12, 2026
Teknologi

Petugas Satpol PP Luka di Dahi hingga Dapat 6 Jahitan Usai Ricuh di Jaksel

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/12/6acca91f1f010-pekerja-proyek-kejagung-membeli-dagangan-pedagang-warteg-keliling-di-kawasan-bulungan_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Eka Kusuma
Eka Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Petugas Satpol PP Luka di Dahi hingga Dapat 6 Jahitan Usai Ricuh di Jaksel

Sebuah insiden ricuh terjadi antara petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan sejumlah warga di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel). Dalam kejadian itu, seorang petugas Satpol PP mengalami luka di bagian dahi hingga membutuhkan 6 jahitan. Insiden ini bermula dari adanya operasi penertiban yang dilakukan Satpol PP terkait pedagang kaki lima (PKL) di lokasi tersebut.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Selatan, Kombes Pol. Ahmad Fauzi mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi pada Rabu (12/10/2023) siang. Satpol PP sedang melaksanakan operasi penertiban di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. Saat itu, petugas menemukan sejumlah PKL yang berjualan di sepanjang trotoar dan menutup jalur lalu lintas.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Kapolres, operasi penertiban tersebut berjalan normal hingga salah seorang pedagang bernama Hasan (45) menolak untuk dibubarkan. Hasan yang menjual makanan siap saji (warteg) keliling ini menolak alasan petugas bahwa lokasinya mengganggu kelancaran lalu lintas.

"Awalnya, petugas sudah meminta secara sopan kepada pedagang untuk memindahkan tempat berjualan karena berada di trotoar dan menutup jalur. Namun, Hasan menolak dan mulai membuat onar," jelas Kapolres.

Situasi semakin memanas ketika petugas Satpol PP berusaha mengambil gerobak milik Hasan. Tiba-tiba, Hasan dan beberapa pedagang lainnya melawan. Dalam perkelahian tersebut, salah seorang petugas Satpol PP bernama Sahrul (32) terkena hantaman dari bagian belakang gerobak yang ditendang Hasan.

"Sahrul terjatuh dan terluka di bagian dahi. Beberapa pedagang lain ikut menyerang petugas dengan menggunakan gerobak dan alat-alat lainnya," tambah Kapolres.

Tanggapan Pihak Terkait

Setelah mendapat laporan, polisi segera datang ke lokasi untuk membawa kondisi menjadi kondusif. Beberapa saksi yang ditemui mengakui bahwa terjadi adu mulut antara petugas dan pedagang sebelum memburuk menjadi perkelahian.

"Kami sedang berusaha mencari nafkah di sini. Bagaimana bisa kalau diusir tanpa ada tempat alternatif? Kalau kami jual di tempat lain pasti tidak ada pembeli," keluh Hasan saat diwawancarai di Polres Jakarta Selatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Eri Surya mengatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi kembali prosedur operasional penertiban PKL. Menurutnya, kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh petugas.

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyelidiki insiden ini hingga tuntas. Jika ada keterlibatan petugas yang melanggar prosedur, pasti akan kita tindak. Begitu juga jika ada warga yang melukai petugas, akan kita proses sesuai hukum," tegas Eri.

Dampak dan Tindak Lanjut

Insiden ini menimbulkan dampak psikologis bagi para petugas Satpol PP yang melaksanakan tugas. Beberapa petugas mengaku khawatir saat melaksanakan operasi penertiban di lapangan. "Kami hanya menjalankan tugas, tapi seperti ini jadi takut," ujar salah seorang petugas yang tidak mau disebutkan namanya.

Pihak kepolisian telah menetapkan Hasan sebagai tersangka dalam kasus ini. Hasan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan yang ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara. Selain itu, polisi juga masih menyelidiki adanya keterlibatan beberapa pedagang lain dalam insiden tersebut.

Untuk mencegah terulanginya insiden serupa, pihak Satpol PP DKI Jakarta akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk menyediakan tempat berjualan yang layak bagi para PKL. "Kami juga akan meningkatkan pendidikan hukum kepada PKL agar mereka memahami aturan yang berlaku," ujar Eri.

Sementara itu, petugas Satpol PP yang luka telah dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan medis. Kondisinya sudah dilaporkan stabil dan diperbolehkan pulang setelah mendapat 6 jahitan di bagian dahi.

Insiden ini menunjukkan adanya ketegangan antara petugas penegak peraturan dengan warga dalam pelaksanaan penertiban PKL. Diperlukan pendekatan yang lebih humanis dan komunikasi yang baik dari kedua belah pihak guna mencegah terjadinya bentrok di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eka Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter