30, 2026
Teknologi

Samsung Galaxy Z Fold8 Dibekali Baterai 4.800 mAh, Cukup untuk Seharian?

Samsung Galaxy Z Fold8 hadir dengan baterai 4.800 mAh dan fast charging 45W. Peningkatan ini menjawab mitos baterai HP lipat yang cepat habis.]]>

Citra Anggraini
Citra Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Samsung Galaxy Z Fold8 Dibekali Baterai 4.800 mAh, Cukup untuk Seharian?

Samsung dilaporkan tengah menyiapkan generasi terbaru perangkat lipat premiumnya, Galaxy Z Fold8, dengan sejumlah peningkatan spesifikasi yang menjadi sorotan. Salah satu bocoran terbaru menyebutkan bahwa perangkat tersebut akan dibekali baterai berkapasitas 4.800 mAh, naik dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan kapasitas ini memunculkan pertanyaan mendasar bagi calon pengguna: apakah daya sebesar itu cukup untuk menopang aktivitas sepanjang hari, terlebih pada perangkat lipat yang dikenal boros daya karena layar besar dan tugas multitasking.

Kapasitas Baterai Naik, Tapi Masih Tertinggal dari Kompetitor

Angka 4.800 mAh menandai kenaikan dibandingkan Galaxy Z Fold6 dan Z Fold7 yang masing-masing mengusung baterai 4.400 mAh. Kenaikan sekitar 400 mAh ini terbilang moderat, namun tetap menjadi perbaikan yang berarti mengingat Samsung cenderung konservatif dalam menaikkan kapasitas baterai pada lini perangkat lipatnya. Meski demikian, jika dibandingkan dengan sejumlah pesaing di segmen ponsel lipat, kapasitas tersebut masih tergolong tertinggal.

Beberapa produsen asal Tiongkok telah menghadirkan perangkat lipat dengan baterai di atas 5.000 mAh, bahkan mendekati 6.000 mAh pada model tertentu. Keunggulan ini sebagian didukung penggunaan teknologi baterai silikon-karbon yang memungkinkan kapasitas lebih besar tanpa menambah ketebalan perangkat secara signifikan. Samsung, setidaknya hingga saat ini, masih mengandalkan teknologi baterai lithium-ion konvensional yang cenderung lebih konservatif dari sisi kepadatan energi.

Konsekuensinya, daya tahan Galaxy Z Fold8 akan sangat bergantung pada efisiensi chipset, optimasi perangkat lunak, serta manajemen daya yang diterapkan Samsung. Perangkat ini diperkirakan mengusung chipset flagship terbaru, kemungkinan Snapdragon 8 Elite generasi terkini atau penerusnya, yang diproduksi dengan node fabrikasi lebih kecil sehingga lebih hemat daya dibandingkan generasi sebelumnya.

Faktor Layar dan Multitasking Jadi Penentu

Perangkat lipat seperti Galaxy Z Fold memiliki tantangan tersendiri dalam hal konsumsi daya. Layar utama berukuran besar, biasanya sekitar 7,6 inci hingga 8 inci, ditambah layar penutup yang juga aktif, membuat kebutuhan daya lebih tinggi dibandingkan ponsel biasa. Samsung diketahui menggunakan panel Dynamic AMOLED 2X dengan refresh rate adaptif 1-120 Hz, yang membantu menekan konsumsi daya saat menampilkan konten statis.

Selain itu, fitur multitasking seperti mode split-screen, DeX, dan penggunaan stylus S Pen turut memengaruhi daya tahan baterai. Pengguna yang memanfaatkan perangkat ini sebagai pengganti laptop ringan, misalnya untuk mengedit dokumen, mengikuti rapat virtual, atau menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, cenderung menguras baterai lebih cepat. Di sisi lain, pengguna kasual yang hanya menggunakan perangkat untuk media sosial, pesan instan, dan menonton video mungkin masih bisa melewati satu hari penuh dengan sekali pengisian daya.

Pengujian daya tahan baterai pada generasi sebelumnya menunjukkan bahwa Galaxy Z Fold6 mampu bertahan sekitar 10 hingga 11 jam dalam penggunaan intensif, dan sekitar 13 hingga 14 jam untuk penggunaan ringan. Dengan tambahan 400 mAh, Galaxy Z Fold8 berpotensi memberikan tambahan waktu sekitar 30 hingga 60 menit, tergantung pada pola pemakaian. Angka ini memang tidak revolusioner, tetapi cukup untuk membuat perbedaan bagi pengguna yang sering berada dalam kondisi mobile.

Pengisian Daya Cepat dan Efisiensi Jadi Kunci

Selain kapasitas, kecepatan pengisian daya menjadi faktor penting dalam menentukan apakah baterai 4.800 mAh cukup untuk seharian. Samsung diketahui masih membatasi pengisian cepat pada kisaran 25 watt untuk lini Galaxy Z Fold, jauh lebih rendah dibandingkan kompetitor yang telah menawarkan 67 watt hingga 100 watt. Jika Samsung tidak meningkatkan kecepatan pengisian daya pada Galaxy Z Fold8, maka waktu pengisian penuh bisa memakan waktu sekitar 1,5 jam, yang terbilang lama untuk standar ponsel flagship 2025.

Namun, ada kemungkinan Samsung memperkenalkan peningkatan pada teknologi pengisian daya, mengingat tekanan kompetitif yang semakin besar. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Samsung tengah mengembangkan solusi pengisian daya lebih cepat untuk lini perangkat lipatnya, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai hal ini.

Kesimpulan: Cukup, dengan Catatan

Secara umum, baterai 4.800 mAh pada Galaxy Z Fold8 kemungkinan besar cukup untuk menemani aktivitas seharian bagi mayoritas pengguna dengan pola pemakaian moderat. Namun, bagi pengguna berat yang sering menjalankan multitasking, bermain game, atau menggunakan fitur DeX, daya tahan baterai bisa menjadi tantangan, terutama jika akses ke pengisi daya terbatas.

Keputusan Samsung untuk tidak menaikkan kapasitas baterai secara agresif menunjukkan pendekatan yang lebih mengutamakan keseimbangan antara bobot, ketebalan, dan daya tahan. Perangkat lipat memang memiliki keterbatasan ruang internal, sehingga setiap milimeter dan gram menjadi pertimbangan desain. Dengan demikian, apakah baterai 4.800 mAh cukup untuk seharian sangat bergantung pada cara pengguna memanfaatkan perangkat tersebut.

Yang jelas, peningkatan dari 4.400 mAh ke 4.800 mAh adalah langkah maju, meski bukan lompatan besar. Samsung tampaknya masih mengandalkan optimasi perangkat lunak dan efisiensi chipset sebagai strategi utama dalam menjaga daya tahan baterai Galaxy Z Fold8, alih-alih sekadar menambah kapasitas secara signifikan. Bagi calon pembeli, penting untuk menimbang kebutuhan penggunaan sehari-hari sebelum memutuskan apakah perangkat ini sesuai dengan ekspektasi daya tahan yang diinginkan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Citra Anggraini

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter