18, 2026
Teknologi

Satgas Damai Cartenz Bongkar Markas KKB, Temukan 559 Selongsong Peluru

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Satgas Damai Cartenz Bongkar Markas KKB, Temukan 559 Selongsong Peluru

Tim Satuan Tugas Damai Cartenz berhasil mengungkap markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah perbatasan Papua. Dalam operasi tersebut, satuan gabungan menemukan sejumlah bukti kegiatan kriminal yang signifikan, termasuk 559 selongsong peluru berbagai ukuran. Temuan ini menjadi bukti nyata adanya kegiatan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok teroris di wilayah tersebut.

Operasi penggalian informasi dan pengejaran markas KKB ini berlangsung selama beberapa minggu sebelum akhirnya berhasil menemukan lokasi yang menjadi pusat kegiatan kelompok teroris. Lokasi tersebut berada di area hutan yang sulit diakses, sekitar 15 kilometer dari perbatasan Papua dan Papua New Guinea. Area ini sengaja dipilih oleh KKB sebagai basis karena medannya yang sulit dan terpencil.

Proses Penemuan dan Penangkapan

Menurut Kepala Satuan Tugas Damai Cartenz, Mayjen TNI TNI Irfan Suri, proses pengintaian dan penemuan markas ini dilakukan secara bertahap. "Kami melakukan pengintaian selama dua minggu sebelum akhirnya memastikan lokasi tersebut benar-benar menjadi markas KKB. Tim kami menggunakan teknologi canggih dan intelijen darat untuk memastikan keberadaan mereka," ujarnya dalam konferensi pers di Merauke.

Setelah memastikan lokasi, Satgas Damai Cartenz melakukan operasi pengejaran pada dini hari. Operasi ini melibatkan sekitar 150 personel gabungan dari TNI dan Polri. Mereka mendekati markas KKB dengan menggunakan jalur darat dan udara untuk memastikan tidak ada anggota KKB yang berhasil melarikan diri.

Saat ditemukan, markas KKB ternyata sudah ditinggalkan oleh para anggotanya. Namun, di dalamnya ditemukan sejumlah barang bukti penting, termasuk 559 selongsong peluru berbagai ukuran, mulai dari peluru senapan serbu hingga peluru mesin. Selain itu, tim juga menemukan dua pucak senapan serbu, empat magasin senapan, dan berbagai perlengkapan medis dasar.

Reaksi Pemerintah dan Analisis

Menko Polhukam Mahfud MD mengapasi temuan ini sebagai bukti nyata bahwa adanya kegiatan KKB di Papua yang perlu ditangani secara tegas. "Kami tidak akan mentoleransi adanya kekerasan dan aktivitas teroris di wilayah mana pun, termasuk Papua. Temuan ini menunjukkan bahwa KKB masih memiliki jaringan dan kekuatan, namun kami akan terus mengupayakan agar mereka menyerah atau ditangkap," ujarnya.

Ahli keamanan dari Institut Pertahanan dan Keamanan Indonesia (IPKI), Dr. Ahmad Dahlan, menilai bahwa jumlah selongsong peluru yang ditemukan menunjukkan bahwa KKB telah melakukan kegiatan militer di area tersebut. "Ini bukan lagi sekadar aksi perampokan biasa, melainkan aksi militer terorganisir. Mereka telah melakukan latihan dan operasi militer di markas mereka," jelasnya.

Dalam laporannya, Satgas Damai Cartenz juga menyatakan bahwa markas KKB tersebut memiliki struktur yang terorganisir dengan baik. Di dalamnya terdapat ruang komando, pos pengintai, dan gudang persediaan. Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa KKB memiliki dukungan dari pihak luar yang memberikan pelatihan dan perbekalan.

Tindakan Selanjutnya dan Upaya Damai

Setelah menemukan markas KKB, Satgas Damai Cartenz terus melakukan pengejaran terhadap anggota KKB yang berhasil melarikan diri. "Kami akan terus melakukan operasi hingga semua anggota KKB yang terlibat dalam berbagai aksi kekerasan dapat ditangkap. Kami juga terbuka untuk dialog bagi mereka yang ingin menyerah secara damai," jelas Mayjen TNI Irfan Suri.

Pemerintah juga terus mengupayakan solusi damai untuk mengakhiri konflik di Papua. Melalui program Reintegrasi, Pemerintah memberikan kesempatan bagi anggota KKB yang menyerah untuk kembali ke kehidupan normal dengan berbagai bantuan, seperti pelatihan keterampilan, pemulihan ekonomi, dan pemulihan sosial.

Sementara itu, Komnas HAM menyatakan akan memantau perkembangan operasi Satgas Damai Cartenz untuk memastikan bahwa hak asasi manusia tetap terjaga. "Kami mendukung upaya pemerintah untuk mengamankan Papua dari aksi terorisme, namun operasi ini harus dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek HAM. Setiap tindakan kekerasan dari pihak manapun harus dicegah," ujar Ketua Komnas HAM, Taufan Nusantara.

Dengan temuan ini, Satgas Damai Cartenz berharap dapat memberikan dampak psikologis yang signifikan kepada KKB. "Dengan mengungkap markas mereka, kami ingin menunjukkan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi mereka. Kami akan terus mencari dan mengungkap setiap aktivitas mereka hingga Papua benar-benar aman dan damai," pungkas Mayjen TNI Irfan Suri.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter