30, 2026
Teknologi

Pramono Rapat di 44 Kecamatan Mulai Pekan Depan, Lurah Bisa Curhat Langsung

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar rapat di 44 kecamatan untuk mendengar langsung persoalan masyarakat. Rapat perdana dimulai pekan depan.]]>

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pramono Rapat di 44 Kecamatan Mulai Pekan Depan, Lurah Bisa Curhat Langsung

Pramono Siap Bertemu Masyarakat di 44 Kecamatan

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamenhub) Pramono Anung akan menggelar serangkaian rapat kerja di 44 kecamatan se-Indonesia mulai pekan depan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta memberikan kesempatan kepada lurah untuk menyampaikan langsung keluhan dan aspirasi mereka.

Dalam keterangannya, Pramono menegaskan bahwa rapat kerja ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan kebijakan yang dibuat di tingkat pusat dapat tepat sasaran dan berdampak nyata di masyarakat. "Kita perlu mendengar langsung dari lapangan. Lurah sebagai ujung tombak pelayanan publik memiliki banyak cerita dan pengalaman yang berharga," ujarnya.

Target Jangka Pendek dan Panjang

Kegiatan yang akan berlangsung selama sebulan penuh ini memiliki beberapa target jangka pendek dan panjang. Secara singkat, pihaknya berharap dapat mengumpulkan masukan-masukan konstruktif yang dapat menjadi bahan evaluasi kebijakan pemerintah. Sementara itu, untuk jangka panjang, Pramono berharap dapat membangun sistem pemerintahan yang lebih responsif dan akuntabel.

"Setiap kecamatan memiliki karakteristik dan permasalahan yang berbeda. Dengan bertemu langsung, kita bisa memahami lebih dalam kondisi di lapangan sehingga kebijakan yang kita buat tidak lagi bersifat umum," jelasnya.

Mekanisme Rapat dan Aspirasi yang Diharapkan

Rapat kerja ini akan diselenggarakan secara bergiliran di setiap kecamatan. Tiap kecamatan akan diwakili oleh lurah, ketua RT/RW, serta perwakilan masyarakat. Pramono mengungkapkan bahwa mekanisme yang akan digunakan adalah forum terbuka di mana peserta dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung.

"Kita tidak akan membawa materi yang terlalu teknis. Fokus utama adalah mendengar. Kami ingin mendengar keluhan, masukan, bahkan ide-ide kreatif dari mereka yang berada di garis depan pelayanan publik," tambahnya.

Praktiknya, seluruh lurah di Indonesia diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluhan terkait kendala dalam melaksanakan tugas, baik terkait sumber daya manusia, anggaran, maupun kebijakan yang dianggap kurang membumi. Pramono menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi catatan serius bagi pemerintah.

Tanggapan dari Kalangan Lurah

Sejumlah lurah yang dikonfirmasi mengapresiasi langkah yang diambil oleh Wamenhub. Mereka melihat kegiatan ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan efektivitas pemerintahan daerah. "Ini kesempatan emas bagi kami untuk menyampaikan kesulitan-kesulitan yang sering kami hadapi di lapangan," kata Budi, seorang lurah dari Jakarta Selatan.

Ia mencontohkan, banyak lurah mengalami kesulitan dalam mengelola anggaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan di kecamatannya. Selain itu, kebijakan yang sering datang dari atas tanpa mempertimbangkan kondisi di lapangan juga menjadi masalah tersendiri.

"Semoga dengan rapat ini, pemerintah bisa lebih memahami realitas di lapangan. Kami siap bekerja sama asalkan mendapatkan dukungan yang memadai," tambah Budi.

Reaksi dari Masyarakat

Masyarakat umum memberikan respons positif terhadap rencana rapat kerja yang akan dihelat Pramono. Mereka berharap kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan benar-benar menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Saya harap masalah-masalah seperti pelayanan KTP yang lambat atau perizinan yang ribet bisa menjadi bahasan dalam rapat ini. Karena yang paling tahu adalah lurah dan masyarakat setempat," ujar Siti, seorang warga dari Bekasi.

Kepala Biro Pemerintahan Umum Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis dan operasional untuk pelaksanaan kegiatan ini. "Kami akan mendata semua masukan yang disampaikan dan memastikan ada follow-up yang jelas," jelasnya.

Target dan Evaluasi

Pramono menegaskan bahwa kegiatan ini akan dievaluasi secara berkala. Setiap minggu, timnya akan mengumpulkan laporan dari setiap kecamatan dan merumuskan langkah-langkah konkrit yang perlu diambil. "Kami akan buat roadmap berdasarkan masukan yang diterima. Evaluasi ini penting untuk memastikan tidak ada harapan yang menyesatkan," ujarnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, hubungan antara pemerintah pusat dan daerah dapat terjalin lebih erat. Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat kecamatan juga menjadi target utama yang ingin dicapai.

"Reformasi birokrasi bukan sekalan slogan. Harus dimulai dari yang paling dekat dengan masyarakat. Dengan memperbaiki pelayanan di tingkat kecamatan, kita telah melakukan reformasi yang nyata," pungkas Pramono.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter