Pramono Minta Berantas Narkoba di Kampung Bahari Tak Setengah-Setengah
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Pramono Usuluhanto menegaskan bahwa operasi penangkapan terkait narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, harus dilakukan secara komprehensif dan tidak setengah-setengah. Pernyataan ini disampaikan usai adanya operasi penangkapan yang dilakukan oleh aparat gabungan di wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor BNN Pusat, Pramono menekankan bahwa perang melawan narkoba harus dilakukan dengan serius dan berkelanjutan. Menurutnya, Kampung Bahari telah menjadi salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus karena adanya indikasi kuat sebagai jalur masuk dan distribusi narkoba di ibu kota.
Strategi Penangkapan yang Komprehensif
Pramono menjelaskan bahwa penangkapan di Kampung Bahari tidak boleh hanya berhenti pada penangkapan pengguna atau pedagang kecil. Ia menegaskan bahwa perlu adanya penyelidikan lebih mendalam untuk mengungkap jaringan besar yang berada di balik aktivitas narkoba tersebut.
"Kita harus menyelam lebih dalam untuk mengungkap siapa di baliknya. Tidak cukup hanya menangkap orang di jalanan. Kita harus mengungkap jaringannya, distribusinya, dan siapa saja yang terlibat dalam tingkat yang lebih tinggi," ujar Pramono.
Ia menambahkan bahwa operasi gabungan antara BNN, Polri, dan instansi terkait lainnya akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa peredaran narkoba dapat ditekan secara maksimal. Pramono juga menyebutkan akan memperkuat koordinasi antarinstansi untuk efektivitas operasi.
Dampak Sosial di Kampung Bahari
Kampung Bahari, yang sebelumnya dikenal sebagai permukiman nelayan dan aktivitas perikanan, kini dihadapkan pada masalah serius narkoba. Warga setempat mengaku khawatir dengan semakin maraknya aktivitas narkoba yang memengaruhi generasi muda di lingkungan mereka.
Sejumlah warga yang diwawancarai mengaku melihat adanya peningkatan aktivitas mencurigakan di beberapa titik di kawasan tersebut. Mereka menyebutkan adanya orang-orang tak dikenal yang sering berkeliaran di malam hari serta adanya transaksi yang mencurigakan di beberapa warung dan rumah kos.
"Kami khawatir karena anak-anak muda di sini mulai terpapar. Banyak yang sudah tidak fokus karena kecanduan. Ini sangat berbahaya bagi masa depan generasi muda di sini," ujar salah seorang warga setempat.
Tanggapan Pemerintah Daerah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan telah mengaku akan memperkuat program rehabilitasi untuk korban narkoba di wilayah tersebut. Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung program pemberantasan narkoba yang digalakan BNN.
Langkah-Langkah Selanjutnya
Menindaklanjuti pernyataan Pramono, BNN akan melakukan serangkaian operasi gabungan di wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa pekan mendatang. Operasi ini akan difokuskan pada pengungkapan jaringan narkoba skala besar yang diduga masih aktif di ibu kota.
BNN juga akan meningkatkan koordinasi dengan pihak keamanan di pelabuhan-pelabuhan utama, mengingat Kampung Bahari dekat dengan area pelabuhan yang dianggap sebagai potensi jalur masuk narkoba.
"Kita tidak akan mengenal istirahat dalam melawan narkoba. Ini adalah perang yang harus kita menangkan demi masa depan bangsa," tutup Pramono.
Komentar (0)