Prabowo Siapkan Anggaran Tambahan Mitigasi Bencana, BNPB Usul Perkuat Ini
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prabowo Subianto menyatakan pemerintah siap mengalokasikan anggaran tambahan untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah instansi terkait di Jakarta, Rabu (15/11).
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara dengan risiko bencana tinggi memerlukan persiapan yang matang dan responsif. "Kita harus siap menghadapi segala kemungkinan bencana. Anggaran tambahan ini akan digunakan untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana mulai dari pencegahan, penanggulanan, hingga pemulihan pasca bencana," ujarnya.
BNPB Minta Perkuat Infrastruktur Kesiapsiagaan
Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengusulkan agar anggaran tambahan tersebut difokuskan untuk memperkuat infrastruktur kesiapsiagaan bencana. Beberapa prioritas yang diajukan BNPB antara lain:
- Perbaikan dan Penguatan Infrastruktur Kritis: Anggaran akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur vital seperti bendungan, tanggul, dan saluran irigasi yang rentan terhadap bencana banjir dan longsor.
- Peningkatan Sistem Peringatan Dini: BNPB meminta alokasi anggaran untuk memperluas jaringan sensor cuaca dan gempa di wilayah rawan bencana, serta meningkatkan sistem peringatan dini agar informasi bisa sampai kepada masyarakat dengan cepat.
- Pembangunan Posko Penanggulangan Bencana: Pembangunan posko penanggulangan bencana di tingkat desa dan kecamatan untuk mempercepat respons saat bencana terjadi.
- Pembelian Alat Berat dan Peralatan Penanggulangan Bencana: Penambalian alat berat dan peralatan lain yang diperlukan untuk evakuasi dan penanganan pasca bencana.
Penanganan Bencana Berbasis Wilayah
Prabowo menyetujui usulan BNPB dan menekankan pentingnya pendekatan berbasis wilayah dalam penanganan bencana. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik risiko bencana yang berbeda sehingga perlu penanganan yang spesifik.
"Kita tidak bisa menggunakan satu aturan untuk semua daerah. Kalau di Jawa Baris risiko longsor dan banjir, di Nusa Tenggara risiko kekeringan dan gempa bumi, maka penanganannya harus disesuaikan," jelasnya.
Prabowo juga meminta BNPB bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam merumuskan rencana penanggulangan bencana yang lebih efektif. "Kita harus memastikan bahwa setiap daerah memiliki rencana penanggulangan bencana yang komprehensif dan terintegrasi," tambahnya.
Respons Cepat dan Koordinasi Antar Instansi
Dalam rapat tersebut juga dibahas pentingnya koordinasi antar instansi dalam penanganan bencana. Prabowo meminta TNI/Polri, Kementerian/Lembaga terkait, dan pemerintah daerah untuk bekerja sama secara sinergis.
"Saat bencana terjadi, waktu adalah faktor krusial. Setiap instansi harus tugasnya jelas dan bekerja sama tanpa ada tumpang tindih atau gap," ujar Prabowo.
Prabowo juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam penanganan bencana. Menurutnya, masyarakat harus menjadi bagian integral dalam sistem penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan hingga pemulihan pasca bencana.
Anggaran Tambahan untuk Penanganan Bencana Akhir-akhir Ini
Indonesia sering diguncang berbagai bencana alam dalam beberapa waktu terakhir, seperti gempa bumi di Cianjur dan Jawa Barat, banjir di beberapa wilayah di Jawa, serta bencana longsor di beberapa provinsi. Bencana-bencana ini menuntut respons cepat dan alokasi anggaran yang memadai.
Menurut data BNPB, kerugian akibat bencana alam di Indonesia pada tahun 2023 mencapai puluhan triliun rupiah. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana alam.
Prabowo menyatakan bahwa pemerintah akan segera menyiapkan rincian anggaran tambahan yang akan disampaikan dalam rapat kabinet berikutnya. "Kita akan pastikan anggaran ini tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang terdampak bencana," pungkasnya.
Komentar (0)