30, 2026
Nasional

Saat Gunung Berapi di Lombok Meletus, Material Erupsi ke Bali dan Jawa

Penelitian BRIN mengungkap dampak letusan Gunung Samalas di Lombok pada kehidupan masyarakat Bali Kuno.]]>

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Saat Gunung Berapi di Lombok Meletus, Material Erupsi ke Bali dan Jawa

Erupsi Gunung Barujari di Lombok Sebar Material ke Bali dan Jawa

Gunung Barujari di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali memunculkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Rabu (15/11) pagi. Erupsi gunung berapi tersebut mengakibatkan material vulkanik tersebar hingga ke Pulau Bali dan Jawa. Badan Geologi dan Sumber Daya Mineral (BGSDM) Provinsi NTB mencatat tingkat aktivitas gunung berapi ini meningkat menjadi Level III (Siaga) sejak erupsi terjadi.

Menurut laporan yang diterima, erupsi Gunung Barujari berlangsung selama sekitar lima menit dan menghasilkan kolom abu setinggi 2.000 meter di atas puncak gunung. Material vulkanik berupa abu vulkanik dan pecahan batu kecil terpencar oleh angin hingga mencapai wilayah utara Bali dan Jawa Barat. Warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Tengah melaporkan mendapatan endapan abu tipis di permukaan tanah dan kendaraan.

Dampak di Wilayah Sekitar

Kepala BGSDM NTB, Dr. Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa erupsi ini tidak menimbulkan ancaman langsung bagi keamanan warga di kaki gunung. "Meskipun terjadi erupsi, jarak aman dari puncak gunung masih terjaga. Kami telah mengimbau warga untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung," jelas Fauzi dalam keterangannya resmi.

Dampat abu vulkanik terasa di beberapa wilayah di Bali, terutama di Kabupaten Buleleng dan Jembrana. Warga melaporkan bahwa abu mulai turun sekitar pukul 10.00 WITA. Pemerintah Daerah Bali segera mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. "Abu vulkanik ini tidak berbahaya dalam jumlah kecil, tetapi untuk mencegah gangguan pernafasan, kami sarankan warga tetap waspada," kata Kepala BPBD Provinsi Bali, I Made Santha.

Evakuasi dan Persiapan Darurat

Pihak berwenang telah menyiapkan pusko darurat di tiga lokasi di sekitar kawasan gunung. Pusko tersebut berlokasi di Desa Sembalun, Desa Senaru, dan Desa Aikmel. "Kami sudah menyiapkan tenda, masker, makanan, dan air minum untuk mengantisipasi jika diperlukan evakuasi massal," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Zaini.

Di sisi lain, Bandara Internasional Lombok (LOP) tetap beroperasi normal meskipun terdapat laporan adanya abu vulkanik di sekitar wilayah udara. "Pihak bandara telah meningkatkan monitoring terhadap kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik. Saat ini penerbangan masih berjalan normal," ujar Juru Bicara Bandara Lombok, I Gusti Ngurah Ardiyasa.

Sejarah Aktivitas Gunung Barujari

Gunung Barujari, yang terletak di dalam kawasan Gunung Rinjani, memiliki catatan aktivitas vulkanik yang cukup aktif. Gunung ini merupakan kerucut di dalam kaldera Gunung Rinjani dan sering menunjukkan aktivitas freatik, yaitu erupsi yang disertai letusan uap air dan batuan tanpa adanya magma baru.

Sejak 2015, Gunung Barujari telah mengalami beberapa kali erupsi, dengan erupsi terbesar terjadi pada September 2016 yang mengakibatkan penutupan sementara Bandara Internasional Lombok. Aktivitas terkini ini menunjukkan bahwa gunung masih dalam kondisi aktif dan memerlukan monitoring ketat dari pihak berwenang.

Tanggapan Masyarakat

Warga di sekitar kawasan gunung tampak tetap tenang meski telah diberitahu tentang peningkatan status gunung menjadi Siaga. "Kami sudah terbiasa dengan aktivitas Gunung Rinjani dan Barujari. Yang penting kita patuhim intruksi dari pihak berwenang," ujar salah seorang warga Desa Sembalun, Ahmad (45).

Sementara itu, para wisatawan yang sedang berada di kawatan Gunung Rinjani tetap melanjutkan aktivitas mereka dengan menambah perhatikan pada kondisi sekitar. "Kami tetap waspada, tapi aktivitas trekking kami berjalan normal. Pemandu wisata sudah memberitahu kami tentang risiko potensi erupsi," kata seorang wisatawan asing, Sarah Johnson.

Pihak berwenang terus melakukan monitoring terhadap aktivitas gunung dan akan mengupdate status gunung sesuai dengan perkembangan kondisi. "Kami akan terus mengawasi aktivitas Gunung Barujari dan akan memberikan informasi terkini jika ada perubahan status," tutup Fauzi dari BGSDM NTB.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter