13, 2026
Politik

Rapat Karhutla, Pemerintah Sebut Keberhasilan Pemadaman 80%

Presiden Prabowo memimpin rapat tentang kebakaran hutan di Indonesia. Fokus pemadaman di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan, dengan keberhasilan di atas 80%.]]>

Rizal Fahmi
Rizal Fahmi Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Rapat Karhutla, Pemerintah Sebut Keberhasilan Pemadaman 80%

Rapat Karhutla, Pemerintah Sebut Keberhasilan Pemadaman 80%

Pemerintah mengadakan rapat koordinasi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa provinsi di Indonesia. Rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ini membahas upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di beberapa wilayah, terutama di Provinsi Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Dalam rapat tersebut, Luhut menyatakan bahwa hingga saat ini tingkat keberhasilan pemadaman api di lapangan telah mencapai 80%. "Alhamdulillah, dari total titik api yang ada, 80% sudah berhasil dipadamkan. Namun kita tetap waspada karena masih ada 20% lagi yang perlu ditangani," ujar Luhut dalam konferensi pers usai rapat, Selasa (26/9).

Menurut Luhut, penanganan karhutla tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari jumlah titik api yang lebih sedikit dan waktu respons yang lebih cepat. "Kita telah belajar dari pengalaman di masa lalu. Sistem kerja kita sudah lebih terintegrasi dan koordinasi antarinstansi juga lebih baik," jelasnya.

Penanganan Terintegrasi

Dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai penanganan terintegrasi yang dilakukan oleh berbagai pihak. Komando Operasi Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) telah mengirimkan sebanyak 12 pesawat air bombing untuk membantu proses pemadaman. Selain itu, TNI dan Polri juga turun langsung ke lapangan untuk melakukan patroli dan pemantauan daerah rawan kebakaran.

"Kita menggunakan pendekatan yang komprehensif. Mulai dari pencegahan, pemadaman, hingga pemulihan ekosistem. Untuk pencegahan, kita intens melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar," jelas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Raditya Jati menambahkan bahwa pihaknya telah mengaktifkan posko tanggap darurat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang berpotensi terdampak karhutla. "Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dalam penanganan karhutla di daerah masing-masing," ujar Raditya.

Dampak Kebakaran

Meskipun tingkat keberhasilan pemadaman mencapai 80%, kebakaran hutan dan lahan masih menimbulkan dampak serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Menurut data dari BNPB, hingga saat ini sudah ada 10 provinsi yang terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Kondisi kesehatan masyarakat di beberapa daerah yang terdampak asap memang perlu kami waspadai. Kita sudah meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan puskesmas dan rumah sakit yang siaga menerima pasien gangguan pernafasan," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Data dari BMKG menunjukkan bahwa indeks kualitas udara (AQI) di beberapa kota seperti Pekanbaru, Pontianak, dan Palangkaraya masih berada dalam kategori tidak sehat. "Kami terus memantau perkembangan kondisi udara. Jika diperlukan, kami akan memberikan arahan kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah," tambah Budi Gunadi.

Tindakan Pencegahan ke Depan

Untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di masa depan, pemerintah berencana untuk melakukan sejumlah langkah preventif. Salah satunya adalah dengan memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang memiliki izin penggunaan lahan di daerah rawan kebakaran.

"Kami akan melakukan evaluasi terhadap seluruh perusahaan yang memiliki izin perkebunan. Jika ada yang terbukti melakukan pembakaran lahan, kita akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," ujar Menteri Luhut.

Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan program penanaman pohon dan restorasi lahan gambut di wilayah yang terdampak kebakaran. "Kita tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga pada pemulihan ekosistem yang rusak. Ini penting untuk mencegah kebakaran terjadi lagi di masa depan," tambahnya.

Dengan demikian, pemerintah berkomitmen untuk menangani karhutla secara maksimal dan menyeluruh. Melalui koordinasi yang baik antarinstansi dan dukungan masyarakat, diharapkan kebakaran hutan dan lahan dapat segera ditekan dan dampaknya dapat diminimalisir.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizal Fahmi

Menulis review produk kesehatan, suplemen, dan teknologi wearables.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter