30, 2026
Teknologi

Sama-Sama Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Mengapa Persija Bisa Pakai SUGBK Sementara Persib Tak Bisa Pakai Jalak Harupat?

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Dua Tim, Satu Turnamen, Dua Venue Resmi: Penjelasan Mengenai Aturan FIFA untuk SUGBK dan Jalak Harupat

Penetapan stadion sebagai tuan rumah untuk ajang internasional seringkali menjadi perhatian khusus bagi suporter dan tim sepak bola. Dalam konteks persiapan untuk Piala ASEAN FIFA 2026, dua klub besar Indonesia, Persija Jakarta dan Persib Bandung, menghadapi situasi yang berbeda meskipun sama-sama menjadi tuan rumah. Persija Jakarta akan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), sementara Persib Bandung tidak dapat menggunakan Stadion Jalak Harupat sebagai markasnya. Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kriteria dan aturan yang diterapkan oleh FIFA dalam menetapkan venue yang memenuhi syarat untuk turnamen resmi.

Kriteria FIFA untuk Venue Turnamen Internasional

FIFA sebagai badan sepak bola dunia memiliki standar ketat mengenai stadion yang dapat digunakan untuk pertandingan internasional. Kriteria ini mencakup berbagai aspek mulai dari kualitas lapangan, fasilitas penonton, sarana dan prasarana pendukung, hingga aspek keamanan dan keselamatan. Standar ini diterapkan secara konsisten di seluruh dunia untuk memastikan kualitas pertandingan dan pengalaman optimal bagi para pemain, official, dan penonton.

Stadion yang akan digunakan untuk turnamen internasional seperti Piala ASEAN FIFA 2026 harus memenuhi persyaratan minimal yang telah ditetapkan oleh FIFA. Kriteria ini mencakup dimensi lapangan yang standar, sistem drainase yang baik, kualitas rumput yang memadai, serta fasilitas ganti yang memenuhi standar internasional. Selain itu, stadion juga harus dilengkapi dengan fasilitas penonton yang memadai termasuk kapasitas tempat duduk, aksesibilitas, dan fasilitas kesehatan dasar.

Status Perserikatan Sepak bola Indonesia (PSSI) dan Dampaknya pada Venue

Status Perserikatan Sepak bola Indonesia (PSSI) dalam FIFA juga memainkan peran penting dalam penentuan venue yang dapat digunakan. Pada periode tertentu, PSSI mengalami masalah dengan status keanggotaannya dalam FIFA yang berdampak pada kemampuan Indonesia untuk menyelenggarakan pertandingan internasional. Meskipun saat ini Indonesia telah kembali menjadi anggota FIFA yang baik, masa lalu masih mempengaruhi beberapa kebijakan dan prosedur yang berlaku.

Ketika PSSI berada dalam status yang tidak stabil atau sedang dalam masa sanksi, FIFA seringkali memberikan batasan lebih ketat dalam menyetujui venue yang digunakan untuk pertandingan internasional. Ini adalah alasan mengapa beberapa stadion di Indonesia meskipun memenuhi kriteria secara fisik, belum mendapatkan persetujuan dari FIFA untuk digunakan dalam pertandingan resmi. Proses verifikasi dan audit dari FIFA menjadi semakin ketat dalam situasi seperti ini untuk memastikan semua standar terpenuhi.

Perbedaan Status SUGBK dan Jalak Harupat

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) telah lama menjadi venue yang disetujui FIFA untuk pertandingan internasional. Stadion ini telah berulang kali menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional mulai dari Piala Asia hingga pertandingan persahabatan timnas. Karena telah terbukti memenuhi semua standar FIFA, SUGBK secara otomatis mendapat persetujuan untuk digunakan dalam Piala ASEAN FIFA 2026.

Di sisi lain, Stadion Jalak Harupat meskipun merupakan markas Persib Bandung dan sering digunakan untuk pertandingan domestik, belum sepenuhnya memenuhi semua kriteria yang ditetapkan FIFA. Beberapa aspek seperti kualitas rumput, fasilitas media, sistem pencahayaan, dan aksesibilitas masih memerlukan penyesuaian untuk memenuhi standar internasional. Meskipun telah ada upaya perbaikan, proses verifikasi FIFA untuk stadion ini masih berlangsung.

Tantangan dan Masa Depan untuk Stadion Indonesia

Situasi yang dihadapi Persib Bandung mencerminkan tantangan yang masih dihadapi oleh banyak stadion di Indonesia dalam memenuhi standar internasional. Upaya untuk meningkatkan kualitas stadion di Indonesia perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa Indonesia dapat menjadi tuan rumah yang baik untuk berbagai ajang internasional di masa depan.

Pemerintah dan PSSI perlu bekerja sama untuk melakukan peningkatan fasilitas stadion di seluruh Indonesia. Ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pertandingan sepak bola di Indonesia tetapi juga akan meningkatkan citra Indonesia di mata internasional. Dengan memenuhi standar FIFA, Indonesia akan memiliki lebih banyak pilihan venue yang dapat digunakan untuk berbagai turnamen internasional di masa depan.

Dalam perspektif jangka panjang, peningkatan stadion di Indonesia bukan hanya soal memenuhi kriteria FIFA tetapi juga tentang memberikan pengalaman terbaik bagi para pemain dan suporter. Stadion yang memenuhi standar internasional tidak hanya akan mendukung pertandingan sepak bola yang berkualitas tetapi juga akan menjadi aset bagi kota dan negara secara keseluruhan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter