09, 2026
Nasional

Pria Tewas Tertabrak KRL di Ciputat, Diduga Sedang Bikin Konten

Pria 23 tahun tewas tertabrak kereta di Ciputat. Korban diduga sedang membuat konten untuk tugas kuliah.]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pria Tewas Tertabrak KRL di Ciputat, Diduga Sedang Bikin Konten

Pria Tewas Tewas Tertabrak KRL di Ciputat, Diduga Sedang Bikin Konten

Seorang pria tewas secara tragis setelah ditabrak kereta rel listrik (KRL) lintas Jakarta-Bogor di dekat Stasiun Ciputat, Tangsel, pada Rabu (15/3) siang. Korban diduga sedang melakukan aksibertahap untuk membuat konten video saat kejadian tersebut terjadi.

Kepala Polsek Ciputat Kompol Budi Santoso mengatakan, korban bernama Ahmad Rizki (24), warga Ciputat. Kejadian bermula saat korban berada di sekitar rel kereta dengan latar belakang yang menarik untuk diabadikan dalam video.

"Korban diduga sedang membuat konten atau video ketika kereta datang. Saat itu korban sedang berada di rel dengan posisi tidak aman. Akhirnya korban tertabrak kereta yang sedang melaju," jelas Budi saat dikonfirmasi.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi mata, korban sedang berada di sekitar rel kereta dengan ponsel di tangan. Korban tampak sedang merekam video dengan latar belakang kereta yang melintas. Beberapa saksi mengaku sempat melihat korban berada di area berbahaya sebelum kejadian.

Kereta yang menabrak korban adalah KRL jurusan Jakarta-Bogor. Setelah menabrak korban, kereta sempat berhingga sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Petugas keamanan stasiun yang mendengar desingan kemudian segera menuju lokasi kejadian.

Evakuasi dan Penanganan

Tim medis dari Puskesmas Ciputat segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi korban. Sayangnya, korban sudah tewas di tempat kejadian. Jenazah korban langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk visum dan autopsi lebih lanjut.

Polisi masih menyelidiki motif pasti korban berada di rel kereta. Beberapa barang pribadi korban, termasuk ponsel yang diduga digunakan untuk merekam video, diamankan oleh polisi untuk diperiksa lebih lanjut.

Kasus Serupa di Indonesia

Kejangan ini bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Beberapa waktu lalu, seorang pemuda juga tewas setelah tertabrak kereta saat sedang berfoto di rel. Fenomena membuat konten berbahaya untuk diunggah di media sosial semakin marak di kalangan anak muda.

Para ahli psikologi mengatakan, fenomena ini disebabkan oleh dorongan untuk mendapatkan pengakuan di media sosial. Dalam beberapa kasus, para kreator konten rela mengambil risiko tinggi untuk mendapatkan konten yang viral dan menarik perhatian publik.

Tanggapan PT KAI

PT KAI Commuter Line memberikan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak berada di rel kereta. Area rel merupakan zona berbahaya dan dilarang bagi siapa pun untuk masuk atau beraktivitas di sana.

Eva menambahkan, PT KAI telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan edukasi tentang keselamatan di sekitar rel kereta. Namun, masih ada sebagian masyarakat yang mengabaikan peringatan tersebut.

Respon Pihak Terkait

Dinas Perhubungan Tangsel juga menegaskan akan melakukan penindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti melakukan aktivitas berbahaya di sekitar rel kereta. Pihaknya berencana meningkatkan patroli dan penjagaan di area-area rawan.

Sementara itu, keluarga korban masih dalam keadaya syok. Mereka belum bisa memberikan keterangan detail mengenai aktivitas korban sebelum kejadian. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif pasti korban berada di rel kereta.

Kasus ini kembali menyoroti bahaya fenomena mencari popularitas dengan mengabaikan keselamatan. Pihak berwenang berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, terutama kalangan muda, untuk tidak meniru perilaku berbahaya demi mendapatkan konten viral.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter