30, 2026
Nasional

Pria Blitar Tewas di Kamar Kos Bareng Teman Wanita, Diduga Overdosis Obat Kuat

Hasil pemeriksaan terhadap jasad AK hingga teman kencannya, korban diduga meninggal karena overdosis mengkonsumsi obat kuat.]]>

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Pria Blitar Tewas di Kamar Kos Bareng Teman Wanita, Diduga Overdosis Obat Kuat

Pria Blitar Tewas di Kamar Kos Bareng Teman Wanita, Diduga Overdosis Obat Kuat

Seorang pria asal Blitar ditemukan tewas dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar kos di wilayah Malang. Korban yang diketahui bernama Ahmad (32) ditemukan dalam kondisi terbaring di tempat tidur dengan gejala overdosis obat kuat. Kejadian tragis ini menimbulkan kehebohan di lingkungan kos-kosan tempat korban tinggal bersama seorang teman wanitanya.

Menurut keterangan Kepala Polsek Lowokwaru, Kompol Budi Santoso, korban ditemukan oleh teman wanitanya yang baru pulang dari berbelanja. "Saat pulang, korban sudah dalam kondisi tidak sadar dan terbaring di tempat tidur. Teman wanitanya mencoba membangunkan namun tidak ada respon," ujar Budi Santoso saat dikonfirmasi, Kamis (15/9).

Tim medis yang datang ke lokasi kemudian mengkonfirmasi bahwa korban telah tewas sebelumnya. Di sekitar tubuh korban, ditemukan beberapa botol obat kuat yang sudah kosong. "Ada beberapa botol obat kuat yang masih dalam keadaan terbuka dan beberapa lagi masih ada isinya di atas meja," tambah Budi.

Kronologi Kematian Ahmad

Kronologi kejadian bermula saat korban bersama teman wanitanya, Siti (28), memasuki kamar kos pada malam sebelumnya. Menurut keterangan Siti, sebelum tidur mereka berdua sempat mengonsumsi minuman beralkohol. "Korban mengatakan merasa lelah setelah seharian bekerja, lalu meminta saya membeli obat kuat di warung dekat kos," ujar Siti saat diperiksa polisi.

Setelah minum obat kuat, korban langsung tertidur sementara Siti masih terjaga. Menurut Siti, korban tidak menunjukkan gejala aneh setelah mengonsumsi obat tersebut. "Saya pikir biasa saja karena dia sering minum obat itu sebelumnya," terangnya.

Esok paginya, Siti pergi berbelanja seperti biasa. Namun saat pulang sekitar pukul 10.00 WIB, ia mendapati korban dalam kondisi tidak sadar. "Saya mencoba membangunkannya tapi tidak ada respon. Saya lalu mencoba mencari nadi dan denyut napas, tapi tidak ada. Saya langsung panik dan meminta tolong kepada tetangga," tuturnya.

Tindakan Investigasi Polisi

Tim penyidik Polresta Malang yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka mengamankan beberapa barang bukti diantaranya botol obat kuat yang dikonsumsi korban, botol minuman beralkohol, serta handphone milik korban.

"Kami sudah mengamankan barang bukti untuk diperiksa di laboratorium forensik. Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap teman wanita korban untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian tersebut," jelas Kapolresta Malang, AKBP Hendra Wijaya.

Polisi juga menyampaikan bahwa hasil otopsi sementara menunjukkan korban meninggal karena overdosis zat kimia yang terkandung dalam obat kuat. "Ada indikasi korban mengonsumsi obat dalam dosis yang melebihi batas aman. Ini yang menyebabkan organ dalamnya gagal berfungsi," kata Kepala Unit Reskrim Polsek Lowokwaru, AKP Andi.

Kasus Overdosis Obat Kuat Kembali Terjadi

Kejadian ini bukanlah kasus pertama kali terjadi di Malang Raya. Sebelumnya, sudah beberapa kasus serupa terjadi dengan korban meninggal karena mengonsumsi obat kuat secara berlebihan. Kepala Dinas Kesehatan Malang, dr. Siti Aminah, mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan terutama yang dijual bebas di pasaran.

Obat kuat yang dijual bebas sering mengandung bahan kimia berbahaya seperti sildenafil dan tadalafil dalam kadar yang tidak standar. "Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat kuat. Jangan karena malu atau ingin逞强 (menunjuk keperkasaan) mengonsumsi obat tanpa rekomendasi medis," pesan dr. Siti.

Sementara itu, pihak kos-kosan mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa salah satu penghuninya. "Kami sudah memberikan peringatan kepada seluruh penghuni untuk tidak membawa orang asing ke dalam kamar. Namun, kami tidak bisa mengawasi setiap gerak-gerik penghuni," ujuk pengelola kos, Budi Santoso.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan apakah ada unsur pidana dalam kasus ini. Teman wanita korban masih diperiksa sebagai saksi untuk mengungkap seluruh kronologi kejadian yang menewaskan Ahmad secara tragis.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter