30, 2026
Nasional

Respons Pramono soal Pencopotan 3 Direktur Food Station

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Respons Pramono soal Pencopotan 3 Direktur Food Station

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat bicara mengenai pencopotan tiga direktur di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Food Station Tjipinang Jaya. Pencopotan tersebut tertuang dalam keputusan resmi yang ditandatangani beberapa waktu lalu dan menuai perhatian publik karena menyangkut perusahaan pangan milik pemerintah daerah yang berperan strategis dalam menjaga stabilitas pasokan beras di ibu kota.

Pramono menegaskan bahwa keputusan itu merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan evaluasi kinerja yang dilakukan secara berkala terhadap jajaran BUMD. Menurutnya, perubahan komposisi direksi merupakan hal lumrah dalam tata kelola perusahaan daerah, terutama ketika hasil evaluasi menunjukkan kebutuhan untuk memperbaiki kinerja, memperkuat tata kelola, serta mempercepat pencapaian target pelayanan publik.

Alasan Penyegaran Organisasi dan Evaluasi Kinerja

Dalam keterangannya, Pramono menyebut bahwa evaluasi terhadap BUMD dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya terbatas pada aspek keuangan, tetapi juga mencakup kualitas layanan, efisiensi operasional, dan kontribusi perusahaan terhadap kebutuhan warga. Ia menegaskan bahwa setiap perubahan harus memiliki dasar yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, dan berorientasi pada kepentingan Jakarta.

Pramono juga menekankan bahwa pencopotan jabatan bukan bentuk hukuman tanpa dasar. Proses pengambilan keputusan, menurutnya, melalui pembahasan di tingkat pembina BUMD, termasuk mempertimbangkan masukan dari organ perusahaan dan pihak terkait. Ia meminta agar publik tidak menarik kesimpulan secara dini, karena substansi persoalan lebih penting daripada dinamika pergantian pejabat.

Food Station dan Peran Strategisnya bagi Jakarta

PT Food Station Tjipinang Jaya memiliki posisi penting dalam rantai pasok pangan Jakarta. Perusahaan ini mengelola kawasan Pasar Induk Beras Cipinang dan menjalankan sejumlah program stabilisasi harga, distribusi beras, serta penyediaan pangan bersubsidi bagi kelompok masyarakat tertentu. Karena itu, setiap kebijakan yang menyangkut direksi perusahaan mendapat sorotan dari pelaku pasar, pedagang beras, hingga konsumen.

Pramono mengingatkan bahwa tugas utama BUMD pangan adalah memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga harga tetap terjangkau. Ia berharap direksi baru dapat segera bekerja, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, serta menjaga komunikasi dengan para pelaku usaha di pasar induk. Menurutnya, stabilitas pangan tidak boleh terganggu oleh proses transisi organisasi.

Respons soal Polemik dan Sorotan Publik

Menanggapi berbagai spekulasi yang muncul, Pramono menyatakan bahwa dirinya terbuka terhadap masukan dan Kritik. Namun, ia juga meminta semua pihak menghormati mekanisme yang berlaku dan tidak mencampuradukkan isu personal dengan persoalan tata kelola perusahaan. Ia menegaskan bahwa transparansi tetap dijunjung, termasuk dalam penyampaian alasan kebijakan kepada publik.

Pramono menambahkan bahwa pemerintah provinsi akan terus melakukan pengawasan terhadap BUMD, termasuk Food Station. Pengawasan itu mencakup aspek laporan keuangan, kepatuhan, dan kinerja pelayanan. Jika ditemukan persoalan, langkah perbaikan akan dilakukan sesuai ketentuan, termasuk melalui penyegaran jajaran direksi.

Harapan pada Direksi Baru dan Kelanjutan Program

Pramono berharap jajaran direksi yang baru dapat mempercepat realisasi program-program strategis, seperti penguatan cadangan pangan, digitalisasi distribusi, dan perluasan kerja sama dengan daerah pemasok. Ia menyebut kolaborasi antardaerah penting untuk menjaga pasokan beras Jakarta yang sebagian besar bergantung pada wilayah lain.

Selain itu, ia mendorong agar Food Station lebih aktif dalam menjaga keseimbangan harga di pasar induk dan pasar rakyat. Menurutnya, kehadiran BUMD pangan harus terasa langsung oleh pedagang dan konsumen, bukan hanya dalam laporan resmi. Karena itu, evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala dengan indikator yang terukur.

Pramono juga meminta seluruh jajaran BUMD menjaga integritas dan menghindari praktik yang merugikan keuangan daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak akan mentoleransi pelanggaran, tetapi juga akan memberikan dukungan bagi mereka yang bekerja sesuai aturan dan berprestasi.

Dampak dan Dinamika Politik Lokal

Pencopotan tiga direktur Food Station menjadi bagian dari dinamika politik lokal Jakarta yang kerap menyoroti kinerja BUMD. Sejumlah pengamat menilai pergantian pejabat di perusahaan daerah merupakan hal biasa, namun tetap memerlukan penjelasan yang memadai agar tidak menimbulkan ketidakpastian di internal perusahaan maupun di pasar.

Dengan pernyataan Pramono, pemerintah daerah berupaya menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil berdasarkan evaluasi dan kepentingan pelayanan publik. Namun, publik masih akan mencermati langkah lanjutan, termasuk penetapan pejabat definitif dan arah kebijakan Food Station ke depan. Stabilitas pangan Jakarta menjadi taruhan, dan kinerja direksi baru akan menjadi ukuran apakah kebijakan ini membawa perbaikan yang nyata.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter