30, 2026
Politik

Purbaya Ungkap Rp 800 Miliar per Tahun Cukup untuk Bayar Utang Whoosh

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri mampu membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung alias Whoosh]]>

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Purbaya Ungkap Rp 800 Miliar per Tahun Cukup untuk Bayar Utang Whoosh

Purbaya Ungkap Rp 800 Miliar per Tahun Cukup untuk Bayar Utang Whoosh

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan (Menko Infrastruktur) Purbayu Budi Santoso mengungkap bahwa dana sebesar Rp 800 miliar per tahun cukup untuk menyelesaikan utang perusahaan transportasi online Whoosh. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (15/11).

Menurut Purbaya, pemerintah telah melakukan evaluasi menyeluruh terkait masalah utang Whoosh yang sempat menjadi perhatian publik. Setelah melihat berbagai aspek termasuk penerimaan perusahaan dan struktur utangnya, pemerintah menyimpulkan bahwa alokasi dana tahunan sebesar Rp 800 miliar mampu menutup seluruh kewajiban perusahaan.

Struktur Pengaturan Kembali Utang

Dalam konferensi pers tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa rencana penyelesaian utang Whoosh akan dilakukan melalui mekanisme restrukturisasi yang melibatkan pemerintah, perusahaan, dan para kreditur. "Kami telah berdiskusi dengan manajemen Whoosh dan para pemegang saham untuk merumuskan skema pembayaran yang berkelanjutan dan tidak memberikan beban berlebih bagi perusahaan," ujar Purbaya.

Rencananya, dana sebesar Rp 800 miliar tersebut akan dialokasikan secara bertahap selama lima tahun ke depan. Setiap tahunnya, pemerintah akan menyalurkan dana tersebut untuk membayar sebagian utang Whoosh kepada para kreditur. "Dengan skema ini, perusahaan masih dapat beroperasi normal dan tidak mengalami gangguan layanan bagi pengguna," tambahnya.

Tanggapan dari Pihak Whoosh

Sebagai respons terhadap pernyataan Menko Infrastruktur, Direktur Utama Whoosh, Ahmad Fauzi, mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah. Menurutnya, rencana ini akan memberikan kepastian bagi seluruh pihak terkait masa depan perusahaan.

"Kami bersyukur atas dukungan pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini. Dengan restrukturisasi utang, kami yakin Whoosh dapat kembali fokus pada pengembangan layanan dan memberikan yang terbaik bagi pengguna," kata Ahmad Fauzi dalam keterangannya resmi.

Whoosh sendiri merupakan salah satu penyedia layanan transportasi online yang menghadapi masalah keuangan sejak pandemi COVID-19. Penurunan aktivitas perjalanan dan pengetatan kebijakan di berbagai daerah membuat perusahaan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

Pengaruh terhadap Pengguna dan Mitra

Dengan adanya rencana restrukturisasi utang, diharapkan tidak ada gangguan signifikan bagi pengguna Whoosh dan para mitra driver. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan lancar selama proses penyelesaian utang berlangsung.

"Kami akan terus memantau perkembangan dan memastikan bahwa kepentingan pengguna dan mitra terjaga dengan baik. Tidak ada pemutusan hubungan atau perubahan drastis yang akan terjadi," jelas Purbaya.

Para analis keuangan menganggap langkah pemerintab ini cukup bijak dalam mengatasi masalah utang perusahaan startup. Menurut mereka, pendekatan restrukturisasi daripada likuidasi akan memberikan peluang bagi perusahaan untuk tetap bertahan dan berkembang di masa depan.

Langkah Selanjutnya

Setelah rencana ini disetujui, pemerintah akan membentuk tim khusus yang akan mengawasi pelaksanaan pembayaran utang Whoosh. Tim ini terdiri dari perwakilan dari kementerian terkait, manajemen perusahaan, dan para kreditur.

"Tim ini akan bertemu secara berkala untuk mengevaluasi kemajuan pembayaran dan memastikan semua berjalan sesuai rencana. Kami berharap dalam waktu dekat ini, masalah utang Whoosh dapat sepenuhnya terselesaikan," tutup Purbaya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter