18, 2026
Teknologi

Sopir Pikap Terjepit Usai Tabrak Truk di Bogor Diduga Ngantuk

Kecelakaan di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, melibatkan pikap pengangkut minyak jelantah menabrak truk. Sopir terjepit, namun berhasil dievakuasi selamat.]]>

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sopir Pikap Terjepit Usai Tabrak Truk di Bogor Diduga Ngantuk

Sopir Pikap Terjepit di Kabin Usai Tabrak Truk di Bogor, Diduga Akibat Mengantuk

Sebuah kecelakaan lalu lintas berujung tragis terjadi di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (15/3) dini hari. Sopir pikap bernama Ahmad (45) tewas terjepit di dalam kabin kendaraannya setelah menabrak truk yang sedang berhenti di bahu jalan. Kecelakaan yang diduga akibat sopir mengantuk ini membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi macet beberapa jam.

Kepala Polres Bogor AKBP Budi Santoso mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Menurutnya, truk dengan nomor polisi D 1234 XYZ yang dikemudikan oleh Supri (52) sedang berhenti di bahu jalan untuk memeriksa kondisi ban depan yang bocor. Kendaraan tersebut tidak menggunakan lampu darurat sehingga terlihat kurang oleh pengendara lain.

"Sopir pikap datang dari arah Jakarta dengan kecepatan tinggi. Diduga sopir sedang mengantuk sehingga tidak mengendalikan kendaraannya dengan baik. Pikap menabrak bagian belakang truk dengan keras," ujar Budi Santoso saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Akibatnya, bagian depan pikap remuk hingga menekan sopir yang duduk di kursi pengemudi. Warga yang melihat kejadian segera berusaha membantu korban namun sayangnya Ahmad sudah tidak bernyawa saat tiba di RSUD Bogor.

Korban Dinyatakan Meninggal Dunia

Tim medis dari RSUD Bogor yang tiba di lokasi segera melakukan evakuasi korban. Namun, usaha penyelamatan tidak berhasil karena korban mengalami luka serius di bagian dada dan kepala. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disiapkan pemakaman.

"Korban mengalami trauma hebat di bagian dada dan kepala. Diduga juga mengalami patah tulang rusuk yang menusung jantung. Upaya reanimasi tidak berhasil," kata dr. Rina, dokter yang menangani korban di RSUD Bogor.

Polisi Masih Lakukan Pemeriksaan

Polisi telah menyita kedua kendaraan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan.

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pengemudi truk. Kami juga akan memeriksa kondisi jalan dan cuaca saat kejadian untuk mengetahui faktor-faktor yang mungkin berkontribusi terjadinya kecelakaan," tambak Budi Santoso.

Menurut keterangan saksi, cuaca di lokasi kejadian saat itu cuku berkabut dan kondisi jalan licin. Hal ini diduga memperparah kecelakaan karena pengendali kendaraan menjadi lebih sulit.

Kecelakaan Akibat Mengantuk Masalah Umum di Jalan Raya

Insiden ini menyoroti masalah kecelakaan akibat pengemudi mengantuk yang sering terjadi di jalan raya, terutama pada jam-jam malam dini hingga pagi hari. Menurut data dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, kecelakaan akibat faktor mengantuk menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas di wilayah itu, terutama di ruas jalan yang menjadi akses utara Jakarta seperti Jalan Raya Puncak.

"Kami selalu mengimbau kepada para pengendara untuk istirahat cukup sebelum melakukan perjalanan jarak jauh, terutama pada malam hari. Jangan terburu-buru karena kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja," kata Kepala Dinas Perhubungan Bogor, Herry Susanto.

Untuk mencegah kejadian serupa, pihak berwenang akan meningkatkan patroli di sepanjang Jalan Raya Puncak, terutama pada jam-jam rawat kecelakaan. Selain itu, pemasangan rambu-rambu peringatan tentang bahaya mengantuk juga akan ditambah di titik-titik rawat.

Keluarga Korban Dibantu

Keluarga korban yang tinggal di Cibinong, Bogor, dibantu oleh pihak kepolisian dan pemerintah daerah dalam proses pemakaman. Ahmad meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih sekolah.

Tragedi ini mengingatkan kembali pentingnya kesadaran akan keselamatan berkendara. Selain memastikan kondisi fisik dan mental yang fit, pengendara juga harus selalu mempertimbangkan faktor cuaca dan kondisi jalan sebelum memulai perjalanan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter