10, 2026
Nasional

Polisi Usut Keterlibatan 3 Orang di Kasus Santriwati Bekasi

Rizal Fahmi
Rizal Fahmi Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Polisi Usut Keterlibatan 3 Orang di Kasus Santriwati Bekasi

Polisi Reserse Kriminal (Polres) Metro Bekasi kini tengah mengusut keterlibatan tiga orang dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang santriwati di wilayahnya. Kasus yang menimpa korban berinisial M (16) ini terungkap setelah laporan resmi disampaikan oleh pihak keluarga korban beberapa waktu lalu. Menurut informasi yang dihimpun, kasus ini melibatkan sejumlah pihak yang diduga turut serta dalam penganiayaan tersebut.

Kronologi Kejadian

Kasus bermula ketika korban M, seorang santriwati asal Bekasi, menjadi korban penganiayaan oleh beberapa orang tidak dikenal. Kejadian tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (15/1) malam sekitar pukul 21.00 WIB di sekitar Jl. Raya Bekasi Timur, Bekasi. Menurut keterangan saksi mata, korban diserang oleh sekelompok remaja yang terdiri dari tiga orang pria dan satu wanita.

Korban yang sedang berjalan kembali ke ponpesnya diserang secara tiba-tiba. Kelompok tersebut menghampiri korban dan langsung melakukan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam berupa pisau. Akibatnya, korban mengalami lukan cukup serius di bagian tubuhnya, termasuk luka robek di bagian tangan dan luka memar di wajah.

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban yang terluka di tengah jalan. Korban yang dalam keadaan tidak mampu bergerak itu ditemukan oleh warga setempat yang sedang berjalan malam. Warga segera membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Proses Penyidikan

Setelah menerima laporan dari pihak keluarga korban, Polres Metro Bekas segera melakukan penyelidikan. Tim penyidik langsung turun ke lokasi kejadian dan mengumpulkan bukti-bukti awal termasuk keterangan saksi mata dan hasil pemeriksaan korban.

"Kami sudah menerima laporan dari korban dan keluarganya. Tim kami sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap kebenaran di balik kasus ini," ujar Kepala Polres Metro Bekasi AKBP Budi Santoso dalam konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi, Selasa (18/1).

Menurut Budi, pihaknya telah mengidentifikasi tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut. Ketiga orang tersebut sudah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik. Namun hingga saat ini, status mereka masih dalam tahap pemeriksaan dan belum bisa dipastikan sebagai tersangka.

"Kami masih mengumpulkan bukti-bukti untuk menentukan apakah ketiga orang tersebut benar-benar terlibat langsung dalam penganiayaan atau hanya menjadi saksi," jelas Budi.

Kondisi Korban

Korban M masih menjalani perawatan di RSUD Abdul Moeloek, Bekasi. Menurut dokter yang merawat, korban mengalami luka robek di tangan kanan dan beberapa luka memar di bagian wajah dan tubuh. Namun, kondisinya saat ini sudah stabil dan tidak berbahaya.

"Kondisi korban sudah membaik. Ia hanya butuh istirahat dan perawatan intensif selama beberapa hari ke depan," kata dr. Rina, dokter yang merawat korban.

Keluarga korban sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa putri mereka. Mereka berharap agar polisi segera mengungkap kasus ini dan menyeret pelaku yang bertanggung jawab ke meja hijau.

"Kami tidak tahu mengapa anak kami menjadi target. Ia adalah seorang santriwati yang santun dan tidak pernah masalah dengan siapa pun. Kami minta keadilan untuk anak kami," ucap ayah korban dengan suara getar.

Tindakan Polisi

Polres Metro Bekasi telah menetapkan kasus ini sebagai kasus penganiayaan berat dengan dalang pidana Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Jika terbukti bersalah, pelaku dapat dijalan dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 15.000.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. "Kami minta masyarakat untuk tenang dan percaya pada proses hukum yang berjalan. Jangan mengambil keadilan dengan tangan sendiri," pesan Budi.

Sementara itu, pihak ponpes tempat korban menimba ilmu juga menegaskan akan memberikan bantuan hukum dan dukungan moril bagi korban dan keluarganya. Mereka juga akan meningkatkan keamanan di lingkungan ponpes untuk mencegah hal serupa terulang.

Kasus ini masih dalam pengusutan oleh pihak kepolisian. Polisi berjanji akan segera menyelesaikan kasus ini dan menyeret pelaku yang bertanggung jawab ke meja hijau.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizal Fahmi

Menulis review produk kesehatan, suplemen, dan teknologi wearables.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter