23, 2026
Nasional

Samsung Galaxy A56 dan A57 Kini Bisa Kirim File ke iPhone via Quick Share

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Samsung Galaxy A56 dan Galaxy A57 kini dilaporkan bisa mengirim berkas langsung ke iPhone melalui Quick Share. Kemampuan itu menandai langkah baru dalam interoperabilitas antarplatform, yang sebelumnya menjadi salah satu keluhan paling sering muncul di kalangan pengguna Android dan iOS. Dengan pembaruan ini, pengguna ponsel kelas menengah Samsung tidak lagi harus bergantung pada aplikasi pihak ketiga, surel, atau layanan penyimpanan awan untuk memindahkan foto, video, dan dokumen ke perangkat Apple di dekatnya.

Quick Share sendiri merupakan fitur berbagi berkas bawaan ekosistem Samsung yang bekerja dengan memanfaatkan koneksi nirkabel jarak dekat. Selama ini, fitur tersebut hanya mampu mendeteksi perangkat Android lain, baik sesama Galaxy maupun merek berbeda yang mendukung standar serupa. Kehadiran dukungan terhadap AirDrop membuat Quick Share dapat menjangkau iPhone dan iPad yang berada dalam jangkauan, sehingga proses pemindahan berkas menjadi lebih singkat.

Cara Kerja Pengiriman Berkas ke iPhone

Secara teknis, Quick Share mendeteksi perangkat di sekitar melalui sinyal Bluetooth berdaya rendah, lalu memanfaatkan jaringan Wi-Fi lokal untuk memindahkan data. Mekanisme itu mirip dengan cara AirDrop bekerja di perangkat Apple. Ketika pengguna Galaxy A56 atau Galaxy A57 membuka menu berbagi dan memilih berkas yang akan dikirim, daftar perangkat yang terdeteksi akan menampilkan iPhone atau iPad di sekitarnya.

Setelah perangkat tujuan dipilih, iPhone akan menampilkan notifikasi permintaan penerimaan berkas. Penerima cukup menekan tombol setuju, dan proses transfer pun berjalan. Tidak ada aplikasi tambahan yang perlu dipasang di sisi iPhone, karena mekanisme yang digunakan memanfaatkan protokol bawaan sistem operasi Apple. Pendekatan ini berbeda dari solusi pihak ketiga yang biasanya mewajibkan instalasi aplikasi di kedua perangkat.

Pengaturan AirDrop di Sisi iPhone

Agar proses transfer berhasil, pengguna iPhone perlu menyesuaikan pengaturan AirDrop. Pilihan yang paling memungkinkan deteksi adalah mode yang mengizinkan semua orang mengirim berkas dalam kurun waktu terbatas, umumnya sepuluh menit. Setelah waktu tersebut habis, pengaturan akan kembali ke mode kontak saja secara otomatis sebagai bentuk perlindungan privasi.

Pengguna juga disarankan memastikan kedua perangkat berada dalam jarak yang cukup dekat, biasanya dalam radius beberapa meter, serta mengaktifkan Bluetooth dan Wi-Fi. Hambatan paling umum dalam pengujian fitur semacam ini adalah posisi perangkat yang terlalu berjauhan atau pengaturan AirDrop yang masih dibatasi hanya untuk kontak.

Kecepatan dan Ukuran Berkas

Karena transfer dilakukan secara langsung antarperangkat tanpa melewati server perantara, kecepatan pemindahan bergantung pada kualitas koneksi Wi-Fi lokal dan jenis berkas. Untuk foto berukuran sedang, proses umumnya berlangsung dalam hitungan detik. Sementara itu, video beresolusi tinggi atau berkas berukuran besar membutuhkan waktu lebih lama, tetapi tetap lebih praktis dibandingkan mengunggah dan mengunduh ulang melalui layanan awan.

Mengapa Dukungan Ini Baru Hadir

Interoperabilitas antara Android dan iOS sejak lama menjadi persoalan teknis sekaligus kebijakan. Apple mengembangkan AirDrop sebagai fitur tertutup dalam ekosistemnya, sementara Google dan Samsung mengembangkan jalur berbagi berkas sendiri. Upaya untuk menjembatani keduanya menuntut penerapan protokol yang kompatibel, termasuk penanganan aspek keamanan dan verifikasi perangkat.

Kemunculan dukungan lintas platform ini menunjukkan bahwa pendekatan tersebut mulai dapat diwujudkan, setidaknya untuk fungsi dasar pengiriman berkas. Sejumlah pengamat menilai langkah ini sebagai bagian dari tekanan regulator di berbagai wilayah yang mendorong terciptanya persaingan sehat dan kemudahan perpindahan data antarplatform.

Aspek Keamanan dan Privasi

Dari sisi keamanan, transfer berkas antarperangkat dilakukan secara langsung dan terenkripsi, sehingga isi berkas tidak melewati server pihak ketiga. Meski demikian, pengaturan AirDrop yang terbuka untuk semua orang menyimpan risiko tersendiri, terutama di ruang publik seperti kafe, bandara, atau transportasi umum. Pengguna dianjurkan mengaktifkan mode terbuka hanya saat benar-benar diperlukan dan segera menonaktifkannya setelah transfer selesai.

Selain itu, penerima tetap memiliki kendali penuh untuk menolak permintaan pengiriman. Tidak ada berkas yang masuk tanpa persetujuan pengguna iPhone, sehingga prinsip persetujuan dua arah tetap terjaga dalam proses tersebut.

Dampak bagi Pengguna Galaxy A56 dan A57

Kehadiran fitur ini dinilai relevan bagi segmen pengguna ponsel kelas menengah, yang sering berbagi berkas dalam lingkungan keluarga, pertemanan, atau pekerjaan kecil. Banyak rumah tangga menggunakan kombinasi perangkat Android dan iPhone, sehingga kebutuhan memindahkan foto dan dokumen lintas sistem operasi menjadi hal sehari-hari.

Sebelumnya, pengguna biasanya mengandalkan aplikasi pesan instan yang menurunkan kualitas gambar, atau layanan penyimpanan awan yang memerlukan koneksi internet stabil. Dengan Quick Share yang kompatibel dengan AirDrop, alur kerja tersebut menjadi lebih ringkas dan menjaga kualitas asli berkas.

Ketersediaan Bertahap

Peluncuran kemampuan ini dilaporkan berlangsung bertahap dan bergantung pada wilayah serta versi antarmuka One UI yang terpasang. Pengguna Galaxy A56 dan Galaxy A57 disarankan memeriksa pembaruan sistem secara berkala melalui menu pengaturan perangkat untuk memastikan fitur sudah tersedia.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi mengenai daftar lengkap perangkat Samsung lain yang akan menerima dukungan serupa. Namun, pola peluncuran fitur Samsung umumnya dimulai dari sejumlah model tertentu sebelum diperluas ke lini perangkat yang lebih luas, termasuk seri Galaxy S dan Galaxy Z. Perkembangan berikutnya akan menentukan seberapa besar cakupan interoperabilitas antarplatform yang benar-benar dapat dinikmati pengguna di lapangan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter