30, 2026
Teknologi

Sabana Dekat Bukit Teletubbies Kebakaran, Akses Bromo Via Jemplang Ditutup

Penutupan mulai diberlakukan secara resmi sejak Kamis (10/9/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan.]]>

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Sabana Dekat Bukit Teletubbies Kebakaran, Akses Bromo Via Jemplang Ditutup

Sabana Dekat Bukit Teletubbies Kebakaran, Akses Bromo Via Jemplang Ditutup

Penyegelan akses menuju Gunung Bromo melalui jalur Jemplang diberlakukan akibat kebakaran lahan yang melanda kawasan Sabana dan Bukit Teletubbies di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kebakaran yang terjadi pada Kamis (15/9) sore ini telah menghanguskan sekitar 5 hektare area vegetasi. Kepala Seksi (Kasi) Penegakkan Hukum (Gakkum) TNBTS, Agus Budi Santoso mengatakan bahwa akses wisatawan menuju Bromo melalui Jemplang akan ditutak sementara hingga kebakaran berhasil dikendalikan.

"Kebakaran di kawasan Sabana dan Bukit Teletubbies sudah kami tangani sejak Kamis sore. Untuk memastikan keamanan dan menghindari risiko lebih lanjut, kami menutup akses wisatawan melalui jalur Jemplang," ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (16/9).

Kebakaran yang diduga akibat kelalaian wisatawan tersebut terlihat sejak pukul 15.30 WIB. Api dengan cepat menjalar mengingat kondisi vegetasi di kawasan tersebut yang masih kering. Sebanyak 60 personel gabungan dari TNBTS, pemadam kebakaran, dan relawan dikerahkan untuk memadamkan api. Upatan pemadaman menggunakan alat berat untuk membuka jalur bagi kendaraan pemadam kebakaran.

Upaya Pemadaman Masih Berlangsung

Saat ini, tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman api meski cuaca yang relatif cerah mempersulit prosesnya. Kondisi angin yang tidak menentu juga membuat api mudah menjalar kembali ke area yang telah dipadamkan.

"Kondisi cuaca saat ini masih mendukung api untuk menyala. Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan titik api yang masih menyala. Jika diperlukan, akan kita perkuat lagi tim dengan tambahan personel dan alat berat," tambah Agus.

Kawasan yang terbakar didominasi oleh rumput alang-alang dan semak belukar yang kering. Beberapa pohon cemara di sekitar area juga ikut terbakar namun belum mengakibatkan korban jiwa. Satwa yang ada di sekitar lokasi kebakaran diduga telah mengungsi ke area yang lebih aman.

Dampak pada Wisatawan

Penutupan akses melalui Jemplang mengakibatkan beberapa wisatawan yang sudah berada di lokasi harus dialihkan ke jalur alternatif. Pihak pengelola TNBTS telah memposting pemberitahuan di media sosial resmi mereka agar wisatawan tidak menggunakan jalur tersebut sementara ini.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Keamanan wisatawan menjadi prioritas utama kami. Kami akan membuka kembali akses setelah kawasan benar-benar aman dan api berhasil dikendalikan sepenuhnya," jelas Agus.

Beberapa wisatawan yang bermalam di area wisata Bromo mengaku sedih melihat kondisi tersebut. "Saya datang ke Bromo untuk menikmati pemandangan Sabana dan Bukit Teletubbies yang indah, tapi ternyata terjadi kebakaran. Semoga segera padam dan kawasan bisa pulih kembali," ujar salah satu wisatawan asal Jakarta.

Pencegahan dan Penyebab Kebakaran

Tim penyelidikan dari TNBTS sedang menyelidiki penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut. Namun, diduga kebakaran disebabkan oleh kelalaian wisatawan yang membuka api atau membuang puntung rokok sembarangan.

"Kawasan Bromo Tengger Semeru adalah kawasan rawan kebakaran. Kami sudah melakukan sosialisasi berkali-kali agar wisatawan tidak membuka api atau melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Sayangnya masih ada yang mengabaikan aturan tersebut," tambah Agus.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak TNBTS akan meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan wisata terutama pada musim kemarau. Selain itu, akan ditempatkan petugas di titik-titik kritis untuk mengingatkan wisatawan tentang larangan membuka api.

Restorasi Lingkungan

Setelah kebakaran berhasil dikendalikan, pihak TNBTS akan melakukan restorasi lingkungan di area yang terbakar. Upaya ini mencakup penanaman kembali vegetasi asli untuk mencegah terjadinya longsor dan memulihkan habitat satwa.

"Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga konservasi lainnya untuk melakukan rehabilitasi. Prosesnya akan memakan waktu yang lama, tapi kami yakan kawasan ini akan pulih kembali seperti semula," pungkas Agus.

Penyegelan akses Jemplang diperkirakan akan berlangsung minimal hingga tiga hari kecuali kondisi kebakaran membaik. Wisatawan yang berencana berkunjung ke Bromo diimbau untuk selalu mematuhi aturan berwisata dan menjaga kelestarian lingkungan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter