpinan
Listyo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memberinya kepercayaan untuk memimpin Polri sejak Januari 2021. Ia menyebut masa jabatannya sebagai periode yang penuh tantangan, terutama dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan keamanan yang kompleks. Mulai dari penanganan pandemi Covid-19, pengamanan pemilu, hingga upaya memberantas judi online dan mafia tanah.
Sejumlah program unggulan yang diluncurkan selama kepemimpinannya, seperti penerapan tilang elektronik, penguatan Bhabinkamtibmas, serta digitalisasi pelayanan publik, mendapat perhatian publik. Namun, ia juga tidak menutup mata terhadap berbagai kritik yang muncul. Bagi Listyo, kritik adalah bagian dari proses perbaikan institusi.
“Jadikan kritik sebagai cermin untuk memperbaiki diri. Jangan pernah alergi terhadap masukan, karena di situlah kita belajar menjadi lebih baik,” pesannya.
Tantangan Polri ke Depan
Jenderal Ahmad Dofiri kini menghadapi tantangan besar untuk melanjutkan agenda reformasi Polri. Publik menantikan komitmen baru dalam penegakan hukum yang adil, pemberantasan korupsi, serta peningkatan kesejahteraan personel. Selain itu, isu netralitas Polri dalam setiap agenda politik nasional menjadi sorotan utama.
Pengamat kepolisian menilai transisi kepemimpinan ini harus dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi internal. Menurut mereka, Polri perlu memperkuat pengawasan internal dan membuka ruang dialog dengan masyarakat sipil. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dapat terus meningkat.
Dalam konteks yang lebih luas, pesan singkat Listyo Sigit menjadi pengingat bahwa kepemimpinan di institusi kepolisian bukanlah tentang kekuasaan, melainkan tentang tanggung jawab moral. Warisan kepemimpinannya akan diuji sejauh mana nilai-nilai yang ditanamkan mampu diteruskan oleh estafet kepemimpinan berikutnya.
Harapan Personel dan Masyarakat
Sejumlah personel Polri mengaku terinspirasi oleh pesan perpisahan tersebut. Mereka berharap semangat transformasi yang digaungkan Listyo dapat terus hidup di tubuh Polri. Di sisi lain, masyarakat menantikan bukti nyata bahwa Polri semakin profesional dan humanis.
Mantan Kapolri ini juga berpesan agar seluruh personel tetap menjaga soliditas dan sinergi dengan TNI serta instansi lain. Menurutnya, stabilitas keamanan nasional hanya bisa terwujud jika semua elemen bekerja sama.
Dengan berakhirnya masa jabatan Listyo Sigit Prabowo, lembaran baru kepemimpinan Polri telah dibuka. Publik akan menyaksikan apakah tongkat estafet yang diteruskan Ahmad Dofiri mampu menjawab harapan besar tersebut. Yang jelas, pesan singkat dari Jenderal Listyo Sigit akan tetap dikenang sebagai pesan tentang dedikasi, integritas, dan pengabdian tanpa henti kepada negeri.
Komentar (0)