Polda Banten dan Basarnas Kerahkan Tim Cari Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Tim gabungan dari Polda Banten dan Basarnas (Badan SAR Nasional) dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap seorang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat melintasi Selat Sunda. Operasi pencarian ini telah dimulai sejak dini hari tadi dengan melibatkan beberapa unit yang dilengkapi dengan peralatan canggih.
Jurnalis yang menjadi korban hilang kontak tersebut diketahui bernama Rizki Pratama, seorang wartawan yang bekerja untuk salah satu media nasional. Rizki dilaporkan terakhir kali terlihat saat akan menyeberang dari Merak, Banten ke Sumatera menggunakan KM. Sriwijaya Express pada Sabtu (15/1) lalu. Sejak saat itu, kontak telepon dan media sosial Rizki tidak merespon.
Kronologi Hilangnya Jurnalis
Kepala Bagian Humas Polda Banten, Komisaris Besar Polisi Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa kronologi hilangnya Rizki Pratama berawal dari rencana perjalanan kerjanya ke Lampung untuk meliput kegiatan pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Rizki sempat mengirim pesan singkat kepada rekan kerjanya sebelum naik kapal, menyatakan bahwa dirinya akan tiba di Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 12.30 WIB. Namun, hingga waktu yang telah ditentukan, Rizki tidak kunjung tiba maupun menghubungi kantor redaksi.
Pihak keluarga yang cemas pun kemudian melapor ke Polsek Merak. Setelah dilakukan verifikasi, ternyata Rizki tidak terdaftar sebagai penumpang yang turun di Pelabuhan Bakauheni. Hal ini membuat tim SAR menduga adanya kemungkinan jurnalis tersebut terjatuh atau terseret arus saat di atas kapal.
Upaya Pencarian yang Dilakukan
Basarnas langsung turun tangan setelah menerima laporan dari Polda Banten. Kepala Basarnas, Marsma TNI M. Syaugi, mengatakan bahwa operasi pencarian telah dilakukan secara masif sejak Minggu dini hari.
"Kami telah mengerahkan dua unit kapal patroli Basarnas, yaitu KN. Sinabung dan KN. Baruna Jaya. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan TNI AL yang mengirimkan KRI Rigel untuk membantu pencarian di perairan Selat Sunda," jelas Syaugi.Tim SAR menggunakan beberapa metode pencarian, mulai dari visual observation, penggunaan alat bantu pencarian seperti sonar, hingga pemeriksaan area secara menyeluruh. Pencarian dilakukan di sekitar jalur pelayaran KM. Sriwijaya Express, terutama di area yang rawan arus deras dan ombak tinggi.
Menurut data dari BMKG, Selat Sunda memang dikenal sebagai perairan yang rawan gelombang tinggi, terutama pada musim penghujan seperti saat ini. Kondisi ini membuat operasi pencarian menjadi lebih sulit.
Kondisi Terkini dan Tantangan
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR belum menemukan jejak jurnalis yang hilang tersebut. Pencarian terus dilakukan secara nonstop dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk petugas pelabuhan, nelayan setempat, dan pihak kapal feri untuk mendapatkan informasi tambahan," tambah Ahmad Yani.Sementara itu, keluarga korban masih menunggu hasil pencarian dengan harapan agar Rizki dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Ibu korban, Siti Aminah, mengaku masih belum percaya bahwa anaknya mengalami hal buruk.
"Saya masih yakin Rizki akan segera pulang. Dia seorang yang bertanggung jawab dan selalu menghubungi kami jika berada dalam perjalanan," ucap Siti dengan haru.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mungkin memiliki informasi terkait keberadaan Rizki Pratama untuk segera melapor ke unit reskrim Polsek Merak atau melalui nomor darurat Basarnas 115. Informasi apa pun yang dianggap kecil dapat menjadi kunci dalam menemukan korban.
Operasi pencarian ini terus berlanjut dengan harapan jurnalis tersebut dapat ditemukan segera. Tim SAR akan terus berupaya maksimal hingga korban ditemukan, baik dalam keadaan selamat maupun tidak.
Komentar (0)