Presenter Ruben Onsu menilai laporan dugaan pencabulan yang dialamatkan kepadanya bukan peristiwa yang muncul secara kebetulan. Menurutnya, laporan tersebut telah disiapkan lebih dahulu dan diarahkan sebagai serangan balik atas persoalan lain yang tengah berjalan. Kecurigaan itu disampaikan menyusul laporan yang masuk ke kepolisian dan menyebut namanya sebagai pihak yang dilaporkan.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media, Ruben menyoroti rangkaian peristiwa sebelum laporan resmi dibuat. Ia menilai terdapat sejumlah pertemuan, komunikasi, dan penyusunan kronologi yang menurutnya tidak berkaitan langsung dengan dugaan perbuatan yang dilaporkan. Baginya, urutan kejadian itu terlalu rapi untuk disebut sebagai kebetulan, sehingga ia menduga ada pihak yang sengaja mempersiapkan langkah hukum tersebut jauh sebelum laporan diajukan.
Kecurigaan pada Rangkaian Peristiwa Sebelum Laporan
Ruben menegaskan bahwa ia tidak menutup mata terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Namun ia meminta publik melihat konteks yang melatarbelakangi munculnya laporan, termasuk dinamika hubungan dan persoalan lain yang sebelumnya sempat mencuat. Menurutnya, laporan dugaan pencabulan itu tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian panjang yang melibatkan kepentingan sejumlah pihak.
Ia juga menyebut sejumlah hal yang dianggapnya janggal, mulai dari waktu pengajuan laporan hingga cara perkara itu dipublikasikan. Ruben menduga publikasi yang cepat dan masif menjadi bagian dari upaya membangun opini sebelum proses hukum memasuki tahap pemeriksaan. Karena itu, ia meminta penyidik tidak hanya memeriksa pokok perkara, tetapi juga menelusuri latar belakang dan motif di balik pelaporan.
Bantahan Sejak Awal dan Langkah Hukum
Sejak kabar laporan itu pertama kali mencuat, Ruben telah membantah keras tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menyatakan tidak pernah melakukan perbuatan yang dituduhkan dan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar. Bantahan itu disampaikan berulang kali, termasuk melalui tim kuasa hukum yang mendampinginya selama proses pemeriksaan.
Fokus pada Pengumpulan Bukti
Tim kuasa hukum menyatakan tengah menyiapkan sejumlah bukti dan saksi untuk menghadapi proses hukum. Fokus pendampingan hukum diarahkan pada pembuktian bahwa tuduhan tidak berdasar, sekaligus menelusuri dugaan adanya penyusunan laporan secara sengaja. Menurut tim hukum, keterangan sejumlah pihak yang mengetahui dinamika perkara akan diajukan sebagai bahan bagi penyidik.
Ruben sendiri memilih menyerahkan sepenuhnya mekanisme pembuktian kepada kepolisian. Ia berharap penyidik bekerja profesional, menggali keterangan dari kedua belah pihak, dan tidak berhenti pada satu versi peristiwa. Ia menilai perkara ini menyangkut nama baik dan masa depan keluarganya, sehingga prosesnya harus berjalan transparan.
Soal Dugaan Laporan Palsu
Dalam pernyataannya, Ruben menyatakan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan terkait dugaan pelaporan yang tidak sesuai dengan fakta. Dalam hukum pidana Indonesia, pengaduan yang diajukan secara sadar atas perbuatan yang tidak terjadi dapat dijerat sebagai tindak pidana. Ketentuan itu dirancang untuk mencegah penyalahgunaan mekanisme pelaporan sebagai alat menyerang pihak lain.
Namun, penggunaan jalur tersebut menuntut pembuktian yang tidak ringan. Penyidik perlu menunjukkan bahwa pelapor mengetahui perbuatan yang diadukan tidak pernah terjadi. Karena itu, langkah Ruben dan tim hukumnya akan sangat bergantung pada hasil pemeriksaan, termasuk keterangan saksi dan bukti dokumen yang diajukan kedua pihak.
Hak Pelapor dan Asas Praduga Tak Bersalah
Di sisi lain, pihak yang melaporkan juga memiliki hak yang dijamin hukum untuk mendapatkan perlindungan dan penanganan atas aduannya. Asas praduga tak bersalah berlaku bagi kedua pihak, baik bagi terlapor maupun bagi pelapor yang belum terbukti menyampaikan keterangan tidak benar. Kepolisian berada pada posisi menimbang seluruh keterangan sebelum menentukan status perkara.
Karena itu, penyidik dituntut memeriksa perkara ini secara berimbang. Pemeriksaan saksi, penelusuran dokumen, hingga pendalaman kronologi menjadi kunci untuk memastikan apakah laporan berdasar atau justru mengandung persoalan. Hasil penyidikan nantinya menjadi dasar bagi penetapan tersangka atau penghentian perkara.
Dampak pada Reputasi dan Publik
Perkara ini menjadi sorotan karena melibatkan figur publik yang telah lama berkiprah di dunia hiburan. Bagi Ruben, tuduhan tersebut tidak hanya berdampak pada proses hukum, tetapi juga pada reputasi dan pekerjaan yang selama ini dijalani. Ia berharap publik tidak menyimpulkan lebih dahulu sebelum proses hukum selesai.
Ia menilai penyebaran informasi yang tidak utuh berpotensi memperkeruh keadaan dan merugikan banyak pihak, termasuk keluarga. Karena itu, ia meminta agar pemberitaan mengacu pada keterangan resmi penyidik dan tidak mendahului hasil pemeriksaan. Hingga saat ini, proses hukum masih berjalan dan penyidik belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai perkara tersebut.
Ruben menegaskan akan mengikuti seluruh tahapan hukum yang diminta penyidik. Ia menyatakan keyakinannya bahwa proses yang berjalan secara terbuka akan mampu menjawab dugaan yang dialamatkan kepadanya, sekaligus mengungkap apakah laporan yang masuk memang bagian dari persiapan serangan balik seperti yang ia curigai sejak awal.
Komentar (0)