15, 2026
Nasional

Potret Depan Rumah Gubernur dan Jalanan Palangka Raya Diselimuti Kabut Asap

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Palangka Raya Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Menurun Drastis

Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, kembali diguyur kabut asap pekat beberapa hari terakhir. Fenomena ini menyebabkan kualitas udara di kota ini menurun drastis, dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai kategori tidak sehat. Jelang musim kemarau, kondisi ini menjadi kekhawatiran baru bagi warga setempat yang sudah terbiasa dengan peristiwa serupa setiap tahunnya.

Kondisi Terkini dan Dampak bagi Aktivitas Masyarakat

Kabut asap yang mulai melanda Palangka Raya sejak awal pekan ini terlihat cukup pekat, terutama di area-area terbuka dan sekitar permukiman. Potret rumah dinas Gubernur Kalimantan Tengah yang biasanya jelas terlihat dari jalan utama kini nyaris tidak terlihat karena tertutup kabut. Demikian pula dengan beberapa jalanan utama di pusat kota yang menyebabkan visibilitas pengendang terbatas.

Dari pantauan di lapangan, kondisi udara di sekitar kawasan permukiman dan jalan protokol terlihat keruh. Aroma asap menusuk hidung tercium jelas oleh warga yang beraktivitas di luar ruangan. Beberapa warga yang melakukan aktivitas di luar ruangan terlihat menggunakan masker kesehatan untuk melindungi diri dari dampak kualitas udara yang buruk.

Peningkatan ISPU dan Area Terdampak

Berdasarkan data dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) Palangka Raya, nilai ISPU pada Rabu (15/7) mencapai angka 287 yang masuk dalam kategori "Tidak Sehat". Angka ini jauh di atas ambang batas normal yang berkisar antara 0-50. Nilai ISPU ini tercatat sebagai yang tertinggi sejak awal tahun ini.

Kawasan yang paling terdampak oleh kabut asap meliputi pusat kota, sekitar rumah dinas gubernur, serta area perumahan yang berada di sepanjang jalan utama menuju kecamatan Sebangau dan Kapuas. Beberapa sekolah di kawasan tersebut bahkan mulai mengantisipasi dengan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Penyebab Utama Kabut Asap

Berdasarkan rilis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah, kabut asap yang melanda Palangka Raya ini didominasi oleh faktor lokal. Asap berasal dari kebakaran lahan dan hutan di sekitar kota, terutama di area gambut yang berada di sekitar perbatasan kota dengan kabupaten Pulang Pisau dan Katingan.

Respons Pemerintah Daerah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mengaktifkan Satuan Tugas Penanggulanan Asap untuk mengatasi masalah ini. Tim gabungan dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah diterjunkan untuk melakukan pemantauan dan penindakan terhadap pelaku kebakaran lahan ilegal.

Untuk mengatasi dampak kualitas udara yang buruk, pemerintah daerah telah menyiapkan ribuan masker kesehatan yang akan dibagikan secara gratis kepada warga terdampak. Selain itu, beberapa fasilitas kesehatan juga telah disiapkan untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Upaya Pencegahan dan Harapan ke Depan

Pemerintah daerah berencana untuk melakukan penyuluhan massif kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran lahan dan hutan. Selain itu, penanaman pohon di lahan-lahan kosong dan area gambut juga akan dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran di musim kemarau yang akan datang.

Sementara itu, warga setempata berharap kondisi segera kembali normal. "Semoga ini tidak berlarut-larut seperti tahun-tahun sebelumnya. Kualitas udara yang buruk sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia," ujuk salah satu warga yang bertemu di jalan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter