Wartawan Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Sejumlah wartawan dan praktisi media menggelar kegiatan doa bersama untuk para jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda. Acara yang berlangsung di Masjid Al-Furqon, kompleks LKBN Antara, Jakarta, pada Selasa (10/9/2024) dihadiri oleh puluhan wartawan dari berbagai media, perwakilan organisasi wartawan, dan keluarga korban.
Direktur Pemberitaan LKBN Antara Virgandhi Prayudantoro yang membuka acara menyampaikan rasa syukur karena dapat berkumpul dalam rangka memohon keselamatan bagi rekan sejawatnya yang masih dalam kondisi hilang. "Kita bersyukur masih bisa berkumpul dalam keadaan sehat untuk memohon pertolongan Allah SWT bagi saudara-saudara kita yang masih dinyatakan hilang di Selat Sunda," ujarnya.
Dalam sambutannya, Virgandhi menegaskan pentingnya solidaritas di antara praktisi media terutama dalam menghadapi musibah. "Sebagai sahabat seprofesi, kita harus tetap solid dan mendukung penuh keluarga korban serta ikut berdoa agar mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat," tambahnya.
Kegiatan doa bersama ini diikuti oleh para wartawan dari berbagai media, termasuk TVOne, MetroTV, dan sejumlah wartawan independen. Mereka membacakan doa bersama untuk kesembuhan dan keselamatan korban yang masih dinyatakan hilang sejak Minggu (8/9/2024) lalu.
Kronologi Kehilangan
Menurut informasi yang diperoleh, kapal KM Sinar Bangun yang membawa 28 orang, termasuk 10 awak kapal dan 18 penumpang, tenggelam di perairan Selat Suda pada Minggu (8/9/2024) sekitar pukul 14.00 WIB. Di antara penumpang tersebut terdapat enam wartawan dari berbagai media yang sedang meliput kegiatan wisata di Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Six wartawan yang hilang tersebut diketahui adalah Arief Fadillah dari TVOne, Rizki Ramadhan dari MetroTV, dan empat wartawan independen yakni Budi Santoso, Eko Prihanto, Hendra Gunawan, dan Siti Nurhaliza. Para wartawan tersebut sedang dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan tugas liputan.
Kapal KM Sinar Bangun diperkirhan tenggelam akibat terjangan ombak setinggi tiga meter yang disertai angin kencang. Sebelum tenggelam, kapal sempat mengirim sinyal darurat namun komunikasi terputus sebelum bantuan tiba di lokasi.
Upaya Pencarian
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan nelayan setempat masih terus melakukan pencarian korban yang hilang. Hingga Selasa (10/9/2024) pukul 12.00 WIB, total 20 orang berhasil diselamatkan, termasuk kapten kapal dan sejumlah awak kapal.
Menurut Budiawan, hingga saat ini tim SAR telah menggunakan empat kapal patroli, dua helikopter, dan sejumlah peralatan pendukung lainnya dalam pencarian korban. "Kita berharap dengan dukungan teknologi dan keberanian tim SAR, korban yang masih hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," ujarnya.
Respons Dunia Media
Kehilangan para wartawan ini menuai respons dari berbagai kalangan di industri media. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyatakan duka cita atas kejadian ini dan mendesak pihak berwenang untuk segera menyelesaikan pencarian korban.
Sejumlah media juga menyediakan ruang khusus untuk memberikan update perkembangan pencarian korban. TVOne dan MetroTV yang memiliki wartawan di antara korban menyediakan program khusus untuk memberikan informasi terkait pencarian.
Dalam suasana haru, keluarga korban yang hadir dalam acara doa bersama menyampaikan rasa syukur atas upaya pencarian yang terus dilakukan. "Kita berdoa semoga Allah memberikan kekuatan bagi keluarga korban dan mempertemukan kita kembali dengan mereka yang masih hilang," kata salah seorang keluarga korban yang enggan menyebutkan namanya.
Acara doa bersama ditutup dengan pembacaan doa kolektif oleh para peserta dan penyerahan bingkisan berupa uang donasi dari rekan wartawan untuk keluarga korban. Virgandhi menyatakan bahwa donasi tersebut akan disalurkan langsung kepada keluarga korban yang membutuhkan.
Komentar (0)