30, 2026
Nasional

PFI Minta Tim SAR Sisir Pulau Sertung dan Pulau Panjang Cari 5 Jurnalis Hilang

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

PFI Minta Tim SAR Sisir Pulau Sertung dan Pulau Panjang Cari 5 Jurnalis Hilang

Forum Indonesia untuk Jurnalisme (PFI) secara resmi meminta Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) untuk segera melakukan pencarian di Pulau Sertung dan Pulau Panjang. Permintaan ini dilayangkan setelah lima jurnalis dilaporkan hilang saat meliput kegiatan di kedua pulau tersebut. Para jurnalis yang menjadi korban hilang ini diketahui tengah meliput kegiatan eksploitasi pasir ilegal yang diduga terjadi di wilayah tersebut.

Ketua PFI, Ahmad Dhani, mengatakan bahwa kelima jurnalis tersebut telah kontak terakhir pada Selasa (12/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Sejak saat itu, komunikasi dengan para jurnalis terputus tanpa jejak. "Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Lima insan pers ini sedang dalam tugas memberitakan kebenaran, namun kini dalam situasi yang tidak pasti," ujar Ahmad dalam keterangannya, Rabu (13/3).

Menurut informasi yang diperoleh PFI, kelima jurnalis yang hilang adalah Budi Santoso (Metro News), Ratna Sari (Suara Timur), Hendra Gunawan (Investigasi Today), Siti Aminah (Harapan Rakyat), dan Ahmad Fauzi (News Line). Mereka diketahui berangkat ke Pulau Sertung pada Senin (11/3) untuk meliput dugaan aktivitas penambangan pasir ilegal yang merusak ekosistem pesisir.

Rute Perjalanan dan Kronologi Hilang

Berdasarkan rencana perjalanan, para jurnalis seharusnya kembali ke kota pada Rabu (13/3) setelah menghabiskan dua hari di Pulau Sertung. Namun, hingga pukul 20.00 WIB, belum ada kabar dari mereka. Tim PFI kemudian melakukan koordinasi dengan keluarga korban dan mendapatkan informasi bahwa para jurnalis berencana melanjutkan perjalanan ke Pulau Panjang untuk meliput aktivitas serupa di wilayah tersebut.

Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Banten, Irjen Pol. Drs. Adi Prayitno, mengatakan pihaknya telah membentuk tim gabungan untuk membantu proses pencarian. "Kami telah mengaktifkan Tim SAR gabungan antara TNI-Polri dan Basarnas. Pencarian difokuskan di sekitar Pulau Sertung dan Pulau Panjang mengingat itulah titik terakhir diketahui para jurnalis berada," jelas Adi dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Polda Banten.

Adapun kondisi di kedua pulau tersebut dikenal memiliki medan yang cukup sulit dengan hutan lebat dan arus laut yang tidak menentu. Hal ini mempersulit proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR. Selain itu, informasi dari masyarakat setempat menyebutkan bahwa aktivitas penambangan pasir ilegal memang sering terjadi di wilayah tersebut dengan menggunakan kapal-kapal tanpa identifikasi jelas.

Dugaan Keterlibatan Penambangan Ilegal

Ketua PFI menegaskan bahwa hilangnya para jurnalis ini tidak terlepas dari laporan investigasi mereka mengenai aktivitas penambangan pasir ilegal di wilayah Kepulauan Seribu. "Beberapa waktu lalu, mereka telah merilis investigasi mendalam mengenai praktik penambangan pasir ilegal yang diduga mendapat proteksi dari oknum tertentu," ujar Ahmad.

Dalam investigasi yang dirilis pada Februari lalu, para jurnalis tersebut menyebutkan bahwa aktivitas penambangan pasir ilegal telah merusak ekosistem pesisir dan berdampak buruk pada kehidupan masyarakat setempat. Mereka juga menduga ada jaringan yang melibatkan pihak berwenang dalam kegiatan ilegal ini.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, memerintahkan agar kasus ini ditindaklanjuti secara serius. "Arahkan seluruh elemen terkait untuk segera melakukan pencarian dan menemukan para jurnalis yang hilang. Saya juga memerintahkan aparat keamanan untuk menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan pihak tertentu dalam hilangnya mereka," ujar Mahfud dalam keterangannya.

Sementara itu, Basarnas telah mengirimkan dua unit kapal patroli dan satu pesawat untuk mendukung operasi pencarian. Kepala Basarnas, Marsma TNI Fx. Rudy Himawan, mengatakan bahwa tim SAR akan melakukan pencarian secara menyeluruh di darat, laut, dan udara. "Kami akan menggunakan berbagai metode termasuk pencarian visual dan penggunaan alat deteksi untuk mempercepat proses," jelas Rudy.

Kelima keluarga korban pun turut bergabung dalam tim pencarian dengan menyebarkan pamflet dan informasi mengenai penampilan para jurnalis. Mereka meminta masyarakat setempat segera melapor apakah menemukan sesuatu yang mencurigakan atau informasi mengenai keberadaan para jurnalis.

PFI sendiri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung proses pencarian dan menuntut agar pemerintah memberikan kejelasan mengenai kasus ini. "Kami menyerukan agar setiap pihak yang memiliki informasi segera menyampaikannya kepada tim SAR. Kebebasan pers harus dijamin, dan keamanan jurnalis dalam melaksanakan tugas menjadi prioritas," tutup Ahmad dari PFI.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter