24, 2026
Teknologi

PKS Mau Bahas Ijazah Gibran ke Fraksi di DPR, PSI: Apa yang Didiskusikan?

PSI menanggapi PKS yang bakal berkominikasi lintas partai soal ijazah Gibran. Ahmad Ali menilai tidak ada yang perlu dipermasalahkan setelah putusan MK.]]>

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

PKS Mau Bahas Ijazah Gibran ke Fraksi di DPR, PSI: Apa yang Didiskusikan?

PKS Mau Bahas Ijazah Gibran ke Fraksi di DPR, PSI: Apa yang Didiskusikan?

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan akan membahas persoalan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam rapat internal fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Langkah ini diambil setelah munculnya berbagai isu terkait keabsahan dokumen pendidikan Gibran. Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menanggapi rencana PKS dengan menanyakan substansi yang akan dibahas dalam rapat tersebut.

Langkah PKS dalam Menghadapi Isu Ijazah Gibran

Ketua Fraksi PKS di DPR, Mardani Ali Sera, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar rapat internal untuk membahas isu ijazah Wakil Presiden. Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai bentuk kewajiban fraksi untuk menindaklanjuti isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait kepemimpinan negara.

"Kami akan bahas dalam rapat internal fraksi. Ini adalah bagian dari tugas kita untuk memastikan semua isu yang berkembang terkait kepemimpinan negara menjadi perhatian serius," ujar Mardani dalam keterangannya, Senin (19/6/2023).

Mardani menegaskan bahwa PKS akan mendekati isu ini secara objektif dan tidak terburu-buru. Pihaknya akan menunggu hasil verifikasi dari berbagai pihak sebelum membuat kesimpulan apapun mengenai keabsahan ijazah Gibran.

"Kami tidak akan membuat keputusan berdasarkan isu semata, tapi akan melihat data dan fakta yang ada. Jika ada yang perlu ditindaklanjuti, tentu kami akan lakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku," tambahnya.

Respon PSI: Apa yang Akan Dibahas?

Menanggapi rencana PKS, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan penasaran dengan substansi yang akan dibahas dalam rapat tersebut. Wakil Ketua Umum DPP PSI, Giri Suprapdiono, menanyakan apakah PKS akan membahas aspek hukum atau hanya isu semata.

"Apa yang akan dibahas PKS? Apakah membahas aspek hukum dari ijazah Pak Gibran atau hanya isu semata? Kami berharap PKS bisa menjelaskan substansi yang akan dibahas," ujar Giri dalam keterangannya.

Giri menambahkan bahwa PSI menilai isu ijazah Gibran seharusnya ditangani melalui jalur hukum yang jelas dan tidak menjadi bahan diskusi politik semata. Menurutnya, jika ada dugaan palsu ijazah, seharusnya ada laporan resmi ke pihak berwenang.

"Jika ada dugaan palsu ijazah, seharusnya dilaporkan ke kejaksaan atau instansi terkait. Jangan jadi bahan diskusi politik yang hanya memancing kebencian," tegasnya.

Isu Ijazah Gibran yang Mencuat

Isu mengenai keabsahan ijazah Gibran Rakabuming Raka muncul beberapa waktu lalu sebelum ia terpilih sebagai Wakil Presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Beberapa pihak menyoroti perbedaan nama dalam ijazah SMA dan ijazah sarjana hukum yang dimiliki Gibran.

Gibran diketahui pernah menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Surakarta dan lulus pada tahun 2000. Namun, dalam ijazah SMA-nya, namanya tercatat sebagai Gibran Rakabing Raka, sedangkan dalam dokumen kepegawaian dan ijazah sarjana, namanya tercatat sebagai Gibran Rakabuming Raka.

Selain itu, ada pula isu mengenai keabsahan ijazah magister yang dimiliki Gibran. Beberapa pihak mengklaim bahwa ada ketidaksesuaian antara nama dan nomor induk mahasiswa (NIM) dalam ijazah tersebut.

Gibran sendiri telah membantah semua isu tersebut dan menyatakan bahwa semua dokumen pendidikannya sah dan telah diverifikasi oleh pihak berwenang. Ia menegaskan bahwa perbedaan nama dalam ijazah SMA disebabkan oleh kesalahan administrasi saat itu.

Tanggapan Gibran dan Pihak Terkait

Gibran Rakabuming Raka telah menyatakan bahwa dirinya siap untuk membuka semua dokumen pendidikannya guna mengklarifikasi isu yang berkembang. Ia menegaskan bahwa semua ijazah yang dimiliki adalah sah dan telah diverifikasi oleh pihak berwenang.

"Saya siap membuka semua dokumen pendidikan saya untuk dipertanggungjawabkan. Semua ijazah saya sah dan telah diverifikasi oleh pihak berwenang," ujar Gibran dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Sementara itu, pihak Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, tempat Gibran menempuh pendidikan sarjana dan magister, juga telah memberikan klarifikasi. Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, menyatakan bahwa data mahasiswa di universitasnya tercatat dengan benar dan tidak ada indikasi kecurangan dalam pendaftaran atau kelulusan Gibran.

"Data mahasiswa di UNS tercatat dengan sistem yang terintegrasi. Untuk data Gibran Rakabuming Raka, semuanya lengkap dan tidak ada indikasi kecurangan," jelas Jamal.

Pengaruh Isu terhadap Pilpres 2024

Isu mengenai ijazah Gibran yang terus berkembang diyakini akan berpengaruh terhadap Pilpres 2024 yang akan datang. Sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto, setiap isu yang menyangkut keabsahan dan integritas Gibran akan menjadi sorotan.

Partai politik yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran berupaya menanggapi isu ini dengan sebaik mungkin, sementara oposisi memanfaatkannya untuk menyerang koalisi tersebut. Dalam kontes politik yang semakin sengit, isu personal seperti ijazah bisa menjadi senjata ampuh untuk menurunkan elektabilitas pasangan calon.

DPR sebagai lembaga legislatif juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengklarifikasi isu-isu publik yang berkembang, termasuk isu terkait ijazah Gibran. Melalui rapat-fraksi seperti yang direncanakan PKS, diharapkan dapat dihasilkan kebijakan atau langkah-langkah yang konstruktif dalam menangani masalah ini.

Sementara itu, masyarakat umum terus mengawasi perkembangan isu ini dan menunggu langkah-langkah konkret dari berbagai pihak terkait. Kejelasan dan transparansi dalam penanganan isu ini diyakini akan menjadi kunci untuk menghindari polemik yang semakin memanas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter