Polri Tambah Personel Brimob-Bareskrim untuk Cegah Karhutla Menyerang Wilayah IKN
Polri telah mengambil langkah proaktif untuk mencegah penyebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuju wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Ahmad Ramadhan, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menambah personel dari satuan Brimob dan Bareskrim untuk mengantisipasi potensi bahaya karhutla yang semakin memprihatinkan di beberapa wilayah.
"Kami telah memutuskan untuk mengirim tambahan personel dari Brimob dan Bareskrim untuk membantu penanganan karhutla. Tujuannya adalah untuk mencegah asap dari karhutla menyebar hingga ke wilayah IKN," ujar Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (26/10/2023).
Penugasan Personel Tambahan
Personel tambahan tersebut akan ditempatkan di titik-titik kritis yang rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Polri telah melakukan analisis risiko dan memetakan area-area yang berpotensi menjadi sumber asap yang dapat mengarah ke IKN. "Kami menempatkan personel di sekitar perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, serta di beberapa titik strategis di Provinsi Kalimantan Timur," jelas Ahmad.
Personel Brimob akan bertugas melakukan patroli dan pengawasan di area-area yang rawan kebakaran, sementara personel Bareskrim akan fokus pada investigasi dini potensi penyebab kebakaran yang disengaja. "Kami menduga ada beberapa kasus karhutla yang disebabkan oleh ulah manusia. Oleh karena itu, Bareskrim akan melakukan investigasi untuk mengungkap apakah ada unsur kejahatan di balik kebakaran ini," tambahnya.
Peningkatan Kapasitas Alat Pemadam Kebakaran
Selain penambahan personel, Polri juga telah mempersiapkan alat-alat pemadam kebakaran untuk mengatasi karhutla. Kapal-kapal pemadam kebakaran dari Polri dan TNI AL akan dikerahkan di sekitar wilayah Kalimantan. "Kami telah mempersiapkan dua kapal pemadam kebakaran yang akan ditempatkan di sekitar wilayah Mahakam dan Sungai Kapuas," ungkap Ahmad.
Selain itu, Polri juga akan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk meningkatkan kapasitas penanganan karhutla. "Kami akan koordinasi dengan pemerintah daerah dan BNPB untuk memastikan semua sumber daya siap digunakan jika terjadi kebakaran," ujarnya.
Upaya Pencegahan dan Edukasi Masyarakat
Polri juga tidak lupa melakukan upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla. "Kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kami juga akan menyampaikan dampak buruk karhutla bagi kesehatan dan lingkungan," jelas Ahmad.
Untuk mendukung upaya ini, Polri akan menempatkan personel di desa-desa yang berada di sekitar area hutan. "Personel kami akan berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan," tambahnya.
Koordinasi dengan Pihak Terkait
Koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam penanganan karhutla. Polri akan terus berkoordinasi dengan TNI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta pemerintah daerah. "Semua pihak harus bekerja sama untuk mencegah karhutla semakin meluas. Kami tidak ingin asap dari karhutla mengganggu aktivitas di IKN," ujar Ahmad.
Ia menambahkan bahwa Polri siap mengambil tindakan tegas terhadap pelaku karhutla. "Jika ada bukti bahwa ada yang sengaja membakar hutan, kami akan menindaknya sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Ini adalah tindakan pidana yang merusak lingkungan dan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat," tegasnya.
Target Penanganan Karhutla
Target utama dari penanganan karhutla ini adalah mencegah penyebaran asap ke IKN dan menjaga kualitas udara di wilayah tersebut. "Kami ingin memastikan bahwa udara di IKN tetap sehat dan tidak tercemar asap dari karhutla," ungkap Ahmad.
Ia berharap dengan adanya langkah-langkah yang diambil Polri, kebakaran hutan dan lahan dapat segera dikuasai dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. "Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi masalah ini. Semoga dengan kerja sama semua pihak, karhutla dapat segera diredam," tutupnya.
Komentar (0)