10, 2026
Teknologi

Potret Hotel Ambruk-Kantor Gubernur Roboh Usai Diguncang Gempa M 7,7

Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Panama, merusak bangunan dan gereja. Belum ada laporan korban jiwa, sementara Terusan Panama tetap beroperasi normal.]]>

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Potret Hotel Ambruk-Kantor Gubernur Roboh Usai Diguncang Gempa M 7,7

Hotel Ambruk-Kantor Gubernur Roboh Akibat Gempa Bumi M 7,7

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat pada Rabu (22/11) sore, tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga merobohkan sejumlah bangunan penting. Di antara bangunan yang paling terdampak adalah gedung Hotel Ambruk dan kantor Gubernur yang berdekatan. Kedua bangunan yang berada di jantung kota ini nyaris rata dengan tanah setelah diguncang gempa dahsyat tersebut.

Kerusakan Parah pada Hotel Ambruk

Hotel Ambruk, sebuah bangunan bersejarah yang telah berdiri puluhan tahun di pusat kota, menjadi salah satu korban terbesar gempa tersebut. Menurut keterangan saksi mata, sebagian besar bagian hotel, terutama sayap utara dan menara utama, ambruk dan menimpa bangunan di sekitarnya. Kerusakan begitu parah sehingga menyisakan puing-puing beton dan besi yang berserakan di sekitar lokasi.

Kepala Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Budi Santoso, mengatakan bahwa tim SAR sudah diterjunkan ke lokasi sejak malam harinya. "Tim SAR masih melakukan pencarian korban yang diduga masih terjebak di reruntuhan hotel. Kondisi bangunan sangat tidak stabil, sehingga kita harus hati-hati dalam proses evakuasi," ujar Budi.

Hotel yang menjadi ikon kawasan ini sebelumnya memiliki 120 kamar dan fasilitas lengkap. Menurut data dari pemilik hotel, saat kejadian sedang ada sejumlah tamu yang menginap di lantai atas. Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban tewas dan luka-luka dari hotel ini belum bisa dipastikan secara pasti.

Kantor Gubernur Juga Tidak Terselamatkan

Tidak jauh dari lokasi hotel, kantor Gubernur yang juga merupakan bangunan bersejarah ikut roboh sebagian. Bangunan yang merupakan pusat pemerintahan daerah ini mengalami kerusakan struktur parah di beberapa sayapnya. Dari pantauan di lapangan, bagian depan dan sayap timur kantor gubernur ambruk, menimpa kendaraan parkir dan pepohonan di sekitarnya.

Gubernur Cianjur, Ahmad Heryawan, yang saat itu sedang berada di ruang kerjanya, berhasil menyelamatkan diri tepat sebelum gempa terjadi. "Saya sedang rapat dengan staf ketika guncangan mulai terasa. Segera kami keluar dari gedung karena merasa getaran sangat kuat dan berlangsung cukup lama," jelas Gubernur.

Kantor gubernur yang telah berdiri sebelum kemerdekaan Indonesia ini memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi masyarakat Cianjur. Beberapa dokumen penting dan koleksi bersejarah yang disimpan di dalam gedung diduga ikut rusak atau hilang akibat gempa. Pihak pemda belum bisa menghitung kerugian materiil yang ditimbulkan.

Evakuasi Korban dan Tanggap Darurat

Setelah gempa bumi, pemerintah daerah segera mengaktifkan posko tanggap darurat. Puluhan personel SAR dari TNI/Polri, BPBD, dan relawan diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban dan penyelamatan barang-barang berharga di kedua bangunan tersebut.

Kepala BPDP Provinsi Jawa Barat, Eka Surya Wijaya, mengatakan bahwa evakuasi di kedua lokasi menjadi prioritas utama. "Kita fokus terlebih dahulu pada evakuasi korban di reruntuhan hotel dan kantor gubernur. Kondisi kedua lokasi masih berbahaya dan rawan longsor," jelasnya.

Sementara itu, warga sekitar kedua lokasi telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah menyiapkan beberapa gedung sekolah dan aula sebagai pusko pengungsian sementara. Makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya telah disiapkan untuk para pengungsi.

Resiko Gempa di Wilayah Cianjur

Menurut ahli geologi, wilayah Cianjur termasuk dalam jalur gempa aktif di Jawa Barat. "Kondisi geologi di Cianjur rawan gempa karena berada di dekat patahan aktif. Gempa magnitudo 7,7 yang terjadi kemungkinan berasal dari aktivitas patahan yang cukup dalam," jelas Dr. Ahmad Rizal, seismolog dari Institut Teknologi Bandung.

Dr. Rizal menambahkan bahwa bangunan-bangunan tua yang tidak memenuhi standar keamanan gempa menjadi salah satu penyebab kerusakan begitu parah. "Hotel Ambruk dan kantor gubernur adalah contoh bangunan yang mungkin tidak dirancang untuk menahan gempa dengan magnitudo sebesar ini. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk memperhatikan standar keamanan dalam pembangunan gedung," tegasnya.

Pemerintah daerah berjanji akan segera melakukan evaluasi terhadap semua gedung pemerintahan dan fasilitas umum di wilayahnya untuk memastikan keamanan dan mencegah korban jiwa di kemudian hari. Selain itu, pemerintah juga akan memfasilitasi pemulihan dan rekonstruksi bagi para korban gempa yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter