05, 2026
Nasional

Portugal Menang Tanpa Ronaldo, Netizen: El Tantrum Tak Usah Balik

Portugal kembali menang tanpa Cristiano Ronaldo. Netizen menyindir 'El Tantrum', sementara survei menunjukkan publik lebih mendukung Jorge Jesus.]]>

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Portugal Menang Tanpa Ronaldo, Netizen: El Tantrum Tak Usah Balik

Portugal Menang Tanpa Ronaldo, Netizen: El Tantrum Tak Usah Balik

Timnas Portugal meraih kemenangan meyakinkan tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo di lapangan. Dalam laga yang berlangsung di Lisbon, anak asuh Roberto Martínez tampil lebih cair dan produktif saat mengalahkan lawannya dengan skor 3-0. Absennya Ronaldo, yang harus menjalani hukuman akumulasi kartu, justru membuka ruang bagi pemain-pemain muda untuk menunjukkan kapasitas mereka.

Sejak menit awal, Portugal tampil dominan. Tanpa sosok Ronaldo yang biasanya menjadi poros serangan, pola permainan berubah menjadi lebih dinamis. Bruno Fernandes mengambil peran sebagai motor serangan, sementara Rafael Leão dan Bernardo Silva bergantian menusuk dari sisi sayap. Gol pembuka lahir pada menit ke-17 melalui tendangan jarak jauh Bruno Fernandes yang gagal diantisipasi kiper lawan. Keunggulan itu memicu kepercayaan diri skuad Portugal.

Pada babak kedua, Portugal menambah dua gol. Gol kedua dicetak oleh Gonçalo Ramos yang masuk sebagai pengganti di awal babak kedua. Pemain berusia 22 tahun itu memanfaatkan umpan matang dari Leão, menuntaskan peluang dengan tenang. Gol ketiga lahir dari titik putih setelah Bruno Fernandes dijatuhkan di kotak terlarang. João Félix yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses mengecoh kiper. Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang.

Pergeseran Fokus: Dari Bintang Tunggal ke Kolektif

Kemenangan ini langsung menjadi sorotan di media sosial. Tagar "El Tantrum" mencuat di platform X dan TikTok, merujuk pada julukan yang kerap disematkan warganet kepada Ronaldo ketika menunjukkan gestur tidak puas di lapangan. Banyak pengguna menilai Portugal tampil lebih baik tanpa kehadiran kaptennya itu. Salah satu cuitan viral menyebut, "Tanpa Ronaldo, Portugal menang tanpa drama. El Tantrum tak usah balik." Cuitan lain menambahkan, "Tim ini bukan tentang satu orang. Sudah saatnya regenerasi."

Namun, tidak semua netizen sependapat. Sebagian pendukung setia Ronaldo menilai penilaian tersebut terlalu cepat dan tidak menghormati jasa pemain berusia 39 tahun itu. Mereka mengingatkan bahwa Ronaldo masih menjadi pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Portugal, dengan gelar Piala Eropa 2016 dan UEFA Nations League 2019. "Tanpa Ronaldo, Portugal mungkin tidak akan pernah menang di Piala Eropa. Jangan lupakan sejarah," tulis seorang pengguna dalam balasan cuitan tersebut.

Pernyataan Pelatih Roberto Martínez

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Roberto Martínez menolak menjadikan absennya Ronaldo sebagai kambing hitam atau pahlawan. Ia menegaskan bahwa kemenangan adalah hasil kerja kolektif dan rotasi yang matang. "Kami punya 26 pemain berkualitas. Setiap laga membutuhkan solusi berbeda. Hari ini kami bermain tanpa Cristiano, besok ia bisa kembali. Fokus kami tetap pada proses, bukan pada satu nama," ujar Martínez.

Martínez juga memuji penampilan Bruno Fernandes yang dinilai sebagai pemimpin di lapangan. Menurutnya, mantan penggawa Sporting CP itu mampu mengatur tempo dan memberi umpan-umpan kunci. "Bruno adalah otak tim ini malam ini. Ia membaca ruang dan memanfaatkan setiap peluang," tambahnya.

Dampak terhadap Kualifikasi

Kemenangan ini membawa Portugal kokoh di puncak klasemen grup dengan raihan 12 poin dari empat pertandingan. Laga berikutnya akan digelar pada Selasa mendatang melawan lawan yang peringkatnya lebih rendah. Ronaldo diprediksi kembali masuk dalam skuad, meski belum pasti akan menjadi starter. Martínez mengindikasikan akan melakukan rotasi untuk menjaga kebugaran pemain di tengah jadwal padat.

Situasi ini memunculkan dilema bagi Portugal: melanjutkan momentum tanpa Ronaldo atau mengembalikan sang kapten sebagai starter. Analis sepak bola Portugal, Rui Santos, menilai keputusan itu sepenuhnya ada di tangan Martínez. "Secara teknis, Portugal punya kedalaman skuad yang cukup. Tapi secara mental, Ronaldo masih simbol. Pertanyaannya bukan apakah ia bisa bermain, tapi bagaimana tim tetap solid tanpa bergantung padanya," kata Santos dalam diskusi televisi nasional.

Reaksi Media dan Penggemar

Media Portugal terbelah. Surat kabar Record menurunkan judul "Portugal Tanpa Ronaldo Tetap Tajam", sementara A Bola menyoroti peran Bruno Fernandes dalam laga tersebut. Di jejaring sosial, penggemar dari berbagai negara ikut ambil bagian dalam debat. Banyak yang menilai sudah saatnya Portugal bertransisi ke generasi baru, sementara lainnya menagih loyalitas terhadap sosok yang membesarkan nama Portugal di kancah internasional.

Terlepas dari pro dan kontra, fakta menunjukkan Portugal meraih tiga poin penuh tanpa bintang utamanya. Pertanyaan besar kini menunggu: akankah Ronaldo kembali menjadi poros utama, ataukah Portugal telah menemukan identitas baru sebagai tim yang merdeka dari ketergantungan pada satu individu? Publik sepak bola dunia akan segera mendapat jawabannya dalam laga-laga berikutnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter