30, 2026
Teknologi

Potret Warga Pro-Palestina Gelar Demo Sambut Netanyahu di New York

Ratusan demonstran pro-Palestina gelar aksi di Manhattan usai pidato Netanyahu di PBB, mengecam perang Gaza dan menyerukan penangkapannya.]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Potret Warga Pro-Palestina Gelar Demo Sambut Netanyahu di New York

Massa pro-Palestina kembali turun ke jalanan New York, Amerika Serikat, untuk menyambut kedatangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Aksi demonstrasi tersebut berlangsung di sejumlah titik strategis di Manhattan, tepat ketika konvoi pejabat Israel itu melintas menuju lokasi pertemuan dengan sejumlah tokoh politik dan komunitas Yahudi di kota tersebut.

Ribuan Demonstran Kepung Manhattan

Demonstran mulai berkumpul sejak siang hari waktu setempat. Mereka membawa bendera Palestina berukuran besar, poster bergambar korban sipil dari Gaza, serta spanduk bertuliskan tuntutan penghentian bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel. Massa bergerak dari Union Square menuju area sekitar markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, lalu melanjutkan long march ke arah gedung-gedung yang menjadi lokasi agenda kunjungan Netanyahu.

Kepolisian New York (NYPD) memberlakukan pengetatan keamanan berlapis. Sejumlah ruas jalan ditutup, barikade beton dan pagar logam dipasang di sekitar lokasi acara. Petugas bersenjata lengkap berjaga di setiap persimpangan. Meski demikian, massa tetap berhasil memadati jalanan utama dan meneriakkan yel-yel menuntut pembebasan Palestina.

Tuntutan Penghentian Dukungan Militer AS

Dalam orasi bergantian, sejumlah pembicara menuding pemerintahan Amerika Serikat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas berlanjutnya konflik di Jalur Gaza. Mereka menuntut Gedung Putih menghentikan seluruh pengiriman senjata dan bantuan militer kepada Israel, serta menyerukan gencatan senjata permanen yang diawasi komunitas internasional.

"Setiap bom yang jatuh di Gaza dibiayai oleh dolar pajak kita," kata salah satu orator di hadapan massa. Pernyataan itu disambut gemuruh teriakan dan tepuk tangan panjang. Sejumlah demonstran juga membentangkan daftar nama anak-anak yang tewas dalam konflik tersebut sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Aksi tidak hanya diisi kalangan mahasiswa dan aktivis organisasi masyarakat. Terlihat pula kelompok rabbi anti-Zionis, keluarga korban dari pihak Palestina, serta sejumlah tokoh hak asasi manusia yang menyerukan pendekatan diplomatik yang lebih berimbang dari Washington.

Bentrokan Terbatas dan Penangkapan

Ketegangan sempat memuncak ketika sekelompok demonstran mencoba menembus garis polisi di dekat salah satu hotel mewah tempat Netanyahu dijadwalkan menginap. Petugas mengimbau massa mundur, namun sebagian peserta tetap mendesak maju. Insiden dorong-dorongan pun tak terhindarkan.

NYPD melaporkan sejumlah orang diamankan karena diduga menghalangi jalur dan melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah pasti demonstran yang ditahan maupun korban luka dari kedua pihak.

Di sisi lain, kelompok pendukung Israel juga menggelar aksi tandingan di lokasi terpisah. Mereka membawa bendera Israel dan poster bergambar sandera yang masih ditahan di Gaza. Aparat mengerahkan personel tambahan untuk menjaga jarak antara kedua kubu agar tidak terjadi kontak fisik.

Kunjungan Netanyahu dan Respons Politik

Kedatangan Netanyahu ke New York merupakan bagian dari rangkaian kunjungan diplomatiknya di Amerika Serikat. Agenda utama meliputi pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi, kalangan pengusaha, serta komunitas Yahudi Amerika. Ia juga dijadwalkan menyampaikan pidato dalam forum internasional yang membahas situasi keamanan di Timur Tengah.

Kunjungan tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah anggota Kongres yang menyerukan peninjauan ulang paket bantuan militer untuk Israel. Mereka menilai kebijakan pemerintah saat ini tidak sejalan dengan tuntutan publik Amerika yang semakin vokal menentang eskalasi konflik.

Sejumlah pengamat menilai demonstrasi di New York mencerminkan pergeseran opini publik di Amerika Serikat. Survei terbaru menunjukkan peningkatan jumlah warga yang mendukung penghentian bantuan militer tanpa syarat kepada Israel, khususnya di kalangan pemilih muda dan komunitas progresif.

Implikasi bagi Kebijakan Luar Negeri AS

Tekanan jalanan di kota-kota besar seperti New York, Chicago, dan Los Angeles dinilai akan menjadi faktor penting menjelang siklus politik berikutnya. Para analis menyebut isu Gaza berpotensi memengaruhi peta dukungan elektoral, terutama di negara bagian yang memiliki komunitas Muslim dan Arab-Amerika cukup besar.

Hingga malam hari, massa masih bertahan di beberapa titik. Mereka berjanji akan melanjutkan aksi hingga tuntutan utama dipenuhi, yakni gencatan senjata permanen dan penghentian seluruh bentuk dukungan militer Amerika Serikat kepada Israel. Situasi di New York berangsur kondusif setelah sebagian besar demonstran membubarkan diri secara tertib, meski penjagaan ketat aparat diprediksi berlanjut sepanjang rangkaian kunjungan Netanyahu.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter