15, 2026
Nasional

Kondisi Palangka Raya Hari Ini: Langit Menguning, Kabut Asap Makin Tebal

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kondisi Palangka Raya Hari Ini: Langit Menguning, Kabut Asap Makin Tebal

Palangka Raya kembali diguyur kabut asap pekat pada Rabu (15/11/2023) pagi ini. Fenomena yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir ini semakin memburuk, dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah titik tercatat berada dalam kategori tidak sehat. Langit kota yang biasanya biru cerah kini tampak menguning akibat partikel-partikel debu dan asap yang mengendap di udara.

Berdasarkan pantauan di lapangan, visibilitas di sejumlah wilayah seperti Jalan Tjilik Riwut, Jahlil Sumberejo, dan sekitar Sungai Kahayan terbatas hingga kurang dari 1 kilometer. Kendaraan yang melintas terpaksa mengaktifkan lampu siang demi keamanan. Warga yang melakukan aktivitas di luar ruangan juga banyak yang menggunakan masker kain atau masker medis untuk mengurangi dampak partikel halus yang masuk ke saluran pernafasan.

ISPU Mencapai Angka Bahaya

Data dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) Palangka Raya menunjukkan bahwa sejak pukul 06.00 WIB, ISPU di sekitar kantor Walikota Palangka Raya telah mencapai angka 234 yang masuk dalam kategori "Sangat Tidak Sehat". Angka ini meningkat signifikan dibandingkan dengan ISPU rata-rata sepekan lalu yang berada di kisaran 150-180.

"Kondisi ISPU yang sangat tidak sehat ini berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang serius bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang menderita penyakit kronis seperti asma dan gangguan pernafasan lainnya," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palangka Raya, Ahmad Fauzi, saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan bahwa sumber utama kabut asap yang melanda Palangka Raya berasal dari kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di sekitar kota, terutama dari arah Kabupaten Pulang Pisau dan Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Angin yang bertiup dari arah barat daya membawa partikel-partikel asak dari lokasi kebakaran tersebut.

Upaya Penanganan dan Tanggap Darurat

Pemerintah Kota Palangka Raya telah mengumumkan status tanggap darurat karhutla sejak awal November lalu. Sebagai upaya mitigasi, pemerintah telah melakukan berbagai tindakan penanganan, termasuk penyiraman air di sekitan kawasan rawan kebakaran dan penyiapan pusat data untuk memantau perkembangan kebakaran.

Sementara itu, RSUD Dr. Murjani yang menjadi rumah sakit rujukan di Palangka Raya melaporkan peningkatan pasien dengan keluhan gangguan pernafasan. Dari data yang diperoleh, tercatat ada peningkatan 40% pasien yang datang dengan gejasa batuk, pilek, dan sesak napas sejak seminggu terakhir.

Dampak terhadap Aktivitas Masyarakat

Kondisi kabut asap pekat ini juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Beberapa sekolah di Palangka Raya, terutama yang berlokasi di area terbuka, memilih untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dan beralih ke sistem daring. "Kami khawatir dengan kesehatan siswa dan guru jika terus beraktivitas di luar ruangan dengan kualitas udara yang buruk seperti ini," ujar Kepala SMAN 1 Palangka Raya, Budi Santoso.

Sedangkan di sektor pariwisata, sejumlah objek wisata seperti Taman Nasional Sebangau dan Danau Burung harus menunda kunjungan wisatawan. "Kondisi kabut asap yang sangat pekat membuat aktivitas wisata tidak bisa dilakukan. Kami menyesalkan hal ini karena musim wisata akhir tahun ini seharusnya menjadi puncak kunjungan wisatawan," kata Ketua Asosiasi Pariwisata Palangka Raya, Maya Sari.

Sejauh ini, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan tim penanggulangan bencana untuk membantu penanganan kebakaran di Kalimantan Tengah. Selain itu, juga disiapkan pesawat air untuk membantu penyiraman di area-area yang terdampak kebakaran lahan dan hutan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran dari pemerintah mengenai penggunaan masker dan menghindari aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik. "Kami berharap dengan adanya penanganan yang maksimal dari pemerintah dan kerja sama dengan masyarakat, kondisi kabut asap ini dapat segera diredam," harap Ahmad Fauzi dari DLH Palangka Raya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter