30, 2026
Teknologi

Purbaya Bakal Pakai AI Deteksi Potensi Kekurangan Pajak, Begini Caranya

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/03/6a992c061e700-menteri-keuangan-purbaya-yudhi-sadewa_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Purbaya Bakal Pakai AI Deteksi Potensi Kekurangan Pajak, Begini Caranya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mengidentifikasi potensi kekurangan pajak. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawasan pajak sekaligus memastikan kepatuhan wajib pajak secara lebih akurat.

Dalam keterangannya pada acara tertentu, Menteri Purbaya menjelaskan bahwa sistem AI yang akan dikembangkan akan menganalisis pola transaksi keuangan dan perilaku wajib pajak untuk mendeteksi potensi indikasi kekurangan pajak. "Kita akan memanfaatkan teknologi terkini untuk memperkuat sistem pengawasan pajak. Tujuannya adalah agar pemerintah dapat mengoptimalkan penerimaan pajak dengan lebih tepat sasar," ujarnya.

Mekanisme Kerja Sistem AI

Sistem AI yang direncanakan akan mengintegrasikan data dari berbagai sumber, termasuk laporan keuangan, transaksi perbankan, hingga data kepemilikan aset. Dengan menggunakan algoritma pembelajaran mesin, sistem akan menganalisis pola-pola yang mungkin menunjukkan adanya kecurangan pajak.

"Sistem ini tidak akan menggantikan peran auditor, tetapi akan menjadi alat bantu yang powerful untuk mengidentifikasi area-area yang memerlukan penyelidikan lebih mendalam. AI dapat memproses volume data yang sangat besar dengan kecepatan yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia," jelas Purbaya.

Lebih lanjut, Menteri Purbaya menyatakan bahwa sistem ini akan dikembangkan dengan memperhatikan prinsip keadilan dan transparansi. "Meskipun menggunakan teknologi canggih, kita tetap akan memastikan bahwa setiap wajib pajak mendapat perlakuan yang adil. Sistem ini akan digunakan sebagai alat deteksi dini, bukan sebagai alat untuk menyalahkan secara langsung," tambahnya.

Tanggapan dari Pihak Terkait

Rencana penerapan AI dalam pengawasan pajak mendapat beragam respons dari berbagai pihak. Para ahli teknologi menilai inisiatif ini sebagai langkah maju dalam modernisasi sistem perpajakan. "Penerapan AI dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan efisiensi pengawasan pajak. Namun, perlu juga memastikan bahwa sistem yang dikembangkan akurat dan tidak memiliki bias," kata seorang ahli teknologi yang memilih tidak disebutkan namanya.

Sementara itu, beberapa asosiasi pengusaha menyatakan dukungan terhadap inisiatif ini dengan catatan bahwa implementasinya harus dilakukan secara bertahap dan memperhatikan kelayakan bagi usaha kecil dan menengah. "Kami mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan pajak, namun perlu diwaspadai potensi dampak terhadap usaha kecil yang mungkin tidak memiliki sistem keuangan yang terstruktur sempurna," ujar perwakilan asosiasi pengusaha.

Tantangan dan Peluang

Implementasi sistem AI dalam pengawasan pajak tentu saja menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah masalah keamanan data dan privasi informasi wajib pajak. "Kita harus memastikan bahwa data yang digunakan oleh sistem AI aman dan tidak disalahgunakan. Perlunya regulasi yang jelas mengenai perlindungan data dalam konteks ini menjadi sangat penting," ungkap seorang pakar hukang teknologi.

Selain itu, isu kompetensi sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Penerapan teknologi canggib seperti ini membutuhkan tenaga ahli yang mampu mengoperasikan dan memelihara sistem dengan baik. "Pemerintah perlu mempersiapkan program pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi aparatur pajak agar dapat mengoperasikan sistem ini dengan optimal," tambah pakar hukang teknologi tersebut.

Di sisi lain, peluang yang ditawarkan sangatlah besar. Dengan sistem AI yang lebih canggih, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak secara signifikan. Angka-angka dari berbagai negara yang telah mengimplementasikan serupa menunjukkan peningkatan penerimaan pajak hingga 20-30% setelah sistem AI diterapkan.

Roadmap Implementasi

Menteri Purbaya menyebutkan bahwa rencana implementasi sistem AI ini akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal akan dimulai dengan uji coba pada sektor-sektor tertentu yang dianggap memiliki potensi kekurangan pajak yang lebih tinggi, seperti sektor properti dan eksport-impor.

"Setelah melalui serangkaian uji coba dan evaluasi, baru pada tahap berikutnya sistem ini akan diperluas secara bertahap ke seluruh sektor. Kita berharap dalam waktu 2-3 tahun ke depan, sistem AI ini dapat beroperasi secara penuh dalam sistem perpajakan Indonesia," jelas Purbaya.

Untuk mendukung implementasi ini, pemerintah berencana memperkuat kolaborasi dengan pihak eksternal, termasuk universitas, lembaga riset, dan perusahaan teknologi. "Kita tidak bisa bekerja sendiri dalam mengembangkan sistem ini. Kolaborasi dengan berbagai pihak akan memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan mampu memberikan solusi yang efektif," tutup Menteri Purbaya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter