19, 2026
Nasional

Prabowo Soroti Kinerja ASN-Polri

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Presiden Prabowo Subianto menyoroti kinerja aparatur sipil negara (ASN) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola pemerintahan serta kualitas pelayanan publik. Sorotan tersebut muncul di tengah dorongan efisiensi anggaran, percepatan pelaksanaan program prioritas, dan tuntutan profesionalisme aparat dalam menjalankan tugas di lapangan.

Dalam berbagai arahan kepada jajaran pemerintah, Prabowo menekankan bahwa birokrasi dan kepolisian berada pada garis terdepan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Karena itu, kinerja keduanya dinilai menjadi ukuran penting bagi keberhasilan pemerintahan, bukan hanya dari sisi capaian program, tetapi juga dari kepercayaan publik yang terbangun.

Dorongan Efisiensi dan Disiplin Anggaran

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penggunaan anggaran di lingkungan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Presiden meminta agar belanja negara diarahkan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat, sementara pos-pos yang dinilai kurang produktif dievaluasi. Kebijakan efisiensi ini menuntut ASN untuk bekerja lebih terukur, dengan indikator kinerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah juga mendorong percepatan realisasi program prioritas, antara lain di sektor pangan, gizi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. Dalam konteks itu, ASN dituntut tidak hanya menjalankan rutinitas administrasi, tetapi juga memastikan program benar-benar sampai ke penerima manfaat. Presiden berulang kali menegaskan pentingnya orientasi hasil dibandingkan sekadar formalitas laporan.

Selain itu, persoalan netralitas ASN menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sorotan. Aparatur sipil negara diingatkan untuk menjaga posisi sebagai pelayan publik dan tidak terlibat dalam kepentingan politik praktis. Netralitas dinilai penting agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara tetap terjaga, terutama dalam momentum politik yang membutuhkan ketenangan dan kepastian.

Sorotan terhadap Kinerja Polri

Terhadap Polri, sorotan diarahkan pada upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum yang berkeadilan, serta pemberantasan praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat. Presiden menekankan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat harus dirasakan, terutama dalam merespons persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Penindakan Judi Online dan Narkoba

Pemberantasan judi online dan peredaran narkotika menjadi dua persoalan yang mendapat perhatian khusus. Kedua praktik itu dinilai memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas, mulai dari kerugian finansial keluarga hingga gangguan keamanan. Pemerintah mendorong penindakan yang tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga jaringan yang berada di belakangnya, termasuk aspek aliran dana dan pemanfaatan teknologi.

Presiden meminta agar penegakan hukum dilakukan secara konsisten dan terkoordinasi antarinstitusi. Koordinasi dinilai penting karena persoalan tersebut kerap melibatkan lintas yurisdiksi, baik di dalam maupun di luar negeri. Selain penindakan, pencegahan melalui edukasi masyarakat dan penguatan literasi digital juga disebut sebagai bagian dari strategi yang perlu dijalankan bersamaan.

Profesionalisme dan Reformasi Internal

Di sisi lain, pembenahan internal menjadi bagian dari sorotan. Polri didorong untuk terus memperbaiki sistem pengawasan, menindak pelanggaran kode etik, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Presiden menegaskan bahwa kepercayaan publik dibangun dari konsistensi dalam menjalankan aturan, termasuk kesediaan institusi mengoreksi diri ketika terjadi penyimpangan.

Modernisasi pelayanan juga menjadi perhatian, antara lain melalui pemanfaatan teknologi dalam proses perizinan, pelaporan, dan pelayanan publik lainnya. Langkah itu diharapkan mempersingkat waktu, mengurangi ruang pertemuan langsung yang rawan praktik tidak resmi, serta mempermudah masyarakat mengakses layanan.

Respons dan Tantangan ke Depan

Sorotan terhadap kinerja ASN dan Polri tidak hanya berdampak pada internal institusi, tetapi juga pada hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Di satu sisi, arahan tersebut mendorong percepatan reformasi birokrasi dan penegakan hukum. Di sisi lain, dibutuhkan kapasitas kelembagaan yang memadai, termasuk sumber daya manusia, anggaran, dan sistem pengawasan yang efektif.

Pengamat menilai konsistensi menjadi kunci. Arahan yang kuat dari kepala negara perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan operasional di tingkat kementerian, lembaga, dan daerah. Tanpa penerjemahan yang jelas, arahan tersebut berisiko berhenti pada tataran retorika dan tidak dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain itu, transparansi dan akuntabilitas disebut sebagai faktor penting untuk menjaga momentum perbaikan. Publikasi capaian kinerja, pembukaan akses informasi, serta penyediaan saluran pengaduan yang responsif dinilai dapat memperkuat pengawasan sosial terhadap jalannya pemerintahan dan pelayanan kepolisian.

Dengan berbagai sorotan tersebut, pemerintah menempatkan perbaikan kinerja ASN dan Polri sebagai bagian dari agenda yang lebih luas, yaitu membangun pemerintahan yang bersih, efisien, dan melayani. Keberhasilan agenda itu akan diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan perubahan dalam kualitas layanan, kepastian hukum, dan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter