22, 2026
Teknologi

Pimpin Inovasi AI Telkom, Veranita Yosephine Dorong Keterlibatan Perempuan di Sektor ICT

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Veranita Yosephine memimpin pengembangan inovasi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) di Telkom sekaligus mendorong keterlibatan perempuan di sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Langkah itu menempatkan AI bukan hanya sebagai proyek teknologi, tetapi juga sebagai agenda transformasi organisasi yang membuka ruang partisipasi lebih luas bagi perempuan.

Dalam arah pengembangan tersebut, inovasi AI di Telkom diarahkan untuk mendukung layanan pelanggan, efisiensi jaringan dan operasional, serta pengambilan keputusan berbasis data. Pemanfaatan AI diarahkan agar perusahaan dapat merespons kebutuhan pasar yang bergerak cepat, terutama di tengah meningkatnya volume data dan tuntutan layanan digital yang lebih personal. Namun, pengembangan teknologi itu juga menuntut kesiapan sumber daya manusia, termasuk perempuan, agar tidak tertinggal dalam perubahan.

AI sebagai Agenda Transformasi

Kepemimpinan Veranita dalam inovasi AI Telkom menjadi penanda bahwa agenda teknologi perlu berjalan seiring agenda pengembangan talenta. Inovasi tidak cukup berhenti pada penyediaan sistem atau model AI, tetapi harus disertai kemampuan organisasi untuk mengelola perubahan, meningkatkan literasi digital, dan memastikan teknologi dapat digunakan secara produktif. Dalam kerangka itu, AI diposisikan sebagai alat bantu untuk memperkuat layanan dan efisiensi, bukan sebagai tujuan akhir.

Pendekatan tersebut relevan bagi perusahaan telekomunikasi yang menghadapi persaingan layanan digital. AI dapat membantu analisis data pelanggan, deteksi gangguan jaringan, otomatisasi proses rutin, dan percepatan pengambilan keputusan. Meski demikian, penerapan AI tetap memerlukan pengawasan manusia, tata kelola data yang baik, serta kejelasan tanggung jawab agar risiko teknologi dapat dikelola.

Mengurangi Kesenjangan Gender di ICT

Keterlibatan perempuan di sektor ICT masih menghadapi tantangan di banyak negara, termasuk Indonesia. Persoalan itu tidak hanya menyangkut akses pendidikan dan pelatihan, tetapi juga representasi di posisi teknis, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan. Dorongan Veranita untuk meningkatkan partisipasi perempuan menjadi bagian dari upaya menjawab kesenjangan tersebut.

Partisipasi perempuan dalam pengembangan AI penting karena teknologi ini semakin memengaruhi cara layanan publik dan bisnis dirancang. Tanpa perspektif yang beragam, produk dan layanan berisiko mengabaikan kebutuhan sebagian pengguna. Kehadiran perempuan dalam tim teknologi, riset, dan manajemen diharapkan membantu menghasilkan inovasi yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pendidikan, Mentoring, dan Keteladanan

Upaya mendorong perempuan di sektor ICT perlu dimulai dari jalur pendidikan, terutama bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM. Selain itu, program mentoring dan pelatihan keterampilan digital menjadi penting untuk menjembatani kesenjangan kompetensi. Keteladanan pemimpin perempuan di bidang teknologi juga berperan dalam membentuk pandangan bahwa karier di ICT terbuka bagi siapa saja.

Dalam konteks Telkom, pengembangan talenta perempuan dapat diperkuat melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, kesempatan mengikuti proyek strategis, dan akses terhadap jaringan profesional. Langkah tersebut tidak hanya meningkatkan jumlah perempuan di sektor ICT, tetapi juga memperluas pengalaman mereka dalam menangani proyek AI yang kompleks.

Lingkungan Kerja Inklusif

Keterlibatan perempuan tidak cukup didorong melalui kampanye atau rekrutmen. Lingkungan kerja yang inklusif menjadi prasyarat agar perempuan dapat bertahan dan berkembang. Kebijakan rekrutmen, pengembangan karier, evaluasi kinerja, dan keseimbangan kerja-hidup perlu dirancang agar tidak menimbulkan hambatan tidak langsung bagi perempuan, terutama pada posisi teknis dan kepemimpinan.

Budaya kerja yang terbuka terhadap perbedaan pengalaman juga membantu tim teknologi bekerja lebih efektif. Dalam proyek AI, perdebatan mengenai data, model, dan dampak sosial membutuhkan ruang diskusi yang setara. Jika perempuan memperoleh kesempatan yang sama untuk menyampaikan pandangan dan mengambil keputusan, kualitas inovasi berpeluang meningkat.

Dampak bagi Industri dan Masyarakat

Dorongan keterlibatan perempuan di sektor ICT memiliki dampak lebih luas bagi industri dan masyarakat. AI yang semakin tertanam dalam layanan digital perlu dirancang dengan mempertimbangkan beragam pengalaman pengguna. Partisipasi perempuan dalam proses perancangan, pengujian, dan pengawasan teknologi dapat membantu mengurangi bias serta meningkatkan relevansi layanan.

Bagi Telkom, agenda ini juga berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya manusia. Perusahaan telekomunikasi membutuhkan kombinasi keterampilan teknis, pemahaman bisnis, dan kemampuan mengelola perubahan. Perempuan yang terlatih di bidang data, AI, keamanan siber, dan rekayasa perangkat lunak menjadi bagian penting dari kebutuhan tersebut.

Tantangan dan Langkah Berikutnya

Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, antara lain stereotip mengenai kemampuan perempuan di bidang teknis, keterbatasan akses pelatihan, dan representasi yang belum merata di posisi kepemimpinan. Menjawab tantangan itu memerlukan kolaborasi antara perusahaan, lembaga pendidikan, pemerintah, dan komunitas profesional.

Langkah berikutnya adalah memastikan program inovasi AI di Telkom berjalan bersama penguatan talenta perempuan, mulai dari pendidikan, mentoring, hingga pengembangan karier. Dengan begitu, kepemimpinan Veranita Yosephine dalam inovasi AI tidak hanya mendorong percepatan teknologi, tetapi juga memperluas keterlibatan perempuan di sektor ICT.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter