Ruangan Bupati Bekasi Digembok Massa, Diduga Protes soal Pilkades
Sejumlah massa diduga warga dari beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi menggembok ruangan kerja Bupati Bekasi, Ahmad Dhani pada Rabu (15/3/2023) pagi. Aksi protes ini dilakukan menanggapi berbagai isu yang menyangkut pelaksanaan Pilkades serentak yang akan digelar pada April mendatang.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Iwan Setiawan mengatakan bahwa aksi tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Massa yang terdiri dari puluhan orang ini masuk ke area Kantor Bupati Bekasi dan langsung menuju lantai tiga di mana ruangan Bupati berada.
"Mereka datang dengan membawa gembok dan rantai. Mereka langsung menggembok pintu ruangan Bupati dari luar. Tidak ada perlawanan dari pihak keamanan karena kami menghindari bentrokan," ujar Iwan Setiawan saat dihubungi.
Massa Menuntut Penjelasan soal Pilkades
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi protes ini terkait dengan berbagai masalah yang dianggap tidak transparan dalam persiapan pelaksanaan Pilkades serentak. Massa menuntut Bupati Bekasi memberikan penjelasan mengenai dana desa, tahapan pemilihan, serta mekanisme verifikasi bakal calon kepala desa.
Ketua aksi protes, Hasanudin mengatakan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Pemkab Bekasi yang menurutnya masih banyak kejanggalan. "Kami minta Bupati Bekasi turun tangan secara langsung untuk memastikan pelaksanaan Pilkades berjalan fair dan transparan. Banyak laporan dari berdesa bahwa ada praktik politik uang dan penggelapan dana desa," kata Hasanudin.
Ia menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentak protes terakhir setelah berbagai upaya dialog dengan pihak Pemkab Bekasi tidak membuahkan hasil. "Kami sudah bertemu dengan Camat dan Kepala Dinas Pemerintahan Desa beberapa kali, tapi jawabannya tidak memuaskan. Oleh karena itu, kami terpaksa melakukan aksi ini agar permasalahan kami diperhatikan," tambahnya.
Respon Pemkab Bekasi
Sementara itu, Bupati Bekasi Ahmad Dhani yang saat itu sedang berada di luar kantor mengaku akan segera menindaklanjuti tuntutan para pendemo. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap melakukan dialog untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.
"Saya akan segera kantor dan membuka dialog dengan para warga. Saya memahami kekhawatiran mereka. Pilkades adalah hak setiap warga untuk memilih pemimpin desa mereka. Pemkab Bekasi akan memastikan pelaksanaannya berjalan lancar dan jujur," ujar Bupati Ahmad Dhani.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan mekanisme pengawasan yang ketat untuk mencegah praktik tidak sehat dalam Pilkades. "Kami akan melibatkan aparat penegak hukum, KPU, dan Bawaslu untuk mengawasi pelaksanaan Pilkades. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku," tambahnya.
Pelaksanaan Pilkades Terancam?
Kasus ini menimbulkan pertanyaan apakah pelaksanaan Pilkades serentak yang rencananya akan digelar pada April 2023 akan terganggu. Kepala Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Bekasi, Eka Prihanto mengatakan bahwa pihaknya masih akan melaksanakan agenda sesuai rencana.
"Kami akan tetap melaksanakan Pilkades sesuai jadwal. Akan tetapi, kami akan memperhatikan masukan dari masyarakat. Jika ada masalah yang muncul, kami akan segera menindaklanjutinya melalui mekanisme yang ada," jelas Eka Prihanto.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah hal serupa terjadi. "Kami akan meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, khususnya di tingkat desa. Selain itu, kami juga akan memperketap pengawasan di setiap tahapan pelaksanaan Pilkades," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah pihak menilai bahwa aksi yang dilakukan oleh massa tersebut dapat mempengaruhi stabilitas politik di Kabupaten Bekasi. "Aksi seperti ini harus dihindari karena dapat menciptakan ketidakstabilan. Dialog tetap menjadi solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah," kata politisi dari Partai A, yang tidak mau disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, ruangan Bupati Bekasi masih dalam keadaan tergembok. Massa yang melakukan aksi protes masih berkumpul di depan kantor Bupati Bekasi dan menunggu respons langsung dari Bupati Ahmad Dhani.
Komentar (0)